Seorang Dokter Muda Meninggal Dunia Akibat Suspek Campak, Kemenkes: Masyarakat diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Perkembangan penyebaran virus Campak di tanah air merenggut nyawa seorang dokter intership di Cianjur bernama Andito Mohamad Wibisono meninggal dunia diduga akibat campak dengan komplikasi pneumonia.
Campak (gabagen) adalah penyakit virus yang sangat menular, ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kulit khas yang dimulai dari wajah ke seluruh tubuh.
Pengobatan campak berfokus pada meringankan gejala, seperti istirahat cukup, obat penurun demam (paracetamol), serta imunisasi MR sebagai langkah pencegahan utama
Kasus ini menjadi sorotan publik.Dokter muda ini meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan pada Kamis, 26 Maret 2026 setelah didiagnosis sebagai kasus suspek campak dengan komplikasi berat.
Andito Wibisono yang berprofesi sebagai dokter muda di Cainjur sempat mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat.
“Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangan resminya
“Pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026. Namun demikian pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS mengupayakan penanganan maksimal,” sambungnya.
Mengenal Sosok dr Andito
Dikutip dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Andito Mohammad Wibisono merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).
Andito Wibisono mengenyam Pendidikan Dokter pada Agustus 2019 dan lulus pada tahun 2023.Lalu, melanjutkan pendidikan Profesi Dokter pada Februari 2023, lulus tahun 2025. Sebelum meninggal ia bertugas sebagai dokter intership di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat.
Berdasarkan informasi di Instagram @rsud.cimacan, dokter muda tersebut merupakan anak dari Dewan Pengawas RSUD Cimacan dr Dharmawan SD MARS.
Dikutip dari Instagram @medicine_ui, dr. Andito dikenal sebagai pribadi yang baik dan menyenangkan. Dokter muda itu juga pernah menjadi asisten dekan pada periode Prof Ari Fahrian Syam SpPD-KGEHMMB.”
dr. Andito adalah angkatan FKUI 2019. Almarhum juga pernah menjadi asisten dekan pada periode Prof. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB,” demikian keterangan unggahan Instagram @medicine_ui.
Kemenkes Sampaikan Duka Cita
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan duka cita atas meninggalnya Andito Wibisono. “Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tenaga medis tersebut,” ujar Aji.
Aji mengatakan pihaknya akan menelusuri kontak erat, mencari sumber penularan, menilai tingkat risiko, dan memberikan vitamin A untuk menekan potensi penularan yang lebih luas di wilayah setempat.
Campak Serang Anak-Anak hingga Dewasa
Dijelaskan bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga berisiko kepada orang dewasa.
Bagi orang dewasa yang belum pernah divaksinasi dan terinfeksi campak, tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal.
Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau untuk masyarakat melengkapi imunisasi serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam tinggi dan ruam merah.
“Segera lengkapi status imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat penyakit campak,” tutur Aji.
“Untuk pencegahannya, masyarakat juga diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi serta menggunakan masker jika sedang sakit campak,” sambungnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar