SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur Perkuat Karakter dan Toleransi Sejak Pagi
- account_circle Asmuh
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Siswa SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur saat asah keterampilan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah pusat melalui kebijakan Profil Pelajar Pancasila menemukan wujud nyatanya di SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur.
Sekolah dasar negeri ini konsisten menanamkan nilai spiritual, toleransi, dan kebangsaan kepada siswa sejak pagi hari, bahkan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Setiap pagi, Anak-anak disini selama 30 menit dibiasakan saling berhadapan, tegur sapa, dan menanyakan kabar satu sama lain. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan, lagu nasional, serta lagu-lagu tradisional sebagai bentuk penguatan jati diri bangsa dan mengenal dirinya,” Ujar Kepala SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur Sri Isyana Kusuma Dewi, Rabu (17/12).
Ia menyampaikan, program pembiasaan tersebut dirancang selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang menekankan pembentukan karakter, bukan semata capaian akademik.
“Pendidikan hari ini tidak hanya soal nilai rapor, tetapi bagaimana membentuk manusia seutuhnya. Sekolah menjadi garda terdepan dalam menanamkan sikap spiritual, sikap madani, dan karakter kebangsaan agar tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa benar-benar tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran karakter yang diterapkan setiap pagi juga menginternalisasi, tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mencakup disiplin, empati, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya beriman dan bertakwa, berkebhinekaan global, serta gotong royong.
Tak hanya berhenti pada pembiasaan, SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur juga mengimplementasikan kebijakan pendidikan inklusif dengan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Seluruh siswa diberikan kebebasan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing dalam suasana saling menghormati.
“Sekolah ini terbuka untuk semua dan milik bersama. Tidak ada sekat perbedaan. Kami ingin menanamkan bahwa toleransi adalah fondasi kehidupan berbangsa. Garis besarnya adalah kasih dan saling menghargai,” tegasnya.
Ia menuturkan, peran guru sangat strategis sebagai pelaksana kebijakan pendidikan karakter di tingkat satuan pendidikan. Guru tidak hanya mengajar, tetapi menjadi teladan sikap dalam menerima keberagaman dan membimbing siswa agar memiliki jiwa toleransi yang tinggi.
“Anak-anak kami biasakan untuk saling menghargai, tenggang rasa, dan hidup berdampingan secara damai. Inilah pendidikan karakter yang diamanatkan kebijakan nasional dan harus diwujudkan di sekolah,” Tuturnya.
Ia menambahkan, program tersebut juga dilaksanakan dengan dukungan pengawas sekolah serta keterlibatan orang tua siswa, sehingga nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah sejalan dengan pembiasaan di rumah.
Melalui pendekatan ini, sekolah berupaya mencegah praktik perundungan (bullying) serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkeadilan.
“Dengan metode pendekatan untuk mengatakan sikap toleransi siswa, SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur menunjukkan, kebijakan pendidikan karakter bukan sekadar regulasi di atas kertas, melainkan dapat diimplementasikan secara konsisten untuk membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan berjiwa Pancasila,” Pungkasnya. (hry)
- Penulis: Asmuh

Saat ini belum ada komentar