Fenomena Astronomi, Blood Moon 3 Maret 2026
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 2 Mar 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Masih dalam suasana bulan suci ramadhan, salah satu fenomena alam yang langka akan segera datang ditengah masyrakat Indonesia, menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis jadwal lengkap fase gerhana untuk setiap zona waktu di Indonesia.
Masyarakat dapat menyaksikan langsung fase gerhana mulai pukul 18.04 WIB hingga berakhir sekitar pukul 19.03 WIB. Adapun puncak gerhana total diprediksi jatuh pada pukul 18.33 WIB.
Fenomena ini istimewa karena fase totalitasnya berlangsung hampir satu jam, lebih lama dibandingkan banyak gerhana Bulan lainnya. Selain itu, gerhana 2-3 Maret 2026 menjadi gerhana Bulan total terakhir hingga 31 Desember 2028, atau yang terakhir sebelum tahun 2029.
Masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan Bulan berubah merah akibat bayangan Bumi. Bagi umat Muslim, gerhana ini juga bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan salat gerhana di bulan suci.
Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi (umbra) menutupi permukaan Bulan. Saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar, seluruh permukaan Bulan akan berada di dalam umbra Bumi. Hal ini menyebabkan cahaya yang mencapai Bulan hanya berasal dari sinar yang dibelokkan oleh atmosfer Bumi.
BMKG menjelaskan bahwa pada saat fase puncak gerhana, Bulan akan terlihat berwarna merah bila kondisi langit cerah. Gerhana Bulan kali ini juga menarik karena tampak berwarna kemerahan, sehingga disebut ‘Blood Moon’.
Warna itu disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, yakni ketika cahaya dengan panjang gelombang pendek tersebar lebih banyak sehingga cahaya merah yang mencapai Bulan lebih dominan.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama. Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.
“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly di Jakarta, Senin (2/3).
Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Lebih lanjut, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit.
“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya.
Tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.
Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044 mendatang.
BMKG berkomitmen untuk terus memberikan informasi tanda waktu dan fenomena astronomi secara akurat kepada publik. Masyarakat diimbau untuk menikmati fenomena ini dengan tetap memperhatikan informasi cuaca setempat dari kanal resmi BMKG. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar