Cianjur Bersuara, Aliansi BEM Mahasiswa Kutuk Keras Serangan Air Keras Pada Andrie Yunus
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Cianjur melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Cianjur pada Rabu, (8/4).
Dalam orasinya mereka menyampaikan aspirasi dugaan kekerasan dan teror yang dialami aktivis KontraS Andrie Yunus.Koordinator aksi Irsan, mengatakan, Aliansi BEM Cianjur menuntut perlindungan penuh terhadap kebebasan berpendapat aktivis KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban dugaan penyiraman air keras oleh oknum aparat keamanan.
“Segala bentuk intimidasi, kriminalisasi atau resepsif terhadap Andrie Yunus sebagai bagian dari ekspresi kebebasan berpendapat yang telah diatur di undang-undang,” tegas Irsan.
Dalam aksi itu, Mahasiswa nyaris ricuh dengan petugas keamanan yang berjaga akibat saling dorong di depan pintu gedung dewan, tidak hanya itu mereka pun memberikan simbol dan membakar ban bekas sebagai bentuk kekecewaan pada proses hukum yang ada.
Tidak hanya itu, Aliansi BEM Cianjur meminta pihak-pihak terkait untuk segera menandatangani petisi penolakan representatif aparat terhadap mahasiswa.
“Menuntut Dandim, Kapolres menandatangani petisi penolakan mahasiswa terhadap represivitas aparat penegak hukum di Cianjur,” ujarnya.
Aliansi BEM Cianjur juga menuntut DPRD Cianjur mengeluarkan surat aspirasi pembentukan tim pencari fakta.“Kami menuntut DPRD Cianjur menandatangani surat petisi serta mengeluarkan surat aspirasi resmi yang berisi rekomendasi dukungan pembentukan tim pencari fakta (TGPF) kepada DPR RI,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya Aktivis sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras. Hal tersebut dilakukan dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) malam.
Peristiwa itu terjadi saat korban sedang mengendarai sepeda motor. Korban tiba-tiba dihampiri pelaku yang melawan arah sebelum menyiramkan cairan berbahaya ke arah tubuh korban.Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang dihimpun organisasi tersebut, kejadian bermula sekitar pukul 23.37 WIB ketika Andrie Yunus melintas di Jalan Salemba I menuju Talang, Jakarta Pusat.
“Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie Yunus sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat. Kemudian dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang atau Jembatan Talang dengan menggunakan satu sepeda motor,” kata Dimas dalam keterangannya.
Menurutnya, pelaku diduga menggunakan sepeda motor matic jenis Honda Beat keluaran 2016–2021. Kedua pelaku merupakan laki-laki yang datang berboncengan, dengan satu orang sebagai pengendara dan satu orang lainnya sebagai penumpang yang diduga menjadi eksekutor penyiraman. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar