Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bahas Solusi Beras Pecah, Menperin Sarmuji Langsung Kontak Kantor Mentan Amran Sulaiman

Bahas Solusi Beras Pecah, Menperin Sarmuji Langsung Kontak Kantor Mentan Amran Sulaiman

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai kebutuhan industri akan bahan baku berupa beras pecah.

Hal itu disampaikannya usai menerima audiensi dengan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman. Menperin didampingi oleh Plt. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika.

Sarmuji mengungkapkan, dalam pertemuan itu, GAPMMI menyampaikan sejumlah isu terkait industri makanan dan minuman (mamin) olahan, termasuk kebutuhan bahan baku. Juga, tentang ekosistem yang penting yang harus dibangun.

Kemenperin, tegas Sarmuji, memastikan memberi dukungan yang dibutuhkan untuk menciptakan industri nasional yang lebih berdaya saing.

“Kalau industri makanan minuman itu, isu daya saing sebenarnya nggak terlalu karena mereka cukup kuat. Bahkan makanan minuman kita pertumbuhannya juga cukup baik, ekspor ke banyak negara, banyak lah ke mancanegara. Hanya saja tentu ada hal-hal jadi aspirasi mereka, soal bahan baku,” kata Sarmuji usai pertemuan.

“Contoh, bahan baku beras pecah itu kalau kita impor dari luar negeri harganya sekitar Rp5.700 atau Rp6.000 maksimal. Tapi kalau produksi dalam negeri harganya dipatok sekitar Rp11.000
tentu ada selisih cukup besar,” tambah dia.

Dalam hal ini, imbuh dia, industri pengolahan pengguna beras pecah sebagai bahan baku akan mengalami kesulitan. Karena harga bahan baku lokal yang jauh lebih mahal.

“Kalau dengan Rp11.000 itu industri kita nggak bisa kompetitif. Seperti industri bihun dan lain sebagainya nggak bisa kompetitif,” ucapnya.

“Lgi kita cari cara. Toh beras Bulog itu kan banyak sekali. Stok banyak sekali dan makin lama kalau dibiarkan nilainya akan turun, bahkan bisa mendekati nol,” sambungnya.

Dia pun mewacanakan mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan sumber pasokan bahan baku dari dalam negeri, termasuk beras Bulog.

“Perlakuan terhadap beras-beras seperti itu harus ada solusinya. Industri kita bisa mengambil stok di gudang Bulog, yang lama dan pecah. Tapi juga harganya harus bisa turun sesuai dengan harga bisa ditoleransi industri. Kita harus cari caranya ini,” kata Sarmuji.

“Saya sudah berkoordinasi dengan kementerian pertanian,” tambahnya.

Sebagai informasi, pemerintah masih mencatat adanya impor beras jenis tertentu, termasuk beras pecah atau menir, untuk kebutuhan industri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor beras pada Oktober 2025 tercatat sebesar 40,7 ribu ton.

Secara kumulatif, impor beras sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai 364,3 ribu ton dengan nilai US$178,5 juta atau setara Rp2,97 triliun. Seluruh impor tersebut merupakan beras khusus dan industri, bukan beras medium untuk konsumsi umum.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian Moch Arief Cahyono menjelaskan, beras impor yang masuk mayoritas berupa beras pecah 100% atau menir (HS 1006.40.90) yang digunakan sebagai bahan baku industri.

Sementara, Adhi S Lukman mengatakan, persoalan ketersediaan bahan baku menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing. Sekaligus menjamin produksi agar menghasilkan produk dengan harga terjangkau bagi konsumen.

“Apalagi kondisi saat ini sangat berat ya. Jadi kita berharap industri makanan minuman bisa memproduksi produk-produk yang lebih terjangkau, sekaligus berdaya siang di pasar global. Tadi pak Menteri beberapa contoh dengan kementerian lain termasuk Kementerian Pertanian, Kemenko Pangan, Kementerian Perdagangan, soal bahan baku dan sebagainya,” paparnya.

“Tadi kami sampaikan, ada beberapa industri anggota kami yang melaporkan kekurangan bahan baku. Lalu ternyata ada stok yang masih ada tapi belum ada kontraknya, atau stok yang sudah habis kontrak. Nah ini akan dikoordinasikan oleh Pak Dirjen Agro, sehingga kebutuhan sampai akhir tahun 2026 ini akan cukup. Tapi kami meminta untuk tahun 2027 awal, karena stok sudah habis, NK (neraca komoditas) nya dipercepat. Untuk gula, garam, dan daging,” kata Adhi.***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perebutan Juara Grup B, Laga Penuh Gengsi Indonesia vs Australia

    Perebutan Juara Grup B, Laga Penuh Gengsi Indonesia vs Australia

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 95
    • 0Komentar

    INFOKITTA.NEWS – Indonesia vs Australia akan tersaji di Piala AFF Futsal 2026. Berikut jadwal laga penentuan juara Grup B tersebut. Grup B akan memainkan laga terakhirnya di Piala AFF Futsal 2026. Indonesia vs Australia digelar di Nonthaburi Gymnasium, Rabu (8/4/2026). Laga itu akan memperebutkan juara status Grup B. Australia dan Indonesia kini sama-sama mengemas 6 […]

  • Menteri Keuangan Purbaya: MBG Dapat Anggaran Rp240 Triliun Dari Anggaran Pendidikan 2027

    Menteri Keuangan Purbaya: MBG Dapat Anggaran Rp240 Triliun Dari Anggaran Pendidikan 2027

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) untuk 2027 mencapai Rp 240 triliun. Anggaran MBG tahun depan masih dialokasikan dalam pos anggaran pendidikan yang nilainya mencapai Rp 820,9 triliun. “Kaitannya untuk MBG sekitar Rp 240 triliun untuk MBG,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Direktorat […]

  • Pasukan Yamal CS Berbagi 1 Angka Penting Dengan Newcastle

    Pasukan Yamal CS Berbagi 1 Angka Penting Dengan Newcastle

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 71
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Newcastle United menjamu Klub Raksasa Spanyol, Barcelona di Stadion St.James Park pada leg-1 babak 16 besar liga champions eropa pada (11/3) dini hari WIB. Pertandingan yang berjalan alot tersebut sempat membuat tim tuan rumah unggul hingga jelang akhir laga, Newcastle kebobolan gol melalui penalti Lamine Yamal di injury time. Babak pertama kedua tim […]

  • Pasangan Ganda Campuran Indonesia Lolos Babak 32 Besar BWF 2026

    Pasangan Ganda Campuran Indonesia Lolos Babak 32 Besar BWF 2026

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, melaju ke babak 32 besar BWF World Championships 2026 . Mereka mengalahkan wakil Malaysia, Wong Tien Ci/Lin Chiew Sien, dengan skor 21-16, 21-3.Pertandingan babak 64 besar tersebut berlangsung di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Selasa (18/8/2026). Rehan/Gloria dan Wong/Lin langsung berusaha menampilkan permainan terbaik […]

  • The Bavarians Sukses Bungkam El Real di Bernabeu Dengan Skor Tipis 2-1

    The Bavarians Sukses Bungkam El Real di Bernabeu Dengan Skor Tipis 2-1

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS –  Bayern Muchen sukses berhasil mencuri kemenangan krusial pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Bertamu ke markas raksasa Spanyol, Real Madrid, di Santiago Bernabeu, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB, Die Roten pulang dengan kemenangan tipis 2-1. Harry Kane menjadi bintang utama dalam pertandingan pagi ini. Setelah sempat absen karena cedera ringan yang membuatnya melewatkan […]

  • Menengok Strategi dan Misi Menkeu Purbaya di Amerika Memastikan RI Jadi Tujuan Utama Investasi Global

    Menengok Strategi dan Misi Menkeu Purbaya di Amerika Memastikan RI Jadi Tujuan Utama Investasi Global

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Nurahman
    • visibility 42
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Guna menjaga investasi di Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan investor potensial di New York dan Washington DC, Amerika Serikat. Dalam agenda tersebut, Purbaya memaparkan kondisi fundamental makroekonomi Indonesia serta arah kebijakan fiskal ke depan. Ia menegaskan bahwa strategi yang ditempuh pemerintah berada di jalur yang tepat. “Pada […]

expand_less