AHY Pastikan Relokasi Proyek Tanggul Laut Raksasa Berjalan Tanpa Hambatan
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa (GSW) adalah proyek infrastruktur strategis nasional berupa tanggul pantai dan laut sepanjang kurang lebih 500 km dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Proyek ini bertujuan melindungi pesisir utara Jawa dari banjir rob, abrasi, dan penurunan tanah (subsidence).
Mengenal proyek Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan relokasi nelayan dalam proyek GSW di Pantai Utara (Pantura) Jawa akan dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, bukan membuat mereka semakin sengsara.
“Relokasi nelayan ini tentunya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraannya, bukan untuk menggusur tanpa tujuan, apalagi membuatnya lebih sengsara,” kata AHY dalam sambutannya pada Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurut AHY, pemerintah berharap GSW di Pantura Jawa dapat meningkatkan taraf hidup nelayan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Justru dengan ini kita berharap kesejahteraan nelayan itu semakin baik, nilai tukar nelayan semakin tinggi, dan pada akhirnya semakin banyak masyarakat termasuk anak-anak muda kita yang terserap ke lapangan pekerjaan di luar dari profesi nelayan,” ujarnya.
AHY mengatakan, GSW merupakan proyek jangka panjang yang diperkirakan berlangsung hingga 10 sampai 20 tahun. Karena itu, pemerintah akan melibatkan berbagai pihak termasuk konsultan internasional yang memiliki pengalaman dalam proyek serupa.
“Kita akan melibatkan konsultan-konsultan terbaik di dunia yang punya pengalaman, karena ini adalah proyek besar, bukan setahun dua tahun, tapi 10 bahkan hingga 20 tahun,” tambah dia.
Dia juga meminta forum-forum koordinasi yang digelar pemerintah tidak dianggap sekadar formalitas, melainkan menjadi ruang diskusi untuk menyampaikan masukan dan menyinkronkan langkah pembangunan ke depan.
“Oleh karena itu, forum-forum sementara ini jangan dianggap sebagai formalitas tetapi jadikan sebagai ruang, kita benar-benar bisa saling menyampaikan masukan,” pungkas AHY.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar