Sempat Diisukan Tewas Kabar Terkini Netanyahu Asyik Ngopi, Netizen Ragukan Itu Hasil AI
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 16 Mar 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Sempat diisukan tewas pada serangan rudal iran beberpa waktu yang lalu, beredar sebuah video viral yang diunggah pada Minggu (15/3) Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu muncul di sebuah kedai kopi.
Video tersebut kini dianggap sebagai bentuk sindiran terhadap sepkulasi liar di media sosial yang mengklaim video pidato sebelumnya. Dalam video pidato yang diunggah tersen=but menyebutkan jumlah jari Netanyahu terlihat aneh dengan jumlah 6 jari adalah rekayasa AI.
Kembali soal video yang berdurasi 1 menit itu terlihat perdana menteri tersebut sedang menikmati segelas kopi dengan santai.
Dengan nada ringan dan penuh sindiran, pemimpin Israel itu menanggapi rumor yang beredar luas di sejumlah kanal informasi di Iran.
“Saya mati karena kopi,” ujar Netanyahu sambil mengangkat cangkir kopi di tangannya.
Ucapan tersebut jelas merupakan satire yang ditujukan pada kabar yang beredar di Iran yang menyebut dirinya meninggal dunia atau mengalami luka akibat serangan yang diklaim berasal dari Iran.
Dalam video itu, Netanyahu bahkan bertanya apakah ia perlu menunjukkan jumlah jemarinya supaya tak disangka rekayasa kecerdasan buatan (AI).
“Apa kalian ingin menghitung jumlah jari saya?” ucapnya, sambil tersenyum dan menunjukkan lima jari di masing-masing tangannya.
“Cheers!” ujar Netanyahu kemudian sembari mengangkat gelas kopinya.
Pesan visual yang ditampilkan seolah ingin menegaskan bahwa rumor mengenai kematiannya tidak memiliki dasar fakta.
Isu mengenai kematian Netanyahu sebelumnya mencuat di sejumlah kanal informasi di Iran dan kemudian menyebar cepat melalui media sosial. Narasi tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran yang dalam beberapa tahun terakhir kerap saling melontarkan tuduhan serta ancaman.
Hubungan antara Israel dan Iran memang dikenal sebagai salah satu rivalitas paling tajam di kawasan Timur Tengah. Kedua negara kerap terlibat dalam konflik tidak langsung melalui operasi intelijen, serangan siber, maupun keterlibatan dalam berbagai konflik regional.
Dalam konteks tersebut, penyebaran rumor mengenai kondisi seorang pemimpin negara sering kali menjadi bagian dari perang informasi atau propaganda.
Informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menjadi viral, terutama ketika situasi politik sedang memanas. Para analis komunikasi politik menilai langkah Netanyahu mengunggah video santai tersebut merupakan strategi komunikasi yang sederhana namun efektif.
Dengan hanya beberapa detik rekaman, ia mampu membantah rumor yang beredar sekaligus mengirim pesan simbolik kepada pihak yang menyebarkannya. Alih-alih tampil formal, Netanyahu memilih pendekatan yang lebih kasual. Ia tidak memberikan penjelasan panjang, tetapi menggunakan humor dan sindiran untuk merespons kabar yang dianggap tidak berdasar.
Cara ini dinilai lebih mudah diterima publik di era media sosial, ketika pesan visual sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan pernyataan resmi pemerintah. Video tersebut juga memperlihatkan bagaimana para pemimpin dunia kini semakin memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi langsung kepada publik global.
Melalui platform digital, mereka dapat segera merespons rumor, membentuk narasi, sekaligus menunjukkan citra yang ingin ditampilkan kepada masyarakat internasional.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang di Iran mengenai rumor kematian Netanyahu yang sempat beredar tersebu. Namun insiden ini kembali menunjukkan bagaimana ruang digital menjadi arena baru dalam dinamika rivalitas politik dan geopolitik.
Di tengah situasi tersebut, satu video pendek dari sebuah kafe ternyata cukup untuk meredam spekulasi yang sempat beredar luas.
Beberapa netizen bahkan bertanya kepada sistem AI seperti Grok mengenai kemungkinan video tersebut dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan.
Salah satu tanggapan menyebut video itu kemungkinan besar dibuat dengan AI karena terdapat kejanggalan pada cangkir kopi yang dipegang Netanyahu.
“Ya, ini dihasilkan oleh AI. Wajah dan ucapan Netanyahu sinkron dengan baik, tetapi perhatikan kopinya: ia menyesap berkali-kali namun level cairan dan busanya tetap tidak berubah—kesalahan fisika AI klasik. Video asli akan menunjukkan penurunan,” demikian analisis yang beredar di media sosial.
Pengguna lain juga menyoroti detail yang sama. Mereka mengklaim level kopi dalam cangkir terlihat tidak berubah meskipun Netanyahu beberapa kali meneguk minuman tersebut.
“Video terbaru Netanyahu, yang dimaksudkan untuk mengakhiri rumor kematiannya, justru memicu keraguan lebih lanjut karena fisika kopinya, yang tidak tumpah,” tulis seorang pengguna yang membagikan gambar close-up cangkir kopi itu. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar