Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Hormuz Konflik, RI Bisa Impor Minyak Saudi via Selat Merah

Hormuz Konflik, RI Bisa Impor Minyak Saudi via Selat Merah

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pakar industri migas, Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) Moshe Rizal memandang Indonesia tetap dapat mengimpor minyak mentah dan bahan bakar mineral (BBM) dari Arab Saudi meskipun jalur perdagangan migas dari Timur Tengah di Selat Hormuz ditutup.

Alasannya, Arab Saudi sudah mulai merelokasi pelabuhannya ke wilayah Laut Merah, sehingga kapal tanker yang beranjak dari Arab Saudi tidak perlu melewati Selat Hormuz.

“Jadi mereka sudah, sebenarnya sudah lama mereka udah memikirkan ini, jadi mereka sudah bangun pipa untuk mengalihkan yang tadinya Selat Hormuz tetapi sekarang jadi Laut Merah,” ujarnya pada Rabu (11/3).

Akan tetapi, menurutnya jika memandang impor yang dilakukan dari Arab Saudi melalui Laut Merah bakal lebih mahal dari impor biasanya. Alasannya, biaya angkut bakal lebih mahal dan premi risiko dari asuransi melonjak.

Selain dari negara timur tengah, Moshe menilai impor minyak mentah yang dilakukan Indonesia dari Afrika tetap dapat dilakukan secara normal.

Terkait dengan hal itu, Moshe mencatat minyak mentah Indonesia justru mayoritas diimpor dari negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Angola.

“Jadi kalau kita masalah kelangkaan BBM, enggak juga. Kelangkaan misalkan menutup minyak mentah, sebenarnya masih ada dan masih bisa kita beli,” tegas Moshe.

Adapun, berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN), sumber impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra sehingga sumbernya terdiversifikasi.

Antara lain Nigeria sekitar 25%, Angola 21%, Arab Saudi sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, AS, dan Malaysia.  Sementara impor BBM, berdasarkan data Kementerian ESDM, pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia.

Terdapat negara lainnya yang turut menjadi sumber impor BBM RI, antara lain; China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Jepang, dan Taiwan.

Sekadar informasi, Saudi Aramco mulai menawarkan pasokan minyak mentah darurat melalui serangkaian tender langka di pasar spot, usai penutupan efektif Selat Hormuz menghambat pengiriman dan memaksa pengalihan arus melalui Laut Merah.

Eksportir minyak mentah terbesar di dunia ini telah menawarkan tiga jenis — Arab Extra Light, Arab Heavy, dan andalannya Arab Light — menurut para pedagang yang memiliki pengetahuan langsung tentang masalah ini.

Mereka telah menawarkan total sekitar 4,6 juta barel dari jenis-jenis tersebut dalam beberapa hari terakhir, kata para pedagang kepada Bloomberg News.

Sebagian minyak ditawarkan berdasarkan pengiriman dari supertanker, yang membawa 2 juta barel minyak mentah, yang ditempatkan di dekat Taiwan, yang akhirnya dibeli oleh perusahaan kilang Jepang, kata para pedagang.

Sisanya akan dimuat di pelabuhan Yanbu di pantai Laut Merah Arab Saudi, serta dari Ain Sokhna di Mesir.

Belum ada minyak mentah Saudi yang dikirim melalui titik rawan Selat Hormuz sejauh bulan ini. Kapal tanker terakhir yang berhasil melewati selat tersebut adalah New Vision, yang melintas malam pada 28 Februari, menurut data pelacakan kapal.

Adapun, PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah, yakni; Gamsunoro di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang tengah melakukan proses muat di Ras Tanura, PIS Rinjani dalam posisi lego jangkar di Khor Fakkan, serta PIS Paragon di Oman.

Dua kapal masih berada di dalam area teluk, yaitu Pertamina Pride yang dikelola NYK dan Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management. PIS menyatakan tengah melakukan koordinasi dengan pengelola kapal dan otoritas maritim setempat guna memastikan keselamatan kru dan kapal serta mengupayakan kapal dapat segera keluar dari area teluk.

Belum diketahui berapa kapasitas tanker minyak PIS yang terjebak di Selat Hormuz.

Namun, berdasarkan data pelacakan Kpler, saat ini setidaknya terdapat 40 kapal tanker minyak berkapasitas sangat besar atau very large crude carrier (VLCC) alias supertanker, yang masing-masing mengangkut sekitar 2 juta barel minyak dan sedang menunggu di Teluk Persia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut tengah mencari alternatif pasokan minyak dari Amerika Serikat (AS), usai dua kapal tanker minyak milik PIS terjebak di Selat Hormuz.

Bahlil menyatakan dua kapal tanker tersebut sedang bersandar di lokasi yang lebih aman dan pada saat bersamaan pemerintah melakukan negosiasi secara insentif agar kapal tersebut dapat diberangkatkan ke Indonesia.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman. Sambil kita melakukan negosiasi, komunikasi yang lebih baik agar kita cari solusinya,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3) malam. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Dirjen Kominfo Menghuni Penjara 6 Tahun pada Kasus Dugaan Suap Pusat Data Negara

    Mantan Dirjen Kominfo Menghuni Penjara 6 Tahun pada Kasus Dugaan Suap Pusat Data Negara

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 55
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Mantan Dirjen Kominfo Divonis 6 Tahun Penjara soal Dugaan Suap Pusat Data Nasional Periode 2016-2024, Semuel Abrijani Pangerapan, divonis enam tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp 6,5 miliar dalam kasus korupsi Pusat Data Nasional Sementara (DNS). Selain pidana penjara, hakim memerintahkan Semuel membayar uang pengganti Rp 500 juta setelah memperhitungkan Rp 6 miliar yang telah disita, dengan ketentuan […]

  • Danantara Ungkap Alasan Garuda Indonesia Alami Kerugian Hingga Rp 5,42 Triliun pada 2025

    Danantara Ungkap Alasan Garuda Indonesia Alami Kerugian Hingga Rp 5,42 Triliun pada 2025

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 53
    • 0Komentar

    INFOKIA.NEWS – GIAA mencatatkan kerugian sebesar USD 319,39 juta atau setara Rp 5,42 triliun (asumsi kurs Rp 16.990) sepanjang 2025 lalu. Angka tersebut melonjak drastis dari USD 69,77 juta atau Rp 1,18 triliun di 2024. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengamini, beban operasional menjadi salah satu alasan membengkaknya kerugian tersebut. Dony buka suara […]

  • Polemik Proyek Geothermal Memanas, Warga Cipendawa Cianjur Tolak Masuknya Alat Berat

    Polemik Proyek Geothermal Memanas, Warga Cipendawa Cianjur Tolak Masuknya Alat Berat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 70
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Polemik masuknya alat berat ke wilayah Kampung Pasir Cina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, kembali mencuat menyusul beredarnya video ekskavator yang melintas pada Minggu (11/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB lalu. Alat berat tersebut melintasi jalur di RW 002 dan RW 003, kawasan yang selama ini dikenal sebagai wilayah penolakan sebagian […]

  • Bukan Hanya Selat Hormuz, 3 Perairan Strategis Dunia Kini Terancam di Blokade Iran

    Bukan Hanya Selat Hormuz, 3 Perairan Strategis Dunia Kini Terancam di Blokade Iran

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 44
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah sebelumnya sempat diadakannya gencatan senjata. Namun kini tidak hanya Selat Hormuz, Teheran kini mengancam akan memblokir pelayaran di tiga jalur laut strategis dunia, yakni Teluk Persia, Teluk Oman, dan Laut Merah. Langkah ini disebut sebagai tanggapan atas tekanan Washington yang membatasi pergerakan kapal […]

  • Dara The Virgin Jalani Operasi Tumor Payudara, Kini Dalam Proses Pemulihan

    Dara The Virgin Jalani Operasi Tumor Payudara, Kini Dalam Proses Pemulihan

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kabar terbaru datang dari Dara The Virgin setelah menjalani operasi pengangkatan tumor di payudara. Kondisinya kini berangsur membaik, tetapi proses pemulihan ternyata belum sepenuhnya selesai. Rasa ngilu yang masih dirasakan membuat Dara harus membatasi aktivitas, termasuk ketika kembali tampil bernyanyi di atas panggung. Dara mengungkapkan kondisinya saat ditemui awak media di kawasan Jakarta […]

  • Pemerintah Akan Segera Salurkan Rp400 Triliun Ke Petani dan Nelayan Daerah Terpencil

    Pemerintah Akan Segera Salurkan Rp400 Triliun Ke Petani dan Nelayan Daerah Terpencil

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto, menyebut pemerintah bakal menyalurkan dana sebesar Rp 400 triliun untuk petani, nelayan, serta masyarakat yang tinggal di pedesaan dan daerah terpencil maupun tertinggal. “Saya ingin menyalurkan salurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan dan mereka yg berada di pedesaan dan di daerah daerah terpencil dan tertinggal,” ujar Prabowo dalam […]

expand_less