Dalam Waktu Sebulan Program MBG Dibenahi, Prabowo Tunjuk Menko Pangan Sebagai Koordinator
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Presiden RI Prabowo Subianto menugaskan Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan untuk menjadi koordinator dalam pembenahaan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai ikut rapat bersama Presiden Prabowo dan sejumlah menteri lain di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
“Nah, makanya tadi kan sebenarnya yang konferensi pers biar Menko Pangan saja, karena beliau yang mendapat tugas untuk mengkoordinir proses pembenahan ini,” kata Agustina usai rapat.
Menurut Agustina, dalam rapat di Istana yang digelar sejak sore hari hingga malam hari, Prabowo meminta semua kementerian membantu pimpinan BGN untuk melakukan pembenahan tata kelola MBG.
“Dan yang poin paling penting sebenarnya pada rapat tadi adalah Pak Presiden menugaskan seluruh menteri terkait untuk membantu pimpinan BGN dalam melakukan pembenahan. Itu perintah beliau langsung,” ungkap Agustina.
“Jadi silakan ada Kemenkeu-lah, ada BPKP-lah, ada mana lagi tadi, semualah dikoordinir oleh Menko Pangan,” sambungnya.
Agustina mengatakan, pesan Prabowo agar pembenahan yang dilakukan harus berdasar kajian yang matang dan tidak buru-buru.
Pembenahan itu termasuk soal penerima manfaat, SPPG, hingga porsi dalam menu MBG. Menurut Agustina, Prabowo juga memberi waktu satu bulan untuk pembenahan Program MBG.
“Kami diberi waktu kurang lebih satu bulan, silakan dikaji lagi,” ungkapnya.
Secara terpisah, Zulhas mengatakan, rapat dengan Prabowo membahas upaya pemerintah menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau penyalahgunaan terkait MBG.
“Kami minta waktu satu, satu bulan. Ya, satu bulan lagi. Satu bulan untuk menyelesaikan, merapikan,” kata Zulhas.
Setelah satu bulan, hasil kajian akan kembali dilaporkam ke Presiden Prabowo untuk nanti diberi keputusan akhir.
“(Nanti) Diberi arahan seperti apa keputusan akhirnya. Tetapi kami akan mengkaji lebih mendalam satu bulan dari hari ini,” tegasnya lagi.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar