Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Penyakit Campak masih ditemukan di masyarakat dan berpotensi membahayakan. Infeksi ini disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular melalui udara maupun kontak dekat antarindividu, sehingga penyebarannya sulit dikendalikan jika tidak diwaspadai sejak dini.

Di kalangan masyarakat Makassar, campak atau morbili dikenal dengan sebutan “sarampa”. Pada tahap awal, gejala penyakit ini kerap disalahartikan sebagai kondisi ringan karena ditandai munculnya ruam merah di kulit.

Imunisasi menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran Campak di masyarakat. Upaya ini dinilai paling efektif karena mampu membentuk kekebalan tubuh sekaligus menekan penularan penyakit yang sangat mudah menyebar melalui udara.

Program imunisasi campak sendiri tersedia secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu. Pemerintah telah menjadikannya bagian dari program wajib karena campak termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

“Campak bisa dicegah dengan imunisasi dan program ini tersedia gratis,” ujar dr. A. Husni Esa Darussalam saat berbincang di Pro 1 RRI Makassar, Minggu (26/4/2026)

Pemberian imunisasi dilakukan sejak usia bayi hingga anak sekolah. Jadwal imunisasi campak dimulai pada usia sembilan bulan, kemudian diberikan dosis lanjutan atau booster pada usia 18 bulan serta saat anak memasuki usia sekolah dasar.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan orang tua dalam mengikuti jadwal vaksinasi anak. Namun, menurutnya sempat terjadi penurunan minat imunisasi setelah pandemi, yang diperparah oleh beredarnya informasi keliru di media sosial.
“Untuk mencapai herd immunity, lebih dari 90 persen populasi harus diimunisasi,” jelas dr. Husni. Tanpa cakupan tersebut, risiko penyebaran penyakit akan meningkat dan memicu terjadinya wabah di lingkungan masyarakat.

Selain anak-anak, orang dewasa juga berisiko terkena campak, terutama saat daya tahan tubuh menurun akibat kelelahan atau penyakit tertentu. Penanganan campak umumnya bersifat simptomatik karena disebabkan virus, sementara antibiotik hanya diberikan jika terjadi komplikasi infeksi bakteri.

Masyarakat diimbau tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa indikasi medis dan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta menjaga daya tahan tubuh sebagai langkah pencegahan.

Senada dengan itu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya serius penyakit campak, terutama bagi anak-anak yang menderita gizi buruk.

Ketua IDAI Jabar, Anggraini Alam mengungkapkan, kombinasi antara malnutrisi dan infeksi campak disebut sebagai faktor utama yang memicu tingginya angka kematian pada kasus campak di berbagai daerah.

Ia menekankan bahwa status gizi memegang peranan vital dalam pertahanan tubuh anak saat melawan virus. Anak dengan gizi buruk memiliki sistem imun yang lemah, sehingga ketika terinfeksi campak, dampaknya menjadi sangat fatal dibandingkan anak dengan gizi baik.
“Gizi buruk tentu saja, bilamana dia gizi buruk, daya tahan tubuhnya kurang, terkena campak bukan main (dampaknya). Inilah yang menyebabkan kematian,” ujar Anggraini dalam webinar Media Briefing IDAI, Sabtu (28/2/2026).

Anggraini memaparkan bukti nyata dari beberapa kasus KLB campak yang pernah terjadi di Indonesia. Ia mencontohkan kejadian di Timika, Papua, pada tahun 2017, serta kasus serupa di Mimika, Baduy, dan Sumenep, di mana angka kematian melonjak akibat kondisi gizi anak yang memprihatinkan.

“Kami itu sudah ke Timika. 70 (anak) meninggal di sana karena gizi buruk dan campaknya. Di tahun berikutnya di Mimika, demikian juga. Baduy, ketemu. Kemarin di Sumenep ternyata banyak yang meninggal, banyak kasusnya,” ungkap Anggraini.

Meski anak dengan gizi baik cenderung mengalami gejala yang lebih ringan jika tertular campak, terutama jika sudah pernah diimunisasi, Anggraini mengingatkan bahwa risiko komplikasi jangka panjang tetap mengintai.

Ia menyoroti risiko Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), sebuah komplikasi radang otak mematikan yang bisa muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal, terutama jika anak terinfeksi campak di usia di bawah dua tahun.
“Orang Inggris, gizi anaknya baiknya bukan main. Ternyata next 15 tahun ke atas terkena SSPE,” jelasnya.

Karena itu, dalam penanganan campak, IDAI juga menyoroti pentingnya pemberian Vitamin A dosis tinggi. Anggraini menjelaskan bahwa virus campak secara agresif menurunkan kadar Vitamin A dalam tubuh anak.

Hal ini seringkali disalahpahami orang tua yang mengira konsumsi sayuran biasa seperti wortel sudah cukup untuk penanganan.

Menurut Anggraini, dosis yang dibutuhkan untuk terapi campak sangat besar, yakni antara 100.000 hingga 200.000 International Unit (IU), jumlah yang tidak bisa didapatkan hanya dari konsumsi wortel.

“Betul sekali virus campak itu memang menurunkan vitamin A. (Tapi) saya jadi ingin tahu berapa wortel itu sama dengan 100 ribu atau 200 ribu IU? Tentu kita tidak minta satu pikap wortel untuk dimakan anaknya,” kata dia.

Oleh karena itu, IDAI mengimbau agar pencegahan melalui imunisasi dan perbaikan gizi tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.

“Wajib imunisasi. Kalau begitu terus rasanya masyarakat bakal ikut deh, dan bisa menghilangkan mindset bahwa campak itu ringan-ringan saja,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Merosot Tajam Sampai 14 % di  Maret 2026, Catatan Terburuk Selama 17 Tahun Terakhir

    Harga Emas Merosot Tajam Sampai 14 % di Maret 2026, Catatan Terburuk Selama 17 Tahun Terakhir

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 38
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harga emas kembali mengalami penurunan yang tajam walau sempat menguat lagi seiring meningkatnya permintaan aset safe haven. Namun, secara bulanan harganya merosot tajam atau dapat dikatakan babak belur. Disinyalir harga emas naik sebagai imbas konflik Timur Tengah yang mendorong ekspektasi inflasi dan suku bunga global yang lebih tinggi. Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup […]

  • Petaka Spurs Blunder 15 Menit Pertama, Atletico Madrid Sukses Menang Telak 5-2

    Petaka Spurs Blunder 15 Menit Pertama, Atletico Madrid Sukses Menang Telak 5-2

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dalam laga lanjutan liga champions eropa mempertemukan laga penuh gengsi pada leg pertama di babak 16 besar. Bermain di Wanda Metropolitano, Madrid, Rabu (11/3) dini hari WIB, Atletico Madrid langsung unggul melalui gol cepat di menit ke-6. Marcos Llorente, usai meneruskan umpan Julian Alvarez, membawa skor 1-0 untuk tim asuhan Diego Simeone. Spurs […]

  • menjemput malam 1000 bulan

    Menjemput Malam 1000 Bulan, Malam Lailatul Qadar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan ada satu malam yang istimewa, yaitu Malam Lailatul Qadar salah satu malam yang paling dinantikan umat Muslim di bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan malam tersebut memiliki kemuliaan luar biasa dan nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam Lailatul Qadar merupakan malam ketika Al Quran pertama kali diturunkan kepada […]

  • Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru dalam Kasus Daycare Little Aresha

    Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru dalam Kasus Daycare Little Aresha

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha memasuki babak baru. Tak tanggung-tanggung, Polisi menetapkan tersangka baru dalam ada 14 orang dalam kasus tersebut Semula polisi telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus tersebut. Selain itu, ada 17 orang lain yang masih berstatus saksi dan menjalani wajib lapor. Sehingga ada 14 dari 17 saksi […]

  • 7 Kiat Efektif Mengusir Kucing Tetangga Yang Nongkrong dan Berak Sembarangan Dengan Santun di Halaman Rumah

    7 Kiat Efektif Mengusir Kucing Tetangga Yang Nongkrong dan Berak Sembarangan Dengan Santun di Halaman Rumah

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kehadiran kucing tetangga di halaman rumah, terutama jika mereka sering buang kotoran sembarangan, dapat menjadi masalah yang mengganggu. Kondisi ini tidak hanya menciptakan bau tidak sedap, tetapi juga berpotensi merusak tanaman dan mengganggu kebersihan lingkungan sekitar. Banyak pemilik rumah mencari solusi efektif untuk mengatasi persoalan ini tanpa harus menyakiti hewan. Kucing memiliki insting […]

  • Arsenal Sukses Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA, Kandaskan Mimpi Leverkusen

    Arsenal Sukses Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA, Kandaskan Mimpi Leverkusen

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – The Gunners sukses taklukan Bayer Leverkusen dengan pertarungan sengit demi memperoleh tiket babak perempat final liga champions musim 2025/2026, Arsenal menjamu Leverkusen dalam leg ke-2 di stadion Emirates pada Rabu (18/3) dini hari. Sebelumnya pada pertemuan sebelumnya di kandang Leverkusen, kedua tim sama kuat dengan 1-1, Arsenal selamat dari kekalahan berkat gol dramatis […]

expand_less