Pemerintah Terus Berupaya Meningkatkan Pelayanan Calon Jamaah Haji 2026, PPIH: Pastikan Layanan Optimal di Tanah Suci
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pelaksananaan ibadah haji 2026 dipastikan ada sesuatu yang berbeda dengan pelaksanaan ibadah tersebut pada musim sebelumnya, hal ini terlihat dari keseriusan pemerintah memberikan pelayananan terbaik dalam menyambut tamu Allah tersebut.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan perkembangan keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 yang tengah berlangsung. Hingga 24 April 2026, 56 kelompok keberangkatan (kloter) telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Juru bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menyampaikan bahwa sejauh ini sebanyak 22 ribu jemaah haji telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah itu, yang sudah tiba di Madinah mencapai 17.747 jemaah.
“Alhamdulillah hingga hari ini 24 April 2026 jumlah jemaah haji yang telah berangkat ke Arab Saudi ini total ada 56 kloter dengan jumlah 22.051 jemaah,” ujar Maria dalam keterangan yang dikutip dari YouTube Kemenhaj, Sabtu (25/4).
Ia menambahkan, sebagian besar jemaah tersebut telah tiba di Kota Madinah dan mulai menjalani rangkaian ibadah awal.
“Sementara itu sebanyak 17.747 jemaah dari 45 kloter telah tiba di Madinah Arab Saudi,” lanjutnya.
Maria menambahkan, para jemaah yang telah tiba di Madinah diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu di wilayah tersebut cukup tinggi.
“Kami juga tentunya perlu mengingatkan bagi jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah bahwa cuaca di Madinah hari ini diperkirakan bisa mencapai 36 derajat celsius dengan tingkat kelembapan 25%,” kata Maria.
Ia juga mengingatkan, agar jemaah memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala, serta mengatur waktu istirahat agar tetap bugar selama menjalankan ibadah.
Adapun keberangkatan jemaah haji Indonesia telah dimulai sejak 22 April dan masih akan berlangsung hingga 21 Mei 2026 mendatang. Proses pemulangan akan dimulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
PPIH Arab Saudi terus meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi jemaah haji indonesia. Satu di antaranya melalui penyediaan armada bus yang lebih aman dan nyaman selama di Tanah Suci .
Direktur Bina Petugas Haji, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menegaskan bahwa kesiapan petugas harus mencakup aspek administratif hingga mental. Ia menekankan bahwa peran petugas tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut kenyamanan psikologis jemaah.
“Tugas utama Bapak/Ibu sekalian adalah membantu mengurangi stres jemaah. Oleh karena itu, ciptakan suasana yang menenangkan dan kondusif,” ujarnya.
Selain memastikan pelayanan berjalan lancar, petugas juga diminta membangun suasana positif selama mendampingi jemaah. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kekhusyukan ibadah di Tanah Suci.
“Ceritakan hal-hal yang baik tentang Tanah Haram, muliakan Tanah Haram dalam setiap pelayanan,” pesannya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengingatkan bahwa tugas sebagai petugas haji memerlukan ketahanan mental, kesabaran, serta keikhlasan dalam melayani.
Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teknis di lapangan, seperti pemahaman terhadap peta wilayah serta alur pelayanan di Makkah, agar pelaksanaan tugas berjalan efektif.
“Saya memahami bahwa menjadi petugas haji adalah amanah yang berat. Namun, harapan jemaah kepada kita sangat besar,” ujarnya.
Puji menegaskan bahwa setiap petugas membawa nama baik bangsa saat menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, sikap dan etika pelayanan harus dijaga dalam setiap interaksi dengan jemaah.
“Ketika mengenakan seragam ini, kita mewakili negara. Karena itu, etika dalam melayani dan merespons jemaah harus dijaga dengan baik,” tegasnya.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh petugas untuk menjaga suasana pelayanan yang positif dan berorientasi pada kebutuhan jemaah, sehingga ibadah dapat berlangsung dengan lancar dan khusyuk.
Disisi lain, layanan transportasi PPIH Arab Saudi telah menyiapkan sebanyak 6 ribu armada bus untuk melayani pergerakan jemaah haji indonesia.
Standar ketat diterapkan dalam pemilihan armada. Seluruh bus yang digunakan wajib berusia di bawah lima tahun. Bahkan, ada sekitar 100 armada bus baru yang disiapkan guna menjamin keamanan dan kelayakan selama perjalanan.
Pemerintah juga membatasi kapasitas penumpang. Meski kapasitas maksimal bus sebanyak 50 kursi, setiap armada hanya diisi maksimal 42 jemaah. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan ruang gerak yang lebih luas.
“AC-nya lebih dingin, bahkan kursinya lebih empuk,” ujar Muslih, Kasi Transportasi PPIH Daker Madinah, Sabtu (25/4/2026).
Muslih menambahkan, fasilitas keselamatan tentunya dimaksimalkan dalam pelayanan ini.
“Tujuannya adalah untuk memuliakan para tamu Allah, para jemaah haji khususnya dari Indonesia, memberikan pelayanan yang maksimal,” katanya.
Ribuan armada ini akan melayani enam rute utama pergerakan jemaah, mulai dari kedatangan di bandara, perjalanan antarkota suci, hingga kepulangan ke tanah air.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di sektor transportasi.
Dengan peningkatan standar layanan ini, pemerintah berharap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan nyaman.
Sebagaimana diketahui Ibadah Haji adalah rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan sekali seumur hidup bagi Muslim yang mampu (istitha’ah), baik fisik, mental, maupun finansial. Secara bahasa, haji berarti menyengaja atau menuju, sedangkan menurut istilah adalah mengunjungi Kabah di Makkah untuk melakukan serangkaian ritual ibadah khusus pada waktu tertentu (bulan Dzulhijjah) sesuai syariat.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar