Persib Bandung Harus Puas Berbagi Angka Dengan Dewa United 1-1, Bobotoh Protes Atas Keputusan Wasit Ramai Jadi Sorotan
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pertandingan Persib melawan Dewa United telah mendapat tanggapan keras dari para pendukung persib (bobotoh) yang menilai keputusan wasit dan Video Assistant Refree (VAR) tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pihak Komite Wasit PSSI menilai dua gol Dewa United ke gawang Persib Bandung sah secara Laws of the Game. Keputusan wasit laga dianggap sudah tepat.
Dewa yang sempat unggul dua gol akhirnya harus puas bermain imbang 2-2 pada laga pekan ke-28 Super League 2025/26 di Banten International Stadium (BIS), Banten, Senin (20/4/2026). Gol-gol Dewa dicetak Alex Martins dan Ricky Kambuaya yang dibalas Thom Haye dan Andrew Jung.
Dua gol Dewa ini yang menjadi sorotan karena berawal dari situasi bola keluar dan handball. Namun Ketua Komite Wasit Yoshimi Ogawa dan Kepala Departemen Wasit Pratap Singh mendukung keputusan wasit pertandingan tersebut.
Soal gol pertama Dewa yang lebih dulu diawali bola keluar lapangan, ada keterbatasan pandangan dan teknologi. Bola dianggap keluar hanya jika benar-benar bisa dilihat secara jelas, sementara teknologi kamera garis gawang tidak hadir di Super League.
Untuk itu, Komite Wasit dan Departemen Wasit mendukung keputusan wasit. Karena wasit tidak boleh mengambil keputusan jika tidak yakin 100 persen.
“Dalam situasi ini, asisten wasit tidak memberikan sinyal bola keluar dengan mengangkat bendera. Dari posisi wasit, sangat sulit atau bahkan tidak mungkin untuk mengetahui apakah bola sudah keluar atau masih berada di dalam permainan. Karena itu, wasit bertanya kepada asisten wasit,” kata Ogawa, saat menyampaikan materi Referee Workshop for Media di Sekretariat PSSI Pers, GBK Arena, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
“Namun, posisi asisten wasit saat itu berada sekitar 50-55 meter ke bola. Pandangannya juga terhalang dua tiang gawang dan kaki pemain Dewa tersebut. Prinsip yang selalu ditekankan kepada wasit adalah, jika tidak yakin, maka permainan harus dilanjutkan. Karena itu, posisi wasit dan asisten wasit harus benar-benar ideal serta yakin apakah bola sudah keluar atau masih berada di dalam lapangan,” ujarnya menambahkan.
Sementara soal gol kedua Dewa, Ogawa dan Pratap memastikan bahwa keputusan wasit sudah sesuai Laws of the Game (LOTG). Bola memang mengenai Alex Martins, namun terjadi defleksi dari kaki terlebih dahulu sebelum menyentuh tangan
Pratap menjelaskan bahwa defleksi adalah situasi yang sulit diprediksi. Sehingga pemain diproteksi oleh aturan bahwa handball ‘dibolehkan’ jika dilakukan tidak sengaja dalam situasi defleksi.
“Ini merupakan situasi defleksi karena bola berubah arah secara tidak terduga setelah mengenai pemain. Wasit membiarkan permainan tetap berlanjut karena bola terdefleksi ke arah yang tidak terduga,” tutur Pratap.
“Sementara pemain Dewa masih melanjutkan pergerakan hingga akhirnya tercipta gol. Dalam Pasal 12 tentang pelanggaran dan kelakuan buruk (LOTG), terdapat penjelasan mengenai sentuhan tangan yang tidak disengaja, misalnya bola mengenai tangan karena posisi natural atau karena defleksi. Situasi seperti itu tidak selalu dianggap pelanggaran,” ucapnya.
Seperti yang diketahui Persib Bandung harus puas berbagi angka dengan Dewa United. Dalam pertandingan di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026) malam, Persib dan Dewa bermain imbang 2-2.
Tim berjuluk Maung Bandung sempat tertinggal 2 gol lebih dulu setelah Dewa mencetak gol melalui Alex Martins di menit 24 dan Ricky Kambuaya di menit 61. Tapi setelah itu, tuan rumah harus bermain dengan 10 orang setelah Alex mendapat kartu kuning kedua.
Unggul jumlah Pemain dimanfaatkan dengan baik Persib untuk menekan pertahanan Dewa United. Hasilnya, Thom Haye dan Andrew Jung mampu menyamakan skor menjadi 2-2.
Dengan hasil imbang tersebut Persib tetap berada di puncak klasemen dengan 65 poin dari 28 pertandingan. Namun jarak poin mereka dengan Borneo FC di urutan kedua terpangkas jadi hanya 2 angka.
Peluang emas didapat Persib di awal babak kedua melalui tendangan Berguinho di dalam kotak penalti. Tapi Sonny Stevens masih bisa menghalau bola.
Di menit 50, Dewa United kembali mencetak gol lewat tendangan Alexis Messidoro. Tapi setelah mengecek VAR, wasit menganulir gol Dewa United karena menganggap Messidoro sudah dalam posisi offside.
Gol! Dewa United kali ini benar-benar menggandakan keunggulan jadi 2-0 pada menit 61. Berawal dari kesalahan Julio Cesar, Noah Sadaoui mengirim umpan ke Kambuaya yang berdiri bebas. Tanpa kesulitan, ia menceploskan bola ke gawang Teja.
Tapi di saat bersamaan, Alex Martins mendapat kartu kuning kedua karena dianggap melontarkan kata-kata tak pantas kepada asisten wasit di pinggir lapangan.
Tertinggal 2-0, Bojan Hodak melakukan perombakan pemain dengan menambah daya gedor. Adam Alis dan Beckham Putra ditarik keluar digantikan Uilliam Barros dan Andrew Jung di menit 68.
Penalti. Wasit menunjuk titik putih karena menganggap Jonathan Carlos melanggar Berguinho. Thom Haye yang jadi penendang sukses menjalankan tugasnya dan membuat skor jadi 1-2 di menit 77.
Memasuki 10 menit waktu normal, Persib terus menguasai bola dan menekan pertahanan Dewa United.
Gol! Persib menyamakan skor jadi 2-2 di menit 86 melalui sundulan Andrew Jung. Menerima umpan Eliano, Jung dengan tenang menanduk bola yang tak bisa dijangkau Sonny Stevens.
Persib punya peluang berbalik unggul di menit 89 jika Frans Putros yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan Sonny Stevens membuat keputusan tepat.
Di masa tambahan waktu, Persib yang unggul jumlah pemain terus menekan pertahanan Dewa United. Namun hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-2 tidak berubah. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar