DPR RI Kecam Serangan Brutal Israel ke Lebanon Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsul Rizal yang akrab disapa Deng Ical, melontarkan kecaman keras terhadap serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4)
Serangan mematikan tersebut dilaporkan telah merenggut sedikitnya 254 nyawa. Akibatnya kesepakatan antara AS-Iran beberapa waktu lalu kini terancam gagal, bahkan laporan terbaru menyebutkan Iran kembali menutup Selat Hormuz untuk menanggapi serangan brutal yang dilancarkan Israel itu
Ia pun menilai aksi militer tersebut tidak hanya menjadi tragedi kemanusiaan yang besar, tetapi juga secara langsung menghancurkan upaya perdamaian yang telah disepakati sebelumnya.
Menurutnya, tindakan Israel ini telah memporak-porandakan komitmen hubungan antarnegara yang seharusnya dibangun di atas landasan saling percaya.
Dirinya pun menilai Israel telah mempertontonkan perilaku yang sangat buruk dalam konteks diplomasi internasional.
“Serangan ini jelas mencederai upaya perdamaian yang sedang dibangun. Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika menjadi tidak berarti ketika aksi militer seperti ini terus dilakukan,” ujar Deng Ical kepada wartawan, Kamis (9/4)
Ia juga mengkhawatirkan bahwa eskalasi ini akan memicu efek domino yang memperburuk stabilitas di kawasan Timur Tengah.
“Langkah Israel ini akan semakin memanaskan situasi kawasan dan membuka potensi konflik yang lebih luas,” tegasnya.
Menyikapi situasi tersebut, ia mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomasi yang tegas di forum-forum internasional.
Indonesia diharapkan mampu menggalang dukungan komunitas global guna menekan Israel dan Amerika Serikat agar segera menghentikan tindakan yang memperkeruh keadaan.
khusus, Deng Ical juga menekankan bahwa Indonesia harus terus menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
“Indonesia harus konsisten memperjuangkan keadilan, termasuk meminta pertanggungjawaban atas gugurnya prajurit TNI yang bertugas menjaga perdamaian dunia,” pungkasnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar