Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dampak Serangan Brutal Israel Ke Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Batal, Dikabarkan 254 Orang Meninggal Dunia

Dampak Serangan Brutal Israel Ke Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Batal, Dikabarkan 254 Orang Meninggal Dunia

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Belum sempat dunia bernafas lega dengan adanya gencatan senjata yang terjadi di timur tengah dikabarkan hubungan mereka kembali memanas, pasalnya Israel kembali melancarkan serangan secara brutal dan besar-besaran ke Lebanon pada Rabu (8/4). Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pun terancam gagal.

Iran kembali menutup Selat Hormuz, menyebutkan, sebuah kapal tanker minyak dipaksa berbalik arah saat mendekati jalur tersebut.

Kapal tanker bernama AUROURA, melakukan putaran 180 derajat secara mendadak saat hendak keluar dari selat dan kembali ke Teluk Persia.

Menurut data di Marine Traffic, lalu lintas kapal yang melalui Selat Hormuz belum berubah selama 24 jam sejak Iran mengumumkan akan membuka blokade jalur pelayaran penting tersebut.

Sejak dimulainya serangan AS ke Iran, rata-rata hanya tujuh kapal termasuk tanker, kapal pengangkut curah (bulk carrier), dan kapal kontainer yang melintasi selat itu setiap hari.

Data yang dilaporkan jika dibandingkan dengan sebelum perang, lebih dari 130 kapal melewati Selat Hormuz, per hari.

Iran mengumumkan pada Rabu (8/4) “jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran”.

Namun dalam sehari setelah pengumuman tersebut, hanya tujuh kapal yang tercatat melakukan perjalanan melintasi selat itu.

Tiga dari kapal kargo curah itu dimiliki oleh perusahaan China, dan tiga lainnya dimiliki oleh perusahaan Yunani.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa ketentuan gencatan senjata sangat jelas yakni Amerika Serikat harus memilih antara menghormati gencatan senjata atau melanjutkan perang melalui Israel.

“Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak bisa mendapatkan keduanya,” tulis Araghchi di akun X @araghchi, Rabu (8/4).

Araghchi menekankan bahwa dunia menyaksikan pembantaian di Lebanon pada serangan terbaru Israel Rabu (8/4/) kemarin. Araghchi juga meminta AS tegas dengan menyebut bahwa tanggung jawab kini berada di tangan AS untuk menegakkan komitmennya.

“Dunia melihat pembantaian di Lebanon. Bola ada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai dengan komitmennya,” tandasnya.

Dilaporkan Israel Defense Forces (IDF) mengklaim berhasil melancarkan serangan simultan terhadap lebih dari 100 target yang dikaitkan dengan Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon hanya dalam waktu 10 menit saja.

Israel sengaja mengabaikan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dengan menyebut Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis pernyataan resmi bahwa serangan terhadap Hizbullah akan tetap berlanjut, berbeda dengan klaim dari Iran dan PM Pakistan Shehbaz Sharif yang sebelumnya menyebut Lebanon termasuk dalam cakupan gencatan senjata tersebut.

Hal senada dikatakan Presiden AS Donald Trump yang juga menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

“Karena Hizbullah. Mereka tidak termasuk dalam kesepakatan itu. Itu juga akan diurus. Tidak apa-apa.” kata Trump kepada seorang reporter PBS selama wawancara telepon dikutip The Times of Israel (8/4).

Dalam operasi yang diberi nama sandi “Eternal Darkness”, IDF mengerahkan sekitar 50 jet tempur yang menjatuhkan sekitar 160 bom ke lebih dari 100 target hanya dalam waktu 10 menit.

Dampak serangan sangat besar, dengan laporan puluhan korban tewas di Beirut serta korban tambahan di kota-kota selatan seperti Sidon dan Tyre. Banyak serangan terjadi di kawasan padat penduduk, bahkan beberapa tanpa peringatan, memicu kepanikan luas di kalangan warga sipil.

Jalan-jalan dipenuhi orang yang melarikan diri, kendaraan terbengkalai, dan bangunan rusak atau terbakar. Saksi mata melaporkan ledakan dahsyat yang menyebabkan korban jiwa, termasuk anak-anak, serta kehancuran besar di berbagai bagian kota, seperti di Corniche al-Mazraa, salah satu jalan utama di Beirut.

Legislator Hizbullah Ibrahim Al-Moussawi memperingatkan melalui stasiun televisi Lebanon Al-Jadeed bahwa jika Israel tidak mematuhi gencatan senjata, Iran dan sekutunya kemungkinan akan merespons.

“Perjanjian tersebut mencakup Lebanon, sesuai dengan ketentuannya, dan Iran bersikeras untuk memasukkan hal ini,” kata Al-Moussawi.

Menurut laporan dari Lebanon Civil Defence, sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka akibat serangan Israel kemarin seperti dilaporkan Al Jazeera (8/4).

Dalam pernyataan tertulisnya, Elias Chlela, ketua serikat dokter Lebanon, meminta semua dokter dari berbagai spesialisasi segera menuju rumah sakit manapun untuk memberikan bantuan medis. Seruan ini muncul sebagai respons terhadap korban yang sangat banyak setelah serangan udara Israel. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Moto3 Amerika 2026 Insiden Veda Gagal Capai Podium

    Hasil Moto3 Amerika 2026 Insiden Veda Gagal Capai Podium

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Melanjutkan seri balapan Moto3 yang kali ini berpacu di Amerika Serikat, Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama harus menerima kenyataan pahit dirinya di sesi balapan Motor3 Amerika 2026 yang berlangsung pada Minggu (29/3) waktu setempat. Memulai dari posisi keempat, Veda mencoba memacu gas motornya bersaing dengan para rival-rivalnya. Veda tampak tetap berada di tempat […]

  • Kabar Gembira! Menteri PU Usulkan Diskon Tol 30% untuk Mudik Lebaran 2026

    Kabar Gembira! Menteri PU Usulkan Diskon Tol 30% untuk Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 54
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Potongan tarif tol selalu menjadi kabar yang dinantikan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik di musim lebaran, khususnya mereka yang mudik menggunakan kendaraan pribadi. Menjelang musim mudik lebaran 2026  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong badan usaha jalan tol (BUJT) agar memberikan potongan tarif tol hingga 30 persen. Namun demikian, keputusan […]

  • Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru dalam Kasus Daycare Little Aresha

    Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru dalam Kasus Daycare Little Aresha

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha memasuki babak baru. Tak tanggung-tanggung, Polisi menetapkan tersangka baru dalam ada 14 orang dalam kasus tersebut Semula polisi telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus tersebut. Selain itu, ada 17 orang lain yang masih berstatus saksi dan menjalani wajib lapor. Sehingga ada 14 dari 17 saksi […]

  • Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Tambah Daftar OTT KPK di 2026

    Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Tambah Daftar OTT KPK di 2026

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kali ini dilakukan di wilayah Jawa Tengah.  Dalam operasi senyap itu, penyidik lembaga antirasuah berhasil mengamankan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, hal tersebt menambah daftar kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sepanjang 2026. Seperti diketahui, KPK tengah gencar menggelar operasi tangkap tangan atau OTT dalam […]

  • Hasil Cek Kejiwaan: Pelaku Kasus Penganiayaan Terbukti Kerap Konsumsi Minuman Keras Sebelum Beraksi

    Hasil Cek Kejiwaan: Pelaku Kasus Penganiayaan Terbukti Kerap Konsumsi Minuman Keras Sebelum Beraksi

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Usai Polisi menangkap Taufik Hidayat (30) yang menyekap dan menganiaya kekasihnya YTR (29) di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Taufik rencananya akan diperiksa kejiwaan mengingat perbuatan keji terhadap kekasihnya. Dalam laporan diketahui bahwa persembunyiannya terbongkar usai polisi mengendus transaksi yang dilakukan Taufik. “Insyaallah besok kita akan teruskan lagi pemeriksaan-pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, termasuk juga […]

  • Kejaksaan Agung Memanggil 16 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata kelola Program Makan Bergizi Gratis Periode 2025-2026

    Kejaksaan Agung Memanggil 16 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata kelola Program Makan Bergizi Gratis Periode 2025-2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil 16 saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun 2025-2026 pada Senin ini. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna dalam keterangan di Jakarta merinci 16 saksi itu adalah IDMAKN selaku tenaga ahli […]

expand_less