Klarifikasi BGN: Tidak Ada Paksaan MBG bagi Siswa Selama Pembelajaran Daring
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Merebaknya sebuah isu yang menyebutkan anak sekolah tetap wajib mengambil jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) hal tersebut oleh Badan Gizi Nasional (BGN) langsung ditepis, mereka pun menegaskan isu tentang pemaksaan siswa yang mengikuti pembelajaran daring untuk datang ke sekolah guna mengambil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak benar atau hoaks.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya mengemukakan pihaknya saat ini belum menyusun atau membahas petunjuk teknis (juknis) terkait penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran daring.
“Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah,” katanya dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (25/3).
Sony menyebut pelaksanaan MBG sejauh ini masih berlaku dengan penyaluran ke sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka.
Sony juga menyebut BGN berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar.
Baik dari sisi kualitas gizi maupun tata kelola penyaluran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa di seluruh Indonesia.
“Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi,” kata Sony Sanjaya.
Sebelumnya, pemerintah sempat mewacanakan pembelajaran daring dalam rangka hemat BBM usai harga minyak dunia melambung akibat perang AS-Israel di Iran.
Wacana tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayanti menegaskan pembelajaran daring tidak efektif bagi siswa.
“Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah Covid-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita,” kata Esti Wijayanti. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar