Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Mengenal 3 Jenis Cacar, Cacar Air, Cacar Monyet dan Cacar Api, Penyebaran dan Perbedaannya

Mengenal 3 Jenis Cacar, Cacar Air, Cacar Monyet dan Cacar Api, Penyebaran dan Perbedaannya

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap penyakit cacar, dalam dunia medis selama ini sudah terdaftar tiga cacar yang ada di dunia, adapun yang termasuk ke dalam jenis cacar yang umumnya ada di Indonesia, cacar air, dan cacar monyet.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyatakan bahwa sejak pertama muncul pada tahun 2022 hingga 17 Agustus 2024, terdapat 88 kasus cacar monyet di Indonesia dengan 87 kasus telah dinyatakan sembuh. Kasus ini tersebar sebagian besar di pulau Jawa dan ditemui paling banyak di Jakarta dengan jumlah  59 kasus.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker medis jika merasa tidak enak badan. Selain itu, disarankan untuk tidak menggaruk atau memencet bintil dan luka yang ada di kulit, serta segera menghubungi dokter jika muncul gejala tersebut. Kemenkes telah menyediakan 12 laboratorium rujukan secara nasional untuk pemeriksaan cacar monyet.

Cacar monyet (monkeypox), dikategorikan sebagai penyakit tropis yang terabaikan karena sering ditemukan di wilayah Afrika Barat dan Tengah. Sedangkan cacar air (varicella) terjadi di seluruh dunia, namun memiliki pola epidemiologi unik di negara tropis di mana infeksi sering terjadi pada orang, secara khusus, cacar monyet adalah penyakit tropis, sedangkan cacar air adalah penyakit infeksi umum yang memiliki pola epidemiologi berbeda di negara tropis.

Berbeda dengan kedua cacar sebelumnya ada cacar api yang jarang diketahui banyak orang tidaklah termasuk kedalam penyakit tropis, secara medis ia dikenal sebagai herpes zoster atau cacar ular, bukanlah penyakit tropis dalam artian penyakit yang hanya ditemukan di daerah tropis atau ditularkan melalui vektor (seperti nyamuk).

Cacar api adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella-zoster (virus yang sama penyebab cacar air) dan dapat terjadi di mana saja di seluruh dunia.

Penyebab Cacar Air dan Cacar Api

Cacar air dan cacar api memiliki penyebab yang sama, yaitu akibat dari infeksi virus varicella-zoster atau virus herpes zoster. Biasanya dialami oleh anak-anak dengan usia kurang dari 10 tahun. Namun, bisa juga terjadi pada orang dewasa. Biasanya cacar air yang terjadi saat sudah dewasa akan memiliki gejala yang lebih parah.

Penyakit ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, terutama pada orang yang belum pernah terkena cacar air sebelumnya. Penularan virus ini terjadi melalui 2 cara, yaitu akibat terpapar air liur penderita saat batuk, bicara, maupun bersin, dan dari cairan lepuhan yang ada pada kulit penderita.

Cacar api juga disebabkan infeksi virus varicella-zoster dan merupakan lanjutan dari cacar air. Ketika seseorang terkena cacar air, maka virus tersebut bisa bertahan dan berdiam diri  di saraf tanpa memunculkan gejala apa pun. Namun, ketika ada pemicunya maka virus ini akan kembali aktif dan menimbulkan gejala lainnya yaitu cacar api.

Beberapa faktor pemicunya adalah:

  • Turunnya imunitas tubuh.
  • Stres yang tidak terkelola.
  • Tidak mendapatkan vaksin.

Cacar api hanya bisa dialami seseorang yang sudah pernah terkena cacar air sebelumnya. Namun, infeksi virus dari penderita cacar api tetap bisa menyebar pada orang lain yang belum pernah terkena cacar air, hanya saja orang tersebut nantinya akan terkena cacar air, bukan cacar api. Selain itu, tidak semua orang yang pernah terkena cacar air pasti akan terkena cacar api juga.

Gejala Cacar Air dan Cacar Api

Gejala yang muncul pada penderita cacar air dan cacar api pada dasarnya tidak berbeda jauh, seperti demam, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Namun, gejala yang muncul pada kulit berbeda antara keduanya. 

Cacar Air

Pada cacar air akan muncul lepuhan yang terasa gatal dan berisi air pada berbagai area tubuh, seperti tangan, kaki, paha, punggung, dan area lainnya yang akan menyebar. Lepuhan ini nantinya akan mengering dengan sendirinya dalam waktu sekitar 1 minggu dan terkelupas dengan sendirinya.

Pada cacar api, bintil kemerahan dan berisi air juga muncul pada kulit. Bintil ini tidak hanya terasa gatal, tetapi juga terasa perih dan membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang. Bahkan, bisa mencapai 3 sampai 5 minggu. Selain itu, bintil kemerahan ini akan muncul pada area tertentu saja dan tidak menyebar ke seluruh area tubuh.

Pengobatan Cacar Air dan Cacar Api

Cacar air biasanya tidak diobati secara khusus karena akan sembuh dengan sendirinya. Biasanya dokter hanya memberikan resep obat untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat penyakit ini, seperti mengatasi gatal atau demam akibat cacar air. Kecuali, untuk pasien dengan kondisi khusus, seperti ibu hamil atau penderita autoimun, mungkin akan mendapatkan penanganan intensif untuk mengatasi penyakit ini.

Pada cacar api, pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi gejala dan risiko terjadinya komplikasi. Untuk menangani penyakit ini, dokter akan memberikan obat antivirus dan obat-obatan lain sesuai dengan kondisi pasien.

Vaksin Cacar Air dan Cacar Api

Cacar air dan cacar api memiliki jenis virus yang sama sebagai penyebabnya, sehingga vaksin yang digunakan juga sama, yaitu vaksin varicella. Namun, saat ini juga sudah tersedia vaksin cacar api secara khusus yang isinya berbeda dari cacar air dan umumnya digunakan untuk orang dewasa. Bagi penderita yang pernah terkena cacar air dan khawatir akan terkena cacar api, ada baiknya jika mendapatkan vaksin ini. Vaksin varicella juga sebaiknya diberikan pada orang yang pernah terkena cacar api, karena kemungkinan penyakit ini akan kembali lagi cukup tinggi.

Berbeda dengan kedua cacar sebelumnya cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit. Cacar monyet dapat menular dari orang ke orang, tetapi sumber utama penyakit ini adalah hewan pengerat dan primata, seperti tikus, monyet, atau tupai yang terinfeksi.

Penyakit cacar monyet memiliki gejala yang serupa dengan cacar air, yaitu ruam atau bintil berair yang bisa muncul di wajah, dada, hingga bagian dalam hidung dan mulut. Bedanya, cacar monyet disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya terjadi di rahang bawah, leher, dan selangkangan

Penyebab Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox. Virus ini menyebar melalui percikan liur yang masuk lewat mata, mulut, hidung, atau luka di kulit.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya cacar monyet:

  • Gigitan atau cakaran dari hewan pengerat dan primata, seperti tikus, monyet, atau tupai yang terinfeksi.
  • Kontak langsung dengan luka, darah, atau cairan tubuh orang dan hewan yang terinfeksi.
  • Kontak dengan barang-barang yang digunakan oleh orang atau hewan yang terinfeksi, terutama dalam waktu lama.
  • Paparan dari percikan liur yang terkontaminasi virus, misalnya saat berada di dekat orang yang terinfeksi ketika mereka batuk maupun bersin, atau saat berbicara tatap muka dengan penderita.

Faktor risiko cacar monyet
Berikut adalah kelompok orang yang lebih berisiko terkena cacar monyet:

  • Orang yang kontak erat dengan penderita cacar monyet
  • Orang yang tinggal serumah dengan penderita cacar monyet
  • Petugas kesehatan yang merawat penderita cacar monyet
  • Dokter hewan yang merawat primata atau hewan pengerat yang sakit
  • Gejala Cacar Monyet
  • Gejala cacar monyet muncul 5–21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox.

Sedangkan untuk gejala yang dialami penderita cacar monyet, sebagai berikut;

  • Sakit kepala berat
  • Demam (38.5–40.5°C)
  • Nyeri otot
  • Sakit punggung
  • Tubuh terasa sangat letih atau lemas
  • Menggigil
  • Keringat dingin
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, yang ditandai dengan benjolan di leher, rahang bawah, bawah dagu, atau selangkangan
  • Ruam kulit bisa muncul dalam 1–5 hari setelah demam muncul. Berikut ini adalah tahap perkembangan ruam pada pasien cacar monyet:

Ruam dapat muncul di area wajah, badan, lengan, kaki, alat kelamin, kulit kepala, telapak tangan, telapak kaki, mulut, hingga mata, Ruam awalnya berbentuk bintik merah dengan ukuran sekitar 2–5 mm, lalu berkembang menjadi bintil yang keras, menonjol, dan berwarna gelap (papula).

Secara bertahap, bintil akan berisi cairan bening (vesikel) hingga nantinya berubah menjadi cairan kekuningan (pustula), Bintil berisi cairan ini umumnya berbentuk bulat dengan diameter 0,5–2 cm serta terasa keras, gatal, dan nyeri.

Setelah 2–4 minggu, ruam akan mengering menjadi keropeng. Keropeng yang sudah mengelupas dapat meninggalkan bekas kemerahan, serta bercak yang berwarna putih atau hitam pada kulit.

Cacar monyet juga bisa terjadi pada hewan peliharaan. Beberapa gejala cacar monyet yang harus diwaspadai pada hewan adalah:

  • Lesu
  • Mata belekan
  • Hilang nafsu makan
  • Demam
  • Ruam atau bintik merah di kulit

Penderita bisa langsung mencari pertolongan medis ke dokter jika terjadi gejala yang serius, seperti:

  • Dehidrasi dan tidak bisa makan atau minum
  • Sesak napas
  • Gangguan penglihatan
  • Linglung atau mengigau

Diagnosis Cacar Monyet

Diagnosis awal cacar monyet dimulai dengan tanya jawab mengenai kondisi pasien, antara lain:

  • Gejala dan jenis ruam  yang muncul
  • Riwayat kontak dengan orang yang sedang sakit
  • Riwayat bepergian dari negara yang memiliki kasus cacar monyet

Pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis umumnya tidak perlu dilakukan karena tidak mengubah metode penanganan dari kondisi ini. Jika diperlukan, WHO (World Health Organization) menetapkan bahwa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah PCR. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes usap (swab) pada ruam atau kerak luka di kulit pasien.

Pengobatan Cacar Monyet

Penyakit ini umumnya hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam 2–4 minggu. Meski begitu, penderita cacar monyet perlu dirawat di ruang isolasi, bisa di rumah atau rumah sakit, untuk mencegah penyebaran penyakit. 

Selama isolasi di rumah, pasien bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan, terutama sebelum atau setelah menyentuh ruam atau luka.
  • Selama di kamar isolasi, jaga kulit agar tetap kering dan jangan menutup area ruam.
  • Jika berada di sekitar orang lain, kenakan masker dan tutupi area yang luka hingga ruam sembuh.
  • Jika sedang berada di luar kamar isolasi, hindari menyentuh barang-barang dan semprot ruangan dengan disinfektan sesering mungkin.
  • Gunakan air garam sebagai obat kumur untuk luka di mulut.
  • Mandi air hangat dengan soda kue atau garam Epsom untuk luka di tubuh.

Jika gejala yang muncul terasa mengganggu, penderita juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter terdekat. Dokter bisa meresepkan obat untuk meredakan gejala, seperti obat pereda nyeri, pereda gatal, atau krim oles untuk ruam kulit. 

Meski cacar monyet belum memiliki obat khusus, penyebarannya dapat dicegah dengan vaksin cacar air seperti vaksin Jynneos.  Vaksin harus diberikan dalam waktu 4 hari setelah kontak dengan penderita cacar monyet. 

Komplikasi Cacar Monyet

Cacar monyet memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Meski jarang, penyakit ini tetap dapat menimbulkan komplikasi.

Risiko terjadinya komplikasi cacar monyet yang berat lebih tinggi pada anak-anak, ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh lemah, serta orang yang belum mendapatkan vaksinasi.

Komplikasi yang dapat terjadi akibat cacar monyet adalah:

  • Dehidrasi
  • Infeksi bakteri pada kulit
  • Ensefalitis, yaitu peradangan pada jaringan otak
  • Infeksi paru-paru
  • Infeksi cacar monyet pada mata, yang dapat menyebabkan kebutaan

Pencegahan Cacar Monyet

Pencegahan utama cacar monyet adalah menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang sedang terinfeksi atau hewan primata dan pengerat, seperti monyet dan tupai. Beberapa upaya pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah:

  • Hindari berbagi alat makan atau menggunakan barang yang sama dengan orang yang terinfeksi cacar monyet.
  • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol, terutama sebelum makan, menyentuh hidung maupun mata, atau membersihkan luka.
  • Pastikan untuk mendapatkan vaksin cacar monyet, terutama pada orang yang berisiko tinggi, misalnya petugas kesehatan
  • Gunakan sarung tangan ketika akan melakukan kontak dengan hewan peliharaan yang diduga terinfeksi cacar monyet. Hubungi dokter hewan dan jangan biarkan hewan tersebut berkeliaran.
  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miris! Inilah Cerita Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Jogja dan Catatan KPAI: Fenomena Daycare Ilegal Merupakan Masalah Klasik yang Terus Berulang Di Berbagai Kota Besar.

    Miris! Inilah Cerita Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Jogja dan Catatan KPAI: Fenomena Daycare Ilegal Merupakan Masalah Klasik yang Terus Berulang Di Berbagai Kota Besar.

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sudah sedari dulu sejarah mencatat bahwa kota Yogyakarta sebagai kota pelajar di Indonesia, sepanjang sejarahnya banyak tokoh besar lahir dan menempuh pendidikannya di Yogyakarta, namun statusnya sebagai kota pelajar ini sedikit tergores luka akibat adanya kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha. Noorman, salah satu orang tua korban, mengaku sangat terpukul setelah melihat […]

  • Karena lembur jadi tidak tarawih, apakah berdosa?

    Karena Lembur Tidak Shalat Tarawih, Apakah Berdosa? Begini Penjelasan Ustaz

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 57
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pada bulan Ramadhan, ada shalat khusus yang dilakukan oleh umat Islam, yang disebut shalat Tarawih. Dalam bahasa Arab, istilah itu sendiri berarti istirahat atau relaksasi. Nama ini dilekatkan dengan shalat ini karena ia merupakan shalat yang panjang, baik 20 atau 8 rakaat. Salat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang paling ditunggu umat […]

  • 5 Fakta Menarik Penangkapan Buronan Interpol yang Tertangkap di Bali

    5 Fakta Menarik Penangkapan Buronan Interpol yang Tertangkap di Bali

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS –Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Inggris, Steven Lyons (45), ditangkap di Bali setelah menjadi buron Interpol. Pria yang dikenal sebagai bos mafia di Skotlandia ini diburu atas sejumlah kejahatan di negaranya. Dalam catatan yang ada Steven Lyons merupakan daftar buron Interpol yang di-red notice. Sebagai informasi, red notice Interpol adalah permintaan internasional […]

  • MUI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace

    MUI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mempertimbangkan kembali untuk keterlibatan dalam Board of Peace, termasuk opsi untuk menarik diri dari forum internasional tersebut. Keikutsertaan Indonesia justru dinilai tidak sejalan dengan sikap konstitusional yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyatakan keputusan Indonesia bergabung dengan Board of […]

  • Pengamat Soroti Akses Udara Untuk Militer Amerika Serikat, Fauzan: Izin kepada pesawat militer AS, maka akan semakin tinggi risiko terseret konflik bersenjata di kawasan.

    Pengamat Soroti Akses Udara Untuk Militer Amerika Serikat, Fauzan: Izin kepada pesawat militer AS, maka akan semakin tinggi risiko terseret konflik bersenjata di kawasan.

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Spekulasi yang muncul setelah bocornya rencana kesepakatan tentang akses udara (blanket overflight access) bagi pesawat militer Amerika Serikat di Indonesia adalah bahwa terdapat upaya untuk ‘mengamankan’ Selat Malaka pascablokade Hormuz. Kabar ini pertama kali dimuat oleh media dari India, Firstpost, yang terbit pada 15 April 2026. Dalam artikel tersebut, dijelaskan dengan Amerika Serikat […]

  • Ketika Presiden Prabowo Salami Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan di Istana

    Ketika Presiden Prabowo Salami Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan di Istana

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 73
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik sejumlah pejabat baru sore ini. Usai pelantikan, Prabowo tampak menyalami akademisi Rocky Gerung dan Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, yang menjadi tamu dalam pelantikan tersebut. Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung menghadiri pelantikan sejumlah pejabat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701