Pemerintah Tolak Pangkas Anggaran MBG, Prabowo: Saya Yakin Berada di Jalan yang Benar!
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Di tengah rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran, langkah tersebut diambil sebagai dampak akibat meningkatnya ketegangan yang terjadi di timur tengah.
Pemerintah bersikeras tidak akan memotong anggaran program Makan Bergizi Gratis, hal tersebut ditegaskan langsung oleh presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto yakin program Makan Bergizi Gratis berada di jalan yang benar.
Dirinya mengatakan MBG membuat rakyat bisa makan dan mendapatkan gizi.
“Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar,” kata Prabowo dalam tayangan Prabowo Menjawab dikutip Rabu (25/3).
“Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat. Saya rencana saya di sini,” lanjut Prabowo.
Dirinya menceritakan ia menyaksikan langsung di desa-desa saat kampanye banyak anak yang dalam kondisi stunting. Ini kemudian menjadi salah satu alasan MBG diciptakan.
“Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun,” beber Prabowo.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan Realisasi serapan anggaran Makanan Bergizi Gratis mencapai Rp44 triliun hingga 9 Maret 2026. Jumlah tersebut sama dengan 13,1% dari APBN senilai Rp335 triliun.
Adapun jumlah penerima MBG mencapai 61,62 juta penerima dengan 25.082 SPPG beroperasi hingga 9 Maret 2026.
Secara rinci berdasarkan wilayah, pulau Sumatera terdapat 12,63 juta penerima. Kemudian di Jawa terdiri dari 35,47 juta penerima dan Kalimantan sebanyak 2,63 juta penerima. Sementara di Sulawesi terdapat 4,49 juta penerima dengan Maluku-Papua terdiri dari 2,88 juta penerima. Sementara di Bali-Nusa Tenggara sebanyak 3,52 juta penerima MBG.
Penerima MBG sendiri terdiri dari dua kelompok yakni siswa dan non siswa. Hingga akhir Februari 2026, jumlah penerima dari kelompok siswa mencapai 49,9 juta penerima. Sedangkan penerima non siswa sebanyak 10,5 juta penerima.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski menghadapi tekanan anggaran serta kritik terkait pelaksanaannya di lapangan.
Program tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam menekan angka stunting dan memperkuat fondasi pembangunan generasi mendatang.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” tegas Prabowo
Prabowo memandang program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok pangan.
“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31.000 dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30.000 dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” ujar dia.
Ia merinci setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dapat menciptakan 5–10 vendor pemasok bahan pangan di tiap dapur.
Terkait berbagai kritik dan temuan di lapangan, Presiden mengakui masih terdapat kekurangan dalam implementasi program, namun pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk melakukan penertiban.
“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” ungkapnya. Presiden menegaskan pembiayaan program ini tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi dan pengurangan kebocoran anggaran negara.
Presiden menambahkan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat luas, khususnya kelompok bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.
“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” tutup Prabowo. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar