Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » OSN 2026 Segera Dimulai! Simak 3 Hal Penting: Jadwal, Mekanisme, dan Syarat

OSN 2026 Segera Dimulai! Simak 3 Hal Penting: Jadwal, Mekanisme, dan Syarat

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Olimpiade Sains Nasional (OSN) secara resmi kembali diselenggarakan di tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan mengundang kepada seluruh sekolah yang ada di tanah air. Pendaftaran dimulai dari tanggal 1 hingga 28 Februari 2026, peserta dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

OSN, sudah lama menjadi patokan bagi siswa yang uggul secara akademik di bidang sains dan teknologi, pada tahun ini kembali membawa misi penting, bukan sekadar mencari juara, tetapi siap melahirkan cadangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap untuk berkompetisi dipersaingan global.

Secara khusus pihaknya tengah mengangkat tema semangat inovasi dan ketangguhan, OSN 2026 dirancang sebagai proyek jangka panjang bagi calon peraih medali emas dalam berbagai olimpiade sains internasional di tahun yang akan datang.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Dr. Maria Veronica Irene, menekankan bahwa OSN tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi.

“Saya mohon kerja samanya semua, ini bukan hanya lomba, tapi membangun karakter anak,” ujarnya dalam sambutan sosialisasi OSN 2026 pada Kamis (29/1/2026) dalam Live Streaming Youtube @pusatprestasinasional.

Kompetisi OSN berbeda dengan kompetisi akademik biasa, di OSN peserta dituntut untuk menguasai konsep yang mendalam serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).

Tahun ini, Puspresnas kembali menetapkan sembilan mata pelajaran yang dilombakan, dengan variasi yang disesuaikan untuk setiap jenjang pendidikan.

Pada jenjang SD, fokus kompetisi difokuskan pada dua fondasi sains utama, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Diharapkan di jenjang ini, peserta bukan hanya menghafal rumus, melainkan peserta dapat menumbuhkan nalar logika dan rasa ingin tahu ilmiah sejak usia belia.

Memasuki jenjang SMP, jangkauan lomba diperluas menjadi enam mata pelajaran yaitu, Matematika, IPA Terpadu, Fisika, Biologi, dan yang semakin populer, Informatika/Komputer. Hal ini menujukkan sebuah tren positif dengan adanya kenaikan minat pada bidang Informatika di jenjang SMP menunjukkan adanya pergeseran minat generasi muda menuju era digital.

Sedangkan untuk jenjang SMA/SMK, kontestasi semakin tersegmentasi dan mendalam. hal tersebut mencakup tujuh mata pelajaran, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Astronomi, dan Kebumian. Cabang Astronomi dan Kebumian seringkali menjadi kejutan bagi masyarakat umum, namun perlu diketahui kedua cabang itu sangat penting untuk menjaga kedaulatan bangsa di bidang maritim dan kedirgantaraan.

Karakteristik utama OSN ini terletak pada mekanisme seleksi yang kompetitif dan bertahap. Pendaftaran sepanjang Februari ini merupakan fase inisiasi yakni sebuah titik mula sebelum para peserta menempuh rangkaian panjang menuju puncak prestasi.

  1. Seleksi Tingkat Sekolah (OSN-S): Sekolah wajib menyelenggarakan seleksi internal untuk menentukan perwakilan terbaiknya. Proses ini biasanya berlangsung di bulan Maret. Hanya siswa dengan kemampuan di atas rata-rata yang akan didaftarkan ke tingkat kabupaten/kota.
  2. Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K): Di tahap ini, kompetisi mulai terasa. Siswa dari berbagai sekolah di satu daerah saling berhadapan. Juara I, II, dan III di tingkat kabupaten berhak melaju ke tingkat provinsi.
  3. Seleksi Tingkat Provinsi (OSN-P): Ini adalah penyaringan yang paling berat. Ratusan siswa terbaik dari berbagai kabupaten akan bertarung memperebutkan tiket ke nasional. Hanya sebagian kecil, biasanya 3-5 besar per mata pelajaran, yang berhasil lolos.
  4. Seleksi Tingkat Nasional (OSN): Puncak acara yang mempertemukan para jenius muda dari seluruh provinsi di Indonesia. Pemenang di sini tidak hanya mendapat medali, tetapi juga undangan langsung ke pemusatan latihan nasional (National Training Camp) untuk persiapan olimpiade internasional.

Pendaftaran OSN 2026 kini kembali melalui satu pintu di laman resmi Puspresnas untuk memastikan pendataan yang lebih transparan dan presisi. Namun, kecanggihan sistem ini menuntut ketelitian ekstra dari pihak sekolah.

Pihaknya menghimbau untuk sekolah yang mendaftarkan siswanya untuk memastikan seluruh detail data siswa mulai dari NISN hingga pilihan mata pelajaran sudah benar sebelum disimpan. Tahap ini merupakan fondasi sehingga kesalahan teknis kecil dalam pengisian data dikhawatirkan menghambat akses ujian hingga mengakibatkan kesalahan cetak pada sertifikat juara nantinya.

Dalam arahannya ia mengingatkan bahwa jendela waktu yang diberikan selama satu bulan itu adalah waktu yang cukup untuk mempersiapkan data.

“Jangan menunggu menit-menit terakhir. Gangguan server karena traffic tinggi di detik-detik penutupan sering terjadi. Jadi kami himbau agar sekolah mendaftarkan siswanya sedini mungkin,” tutupnya.

Adapun syarat peserta dalam ajang OSN 2026, sebagai berikut:

  1. Peserta adalah WNI dan mewakili sekolahnya;
  2. Peserta didik kelas IV dan V SD/MI sederajat; Kelas VII dan VIII untuk jenjang SMP/MTs sederajat;
  3. Peserta memiliki kompetensi dalam bidang IPA, IPS, dan Matematika;
  4. Peserta OSN yang menang ditahun sebelumnya diperkenankan mengikuti kembali dengan ajang yang berbeda;
  5. Pelaksanaan registrasi melalui sistem aplikasi pendaftaran lomba Pusat Prestasi Nasional;
  6. Surat keterangan yang ditandatanani oleh kepala sekolah;
  7. Operator sekolah wajib mengunggah pakta integritas yang telah ditandatangani peserta dan surat keterangan kepala sekolah di portal registrasi.

Setiap sekolah diwajibkan menyiapkan lima siswa untuk mengikuti seleksi tingkat OSN-K. Setelah seleksi tingkat kabupaten/kota, maka peserta yang berhak dapat melaju ke tingkat provinsi berjumlah lima orang, dengan ketentuan maksimal dua peserta per sekolah.

Sementara itu, jumlah peserta yang berhak melaju ke final nasional dibatasi sebanyak 115 peserta per bidang lomba.

Peran guru pembina (tutor) dan orang tua menenentukan keberhasilan siswa di OSN. Bagi guru, bulan Februari ini adalah momen yang tepat memantau data pendaftaran dan memastikan siswa yang berpotensi tidak terlewat. Dan tentunya bagi orang tua, dukungan doa dan moral menjadi sangat diperlukan, adanya tekanan dalam kompetisi seringkali membuat siswa stres, maka peran orang tua adalah menjaga semangat anak agar tetap positif dan semangat dalam meraih prestasi***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.179  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan

    Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Presiden Indonesia ke-8, Prabowo Subianto pada Jumat, 13 Februari 2026 menghadiri peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Pemeuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan serta groundbreaking 107 SPPG Polri di seluruh Indonesia. Dalam peresmian tersebut Presiden Prabowo disambut oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan Polri, serta para undangan mengikuti peresmian dan groundbreaking secara hybrid yang berasal […]

  • Menlu RI Sugiono Pastikan TNI di Gaza Tidak Lakukan Operasi Militer

    Menlu RI Sugiono Pastikan TNI di Gaza Tidak Lakukan Operasi Militer

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 5
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaslan peranan Indonesia di gaza pasca bergabungnya di Dewan Peramaian (Board of Peace) dibeberapa waktu yang lalu, ia menegaskan bahwa Indonesia belum memberikan dana apapun kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace). Sugiono mengakui bahwa salah satu syarat untuk bergabung Board of Peace memang menawarkan calon anggotanya untuk membayar biaya […]

  • Antisipasi Travel Dadakan Jelang Mudik Lebaran

    Antisipasi Travel Dadakan Jelang Mudik Lebaran

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Korlantas Polri mulai bersiap melakukan pengamanan jelang periode mudik Hari Raya Idul Fitri 2026. Salah satu aspek yang mendapat perhatian yakni potensi meningkatnya travel dadakan atau angkutan tidak resmi. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, travel dadakan ini memiliki kerawanan penyebab kecelakaan lalu lintas. Sebab, kendaraan yang digunakan tidak melalui uji kelayakan. Akhirnya keselamatan warga bisa […]

  • KPK Terus Sasar Kepala Daerah

    KPK Terus Sasar Kepala Daerah

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Wali Kota nonaktif Madiun, Maidi (MD) pada Rabu (21/1). Dari penggeledahan tersebut, penyidik menemukan sejumlah barang bukti terkait kasus dugaan pemerasan bermodus fee proyek, dana Corporate Social Responsibility (CSR), serta penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. “Penggeledahan berlangsung hingga malam hari,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis […]

  • Resmi Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji. dok. Ist photo_camera 1

    Resmi Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Nandang Kurnaedi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    INFOKITA.News- Resmi. Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023–2024, era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), setelah ditetapkanKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kabar penetapan tersangka Yaqut Cholil Qoumas itu tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh […]

  • Dibalik Klaim Super Cepat Penanganan Bencana, Ratusan Jiwa di Lhok Pungki Aceh Utara Masih Tidur di Tenda

    Dibalik Klaim Super Cepat Penanganan Bencana, Ratusan Jiwa di Lhok Pungki Aceh Utara Masih Tidur di Tenda

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dibalik klaim pemerintah yang telah melakukan penanganan super cepat terkait penanganan pascabencana di Sumatera, masih banyak warga yang tidur beratap terpal dan beralas tanah. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan pemulihan daerah bencana. “Dan (Presiden Prabowo) ingin seluruh satgas dan setiap menteri ataupun pejabat yang terkait […]

expand_less