Menlu RI Sugiono Pastikan TNI di Gaza Tidak Lakukan Operasi Militer
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaslan peranan Indonesia di gaza pasca bergabungnya di Dewan Peramaian (Board of Peace) dibeberapa waktu yang lalu, ia menegaskan bahwa Indonesia belum memberikan dana apapun kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace).
Sugiono mengakui bahwa salah satu syarat untuk bergabung Board of Peace memang menawarkan calon anggotanya untuk membayar biaya kontribusi sebesar USD 1 miliar. Hanya saja menurutnya, biaya itu bukan merupakan persyaratan wajib untuk menjadi anggota Board of Peace.
“Dari awal saya bilang ini namanya bukan iuran keanggotaan. Bukan syarat keanggotaan. Kita sekarang sudah anggota (Board of Peace) jadi tidak perlu bayar juga tidak apa-apa,” ujar Sugiono, Jumat (20/2) waktu setempat.
Selain itu, ia juga mengonfirmasi bahwa Indonesia juga belum menyumbang iuran bagi rekonstruksi Gaza, yang nilainya diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada pertemuan perdana Board of Peace sehari sebelumnya.
Sugiono mengatakan bahwa iuran tersebut adalah sumbangan lain di luar kontribusi keanggotaan sebesar USD 1 miliar. Sembilan negara, yakni Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait, telah menyatakan komitmen kontribusi dengan total mencapai USD 7 miliar.
“Jadi kemarin yang dibicarakan ini on top of USD 1 miliar itu. Ada negara-negara lain yang ingin kontribusi di situ, dan sudah ada pledge USD 7 miliar, jadi kontribusinya ada yang dalam bentuk uang, ada yang pasukan” jelasnya.
Menurut Sugiono, masing-masing anggota Board of Peace memiliki cara berbeda dalam berkontribusi bagi Gaza. Jika negara lain memilih mendonasikan dana, Indonesia akan berkontribusi melalui pengerahan pasukan sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF), yakni operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza.
Dalam kesempatan yang sama ia menjelaskan misi yang akan diemban oleh pasukan Garuda di daerah Gaza , Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun aksi militer, melainkan fokus menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.
“Sudah kita sampaikan ke ISF bahwa kita tidak melakukan operasi militer, kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterasi, yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak kemudian terlibat upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana, tentu saja ada hal-hal yang sifatnya rule of enggagement yang kita bisa lakukan sebagai pasukan dalam rangka mempertahankan diri” pungkasnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar