Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Heboh Pengurus RW di Kalideres Minta THR ke Pengusaha, Minimal Rp 200 Ribu

Heboh Pengurus RW di Kalideres Minta THR ke Pengusaha, Minimal Rp 200 Ribu

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Belum lama ini telah beredar surat permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) dari pengurus RW di Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, ke sejumlah perusahaan yang menjadi heboh di media sosial.

Surat tersebut menuai sorotan publik lantaran mencantumkan nominal sumbangan yang dipatok mulai dari Rp200 Ribu, Rp300 Ribu, dan Rp500Ribu

Permintaan itu diajukan oleh satu Rukun Warga (RW) yang sama, yakni RW 09 Kelurahan Kamal, Kalideres.

Kejanggalan lain yang disorot publik adalah adanya beberapa surat dengan nominal berbeda yang mengatasnamakan berbagai jabatan pengurus, mulai dari Ketua RW, Wakil Ketua RW, Kamtibmas, Danton, hingga Kasatlak Hansip RW.

Menanggapi kekisruhan yang beredar luas tersebut, Ketua RW 09 Kelurahan Kamal, Wijaya Kusuma, akhirnya angkat bicara.

Wijaya mengakui adanya surat permintaan THR yang dikirimkan ke sejumlah pabrik di wilayah RW-nya. Ia menjelaskan, dirinya merupakan Ketua RW yang baru menjabat selama beberapa bulan untuk menggantikan ketua sebelumnya yang meninggal dunia.

Ia mengaku format proposal maupun pencantuman berbagai jabatan dalam surat tersebut merupakan format lama yang sudah digunakan oleh kepengurusan sebelumnya.

“Kalau terkait masalah yang THR-an ya, saya kan nerusin RW almarhum saja. Terus proposalnya pun sama. Nah, terkait nama ABCD, RW, wakil, itu kan memang sudah zaman almarhum kayak gitu, jadi saya nerusin dah kira-kira kayak gitu,” papar Wijaya pada Selasa (10/3).

Ia mengaku bingung surat tersebut jadi polemik karena hanya meneruskan praktik yang telah berjalan selama bertahun-tahun di lingkungan tersebut. Bahkan, menurut dia, sejumlah perusahaan di wilayah tersebut sebenarnya sudah terbiasa menerima proposal serupa.

Dirinya mengaku bingung surat tersebut jadi masalah karena hanya meneruskan praktik yang telah berjalan selama bertahun-tahun di lingkungan tersebut. Bahkan, menurut dia, sejumlah perusahaan di wilayah tersebut sebenarnya sudah terbiasa menerima proposal serupa.

“Memang sudah dari dulu-dulu seperti itu, sudah kenal lah sebetulnya pabrik-pabriknya,” kata Wijaya.

Terkait nominal Rp 200.000-500.000 yang tertera dalam surat, Wijaya menyebutkan bahwa angka tersebut memang berasal dari draf surat lama dan sama sekali tidak ia ubah.

Meski nominal tersebut tertulis jelas, Wijaya mengeklaim bahwa pihaknya tidak pernah memaksa perusahaan untuk memberi THR sesuai angka yang tertera.

Katanya, besaran THR sesuai keikhlasan pihak perusahaan dalam memberikan THR tersebut.

“Jadi saya mah apa adanya surat dari dulu enggak dikurangin, dilebihin. Perusahaan juga nggak harus dia menuhi syarat itu, enggak. Bervariasi, ada yang Rp 300.000 ada yang Rp 200.000, begitu. Enggak semuanya itu perusahaan ngasih segitu, enggak,” kata Wijaya.

Wijaya juga membantah surat yang dipecah-pecah tersebut digunakan untuk memperkaya masing-masing pengurus RW yang namanya tercantum.

Dirinya mengeklaim, seluruh uang yang terkumpul dari perusahaan akan digabungkan untuk membeli bingkisan Lebaran. Bingkisan tersebut nantinya akan dibagikan kepada pihak-pihak yang membantu operasional lingkungan.

“Jadi enggak ada kaitannya nih apa RW sekian, wakil sekian, enggak. Semua saya jadiin satu saya bakal beli bingkisan buat THR-an orang-orang saya, RT sama jajarannya, kemudian PPSU juga,” ungkapnya.

Menurut Wijaya, permintaan THR kepada perusahaan dilakukan karena pihak RW tidak memiliki alokasi dana khusus untuk memberikan THR kepada para pengurus lingkungan.

“Pokoknya saya dapat semana duitnya, ya sudah, langsung beli bingkisan, ada kain, biskuit, minyak, beras, kira-kira kayak gitu dah. Nanti disalurin tuh, dibagiin, RT sama jajarannya bertiga, gitu. Nanti PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum) juga,” tambahnya.

Ia mengeklaim, seluruh uang yang terkumpul dari perusahaan akan digabungkan untuk membeli bingkisan Lebaran.

Bingkisan tersebut nantinya akan dibagikan kepada pihak-pihak yang membantu operasional lingkungan. Baca juga: Ketua RW di Kalideres Klaim Minta THR ke Perusahaan untuk Bingkisan Pengelola Lingkungan.

“Jadi enggak ada kaitannya nih apa RW sekian, wakil sekian, enggak. Semua saya jadiin satu saya bakal beli bingkisan buat THR-an orang-orang saya, RT sama jajarannya, kemudian PPSU juga,” ungkapnya.

Menurut Wijaya, permintaan THR kepada perusahaan dilakukan karena pihak RW tidak memiliki alokasi dana khusus untuk memberikan THR kepada para pengurus lingkungan.

“Pokoknya saya dapat semana duitnya, ya sudah, langsung beli bingkisan, ada kain, biskuit, minyak, beras, kira-kira kayak gitu dah. Nanti disalurin tuh, dibagiin, RT sama jajarannya bertiga, gitu.

Nanti PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum) juga,” tambahnya.

Meski telah menyebarkan proposal permintaan THR ke sejumlah perusahaan di wilayah RW 09, Wijaya menyebut uang THR belum terkumpul sepenuhnya.

Menyadari adanya keresahan di kalangan pengusaha dan warga, Wijaya berjanji akan segera mengevaluasi sistem pengajuan THR tersebut.

“Nanti kalau memang kayak begini caranya menurut perusahaan itu terlalu banyak, ya mungkin kita nanti coba berusaha dirapiin. Ya misalnya jadi satu. Bisa juga saya langsung komunikasi sama perusahaan,” tutup Wijaya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbas Hujan Es dan Angin Kencang, Malam Takbiran 2026 di Sindangasih dalam Gelap Gulita

    Imbas Hujan Es dan Angin Kencang, Malam Takbiran 2026 di Sindangasih dalam Gelap Gulita

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menjelang 1 Syawal biasanya dinantikan untuk dikumandangkan gema takbir, tetapi sedikit berbeda di tahun 2026 atau 1447 H di Kampung Kandangsapi, Desa Sindangasih, Kabupaten Cianjur pada Jumat (20/3). Menjelang waktu Maghrib cuaca panas dan cerah sedari pagi hingga memasuki waktu sore tadi, berubah menjadi awan gelap dan mendung, tidak lama berselang setelah itu […]

  • BMKG Peringatkan Warga BeriapHadapi Kemarau Lebih Awal

    BMKG Beri Peringatan: Waspada Musim Kemarau Datang Lebih Awal

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.news – Negara-negara di sekitar kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berpotensi dilanda gelombang panas yang lebih hangat dari biasanya mulai April mendatang. Menurut prakiraan musiman terbaru Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC), suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara diperkirakan berada di atas rata-rata untuk periode Maret-April-Mei 2026. ASMC memproyeksi untuk periode tiga […]

  • Ilustrasi kebun sawit.

    Perkebunan Sawit di Cianjur Menunggu Kajian

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi melarang penanaman kelapa sawit mulai awal Januari 2026. Larangan tersebut menitikberatkan pada pembukaan lahan baru, sementara keberadaan perkebunan sawit eksisting di Cianjur masih menunggu kajian dan tindak lanjut dari pemerintah terkait, Kamis (8/1). Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 187/PM.05.02.01/PEREK tentang Larangan Penanaman Kelapa Sawit di […]

  • KPK Resmi Tahan Eks Menag RI Yaqut Cholil Qoumas Kasus Korupsi Kuota Haji

    KPK Resmi Tahan Eks Menag RI Yaqut Cholil Qoumas Kasus Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Gus Yaqut Tersangka Kasus Korupsi KUota Haji Mengenakan Rompi Jingga dan diborgol

  • DPR RI : Polri Tetap di Bawah Presiden

    DPR RI : Polri Tetap di Bawah Presiden

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menegaskan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap menjadi lembaga negara yang berada langsung di bawah Presiden. Penegasan ini memastikan bahwa Polri tidak berada di bawah kementerian mana pun. Penegasan tersebut disepakati dalam Rapat Paripurna DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI […]

  • Menteri IPK, AHY: Potongan Tarif Tol Untuk Kurangi Biaya Perjalanan

    Menteri IPK, AHY: Potongan Tarif Tol Untuk Kurangi Biaya Perjalanan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menyebutkan kebijakan potongan harga yang diberikan pemerintah diharapkan dapat mengurangi beban biaya perjalanan selama mudik lebaran 2026. “Dari Kementerian PU sudah berkoordinasi untuk pengguna jalan darat, ada diskon 20 persen untuk tol di sejumlah atau di berbagai ruas jalan tol yang ada di Indonesia. Ini […]

expand_less