Gempa M 7,6: 1 Korban Tewas di Manado dan 1 Anak Tertimpa Reruntuhan, BMKG Catat Ada 11 Gempa 11 Susulan
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Gempa bumi tektonik dengan gelombang 7,6 M yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/) pagi WITA, menimbulkan korban jiwa di Kota Manado. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu anak mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Seorang warga tewas tertimpa reruntuhan bangunan Gedung Olahraga (GOR) milik KONI Manado di Sario.
Korban bernama Deice Lahia (69), seorang perempuan wirausaha. Korban langsung dievakuasi oleh petugas serta warga setempat menuju Rumah Sakit Bhayangkara Manado.
Kepanikan warga terjadi setelah gempa yang guncangannya sangat terasa kuat di Manado. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara (Malut) sehingga membuat warga memilih menyelamatkan diri.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara setelah gempa terjadi pukul 05.48 WIB.
Gempa magnitudo 7,6 itu terjadi sekitar pukul 05.48 WIB, dengan episentrum terletak pada koordinat 1,25 derajat lintang utara dan 126,27 bujur timur. Pusat gempa berada di laut 129 kilometer arah tenggara Bitung pada kedalaman 62 kilometer.
Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD hingga kini masih menyisir berbagai lokasi di Manado untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban tambahan maupun kerusakan infrastruktur yang lebih parah.
Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi yang disampaikan melalui kanal BMKG dan pemerintah daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas gempa susulan setelah gempa berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
“Hingga pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar yaitu 5,5,” ucap Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers daring, Kamis (2/4).
BMKG juga mencatat hasil observasi muka air laut yang terdeteksi di sejumlah lokasi. Hal ini menjadi bagian dari pemantauan lanjutan pascagempa utama.
“Hasil observasi muka air laut tsunami terdeteksi di tiga lokasi yang baru masuk, yaitu Halmahera Barat pukul 06.08 dengan ketinggian 0,3 meter. Kemudian Bitung pada pukul 06.15 dengan ketinggian 0,2 meter, dan Minahasa Utara pukul 06.16 Waktu Indonesia Barat dengan ketinggian 0,75 meter,” ucap Faisal.
BMKG menegaskan kondisi masih terus dipantau, termasuk potensi gelombang tsunami yang belum sepenuhnya berakhir.
“Kemudian saat ini tsunami diperkirakan masih berlangsung dan BMKG terus memonitor. Kami akan memberikan konferensi pers lanjutan dengan informasi yang lebih detail setelah peringatan dini tsunami diakhiri,” pungkasnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar