Gempa Bumi Berkekuatan 7,6 Magnitudo Guncang Maluku Utara
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Tidak hanya di Sulawesi Utara, gempa bumi dengan kekuatan gelombang magnitudo 7,6 juga mengguncang Ternate, Maluku Utara.
Di Kota Ternate, Maluku Utara, dilaporkan ada sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa 7,6 magnitudo, kata Basarnas Ternate. Namun sejauh ini belum dilaporkan ada korban meninggal dunia.
“Ada beberapa rumah dan tempat ibadah yang mengalami kerusakan,” kata Icshan Humas Basarnas Ternate, kepada BBC News Indonesia, Kamis (02/04).
Sebagian bangunan rusak berat, namun sebagian lainnya rusak ringan.
Laporan-laporan yang diterima Basarnas Ternate menyebutkan, wilayah yang terdampak di Pulau Batan 2, Kota Ternate tengah dan selatan.
Bangunan rusak akibat gempa juga dilaporkan terjadi di Olemahera Barat dan Olemahera Tengah
Menurut BNPB, guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya.
Warga Kota Ternate, Maluku Utara, juga dilaporkan merasakan guncangannya sehingga masyarakat dilaporkan sempat “panik dan berhamburan keluar rumah,” ungkap BNPB.
Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB.
Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.
Dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate, lapor BNPB.
Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan.
Sementara itu, di Kota Bitung, pendataan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.
“Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Kamis (02/04).
BNPB kemudian mengimbau warga yang tinggal di pesisir agar tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.
Muhari juga meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis, (2/4) pukul 05.48 WIB.
Berdasarkan data pemutakhiran, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar