6 Resep Rahasia Puasa Nyaman Bagi Penderita GERD
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Umat Islam merasakan kegembiraan yang berlimpah karena dipertemukan dengan bulan suci ini. Puasa wajib menahan segala bentuk hal yang membatalkan puasa. Siapa pun pasti tidak sabar berburu takjil dan segala turunannya.
Penyakit GERD atau Asam lambung yang naik sering kali menjadi tantangan sendiri pada bulan Ramadan. Hal itu tergantung bagaimana kondisi tubuh saat menjalankan puasa.
Berikut ada resep rahasia untuk dapat menjalankan ibadah puasa dnegan nyaman dan tanpa khawatir GERD tiba-tiba menyerang.
- Selalu usahakan untuk tetap sahur
Sahur adalah persiapan diri berupa makan dan minum sebelum terbitnya fajar. Bukan syarat sah puasa, tetapi sahur termasuk sunnah Rasulullah SAW. Apabila mempuyai peyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), sebaiknya tidak melewatkan kesempatan emas ketika sahur.
Sahur bertujuan mengisi lambung dan menyediakan energi selama berpuasa. Jika perut terisi saat puasa, maka pH lambung stabil dan mencegah peningkatan asam lambung.
2. Memilih makanan yang sesuai dengan tubuh saat sahur dan berbuka
Ketika berbuka puasa kerap kali gelap mata, ada yang bilang balas dendam. Semua makan dan minum serasa menggoda untuk disantap saat berbuka. Nah, penderita asam lambung sebaiknya menghindari makanan padas, asam, dan berlemak.
Beberapa orang beranggapan kurang afdol tanpa makanan pedas. Senyawa capsain pada makanan pedas bisa memicu peningkatan asam lambung. Makanan tinggi lemak, termasuk gorengan, dapat memperparah gejala asam lambung. Hal ini dapat diubah dengan cara pengolahan makanan, seperti menu kukus, tumis, atau rebus supaya lebih sehat.
3. Perbaiki pola tidur atau istirahat yang cukup
Perut kenyang mudah sekali membuat mata terlelap. Padahal, sebetulnya tidak disarankan tidur kembali setelah sahur. Hal ini dapat memicu peningkatan asam lambung dan gangguan lain di dalam sistem pencernaan.
Berilah jeda dua hingga tiga jam setelah makan jika ingin berbaring. Ketika subuh bisa memulai kegiatan yang lebih produktif, contohnya beribadah, olahraga ringan, belajar, atau menyiapkan pekerjaan.
Sejatinya tubuh juga memerlukan waktu untuk beristirahat. Tanpa disadari, karena sering memaksakan diri untuk begadang. Apabila waktu tidur kurang, sistem pencernaan yang seharusnya istirahat harus bekerja dan berisiko meningkatkan asam lambung.
4. Cukup cairan untuk mencegah dehudrasi dalam tubuh
Tubuh memerlukan cairan untuk menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Wujud cair mendominasi susuan tubuh manusia. Saat berpuasa tubuh otomatis tidak memperoleh cairan dari luar lebih dari 12 jam. Nah, kondisi ini sering kali membuat dehidrasi.
Cara mencegahnya usahakan meminum asupan cairan yang cukup selama waktu berbuka puasa dan sahur. Selain itu, hindari minuman yang mengandung kafein dan bersoda.
5. Sediakan obat pencegah asam lambung naik karena GERD bisa datang sewaktu-waktu
Adakalanya perlu menyiapkan obat pencegah asam lambung di rumah. Jika obat diresepkan oleh dokter, konsultasikan waktu yang tepat meminumnya (sahur atau berbuka puasa).
Pada saat puasa ramadan, penderita asam lambung bisa saja mengalami gejala penyakit berupa nyeri ulu hati, mual, atau cairan lambung naik ke mulut. Apabila gejalanya berat dan tidak tertahankan, bisa diatasi dengan membatalkan puasa ramadan.
6. Saat makan dan minum sebaiknya tidak tergesa-gesa
Beberapa orang yang sekali makan dengan suapan besar dan ritmenya cepat. Kebiasaan ini tentunya tidak baik untuk sistem pencernaan. Berbukalah puasa dengan porsi yang kecil tetapi sering.
Mulailah berbuka dengan menu yang ringan, seperti air putih dan kurma. Tahapan selanjutnya, bisa memulai makanan menu berat. Dan jangan sekali-kali menunda waktu berbuka puasa.
Demikian resep rahasia untuk penderita asam lambung bisa diterapkan selama bulan suci Ramadan. Semoga Puasa kali ini dilancarkan dalam menjalani puasa di bulan yang suci. Asam lambung aman, puasa ramadhan lancar.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar