Bom Teror Menerjang Ketua BEM UGM, Usai Bersurat Ke Unicef
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Belum lama setelah dirinya mengirim surat ke UNICEF beberapa waktu yang lalu, Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM.
Universitas Gajah Mada kemudian bergerak cepat dengan memberikan perlindungan kepada ketua BEM tersebut yang mengakui dirinya telah dibuntuti orang berbadan tegap dan mendapat ancaman teror.
Pihak Kampus menurunkan tim keamanan yang terdiri dari Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan serta perlindungan yang diperlukan bagi mahasiswa Fakultas Filsafat UGM tersebut.
Melalui Juru Bicara UGM, Dr I Made Andi Arsana, menyatakan UGM bertanggung jawab untuk melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun.
“Pada prinsipnya, atas nama institusi dan berdasarkan konstitusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun,” jelas Made Andi, dalam keterangan resminya, Minggu (15/2).
Secara terpisah, Tiyo Ardianto membenarkan sudah ada perlindungan dari pihak kampus atas teror yang diterimanya, sebelumnya ia telah mendapat ancaman teror berupa pesan di aplikasi Whatsapp dari nomor asing.
Ketika ditanya bentuk perlindungan seperti apa yang diberikan kampus. dirinya hanya menjawab.
“Sementara baru koordinasi intens,” jawabnya.
Pesan yang terus-menerus masuk, berisi: “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr” “Banci” “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”.
Menurut pengakuannya, ia mendapat teror pesan itu berdasar pada satu nomer yang sama, namun pesan itu dikirim di waktu yang berbeda-beda, ia mendapat pesan itu pertama kali pada Senin, 9 Februari 2026.
Tidak hanya mendapat teror pesan, mahasiswa yang mulai masuk ke Fakultas Filsasfat UGM sejak Mei 2024 itu juga dibuntuti oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan. Namun sayangnya, dua sosok bertubuh tegap itu hilang ketika dikejar. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar