Kabar Mengejutkan! 6,3 Ton Metana Per Jam Selimuti Kota Bekasi, Tertinggi Kedua Secara Global.
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kota yang bersih dari polusi udara akan meningkatkan produktivitas masyarakat yang ada di kota tersebut. Secara mengejutkan data terbaru yang dirilis menunjukkan lonjakan emisi yang mengkhawatirkan. Bekasi kini masuk dalam daftar kota dengan tingkat pencemaran tinggi, dipicu oleh produksi gas metana dalam jumlah besar setiap jam.
Temuan ini tentu bukan sekadar angka, tetapi sinyal penting tentang kualitas udara dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari.
Kota Bekasi menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan tingginya emisi metana dari TPST Bantargebang. Berdasarkan pemantauan lembaga internasional, kawasan ini menghasilkan sekitar 6,3 ton gas metana per jam.
Angka tersebut menempatkan Bekasi di posisi kedua sebagai penyumbang emisi metana terbesar di dunia, tepat di bawah Campo de Mayo di Argentina.
Data emisi tersebut diperoleh melalui teknologi pemantauan berbasis satelit seperti Carbon Mapper, satelit Tanager-1 milik Planet Labs, serta instrumen EMIT milik NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Temuan ini menunjukkan besarnya kontribusi sektor pengelolaan sampah terhadap emisi gas rumah kaca, terutama di kawasan seperti TPST Bantargebang yang menerima ribuan ton sampah setiap hari.
Emisi metana tidak bisa dianggap sepele karena dalam jangka 20 tahun, efek pemanasannya jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida.
Gas ini mempercepat pemanasan global sekaligus berperan dalam pembentukan ozon troposfer yang berbahaya bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Itu dia informasi tentang Bekasi jadi kota beracun kedua di dunia. Kondisi ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan, terutama di TPST Bantargebang. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar