Les Parisien Lolos Ke Final Liga Champions Tahan Imbang Bayern Munchen 1-1, Enrique Catat Rekor Unik
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Paris Saint-Germain (PSG) lolos ke final Liga Champions 2025/2026. Klub raksasa Prancis berpeluang untuk kembali meraih piala si kuping besar itu setelah berhasil menahan imbang 1-1 Bayern Munchen pada leg kedua di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.
Gol!!! PSG tetap mengambil inisiatif menyerang di awal laga. Khvicha Kvaratskhelia menusuk dari sisi kiri. Umpan tariknya bisa disambar Ousmane Dembele jadi gol ketika laga baru berjalan tiga menit.
Bayern yang tertinggal berusaha membalas. Michael Olise punya kesempatan saat berusaha menyontek umpan dari Luis Diaz. Namun, Nuno Mendes dengan sigap melakukan blok.
Pada menit ke-23, Diaz beraksi dengan menusuk dari sisi kiri. Ia bisa menemukan ruang tembak. Upaya belum berbuah gol karena sepakannya masih melambung.
Olise hampir bikin Die Roten menyamakan kedudukan di menit ke-27. Tembakan melengkungnya usai masuk ke dalam dari sisi kanan tapi melambung tipis.
Pada menit ke-31, sapuan bola Vitinha mengenai tangan Joao Neves di kotak penalti. Namun, wasit tak menunjuk titik putih. Para pemain Bayern melakukan protes keras.
Joao Neves punya peluang emas kala bisa menanduk bola kiriman tendangan bebas. Manuel Neuer tampil gemilang dengan terbang menepis bola.
Matvei Safonov melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-43. Ia menepis sepakan keras dari Jamal Musiala.
Skor 1-0 untuk PSG bertahan hingga babak pertama tuntas. Selepas jeda, Bayern yang lebih dominan. Meski begitu, justru PSG yang banyak menciptakan peluang.
Mereka memanfaatkan banyak ruang yang ditinggalkan para pemain Bayern yang fokus menyerang. Desire Doue punya peluang usai bisa menusuk ke kotak penalti. Namun, Neuer masih bisa mengamankan bola.
Neuer kembali beraksi. Ia bisa menggagalkan ancaman Khvaratskhelia dengan kakinya.
Pada menit ke-65, Doue sekali lagi punya ruang untuk melepas tembakan. Neuer masih kukuh di bawah mistar usai bisa menepis sepakan Doue.
Giliran Safonov yang melakukan sejumlah penyelamatan. Ia bisa menepis tembakan voli jarak dekat dari Diaz di menit ke-74. Beberapa saat kemudian, Safonov bisa mengamankan percobaan dari Olise.
Bradley Barcola menguji Neuer dari tembakan dari luar kotak penalti di menit ke-84. Ia tetap sigap terbang menepis bola.
Gol!!! Pada menit ke-90+4, Bayern menyamakan kedudukan. Kane menerima bola di kotak penalti. Ia dengan tenang menahan bola lalu melepas tembakan ke pojok kanan gawang PSG.
Hasil imbang 1-1 di kandang Bayern sudah cukup meloloskan PSG ke final karena pada leg pertama menang 5-4. Les Parisien pun unggul agregat 6-5 atas Die Roten di semifinal.
Pada partai puncak, PSG sudah ditunggu Arsenal. Meriam London sehari sebelumnya mengamankan tiket final usai memenangi duel dengan wakil Spanyol, Atletico Madrid. Final Liga Champions 2025/2026 akan digelar di Budapest, Hungaria pada 30 Mei nanti.
Keberhasilan PSG lolos ke final membuat pelatih Luis Enrique berpeluang besar menyamai pencapaian dua seniornya, Josep Guardiola dan Zinedine Zidane sebagai pelatih peraih tiga trofi Liga Champions.
Sepanjang sejarah Piala/Liga Champions cuma ada empat pelatih di dunia yang pernah merasakan juara lebih dari tiga kali. Pertama ada Carlo Ancelotti yang tercatat sebagai yang tersukses dengan koleks lima trofi sebagai pelatih.
Kemudian tiga nama sebagai peraih tiga gelar juara yakni Zidane, Guardiola dan Bob Paisley.
Saat ini Enrique sudah punya dua trofi Liga Champions. Pria Spanyol itu pertama kali juara Liga Champions pada tahun 2015 lalu saat masih melatih Barcelona. Ketika itu Barca menang 3-1 atas Juventus di Berlin lewat trio MSN (Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar Jr).
Kemudian tahun lalu Enrique membawa PSG menjuarai Liga Champions. Saat itu PSG menang telak 5-0 melawan Inter Milan. Dua kemenangan Enrique di final Liga Champions didapat saat melawan klub Italia. Menarik dinantikan apakah Enrique akan sukses juga di kesempatan ketiga saat bersua klub dari Inggris, Arsenal.
Enrique juga masuk jajaran pelatih elite yang pernah juara Liga Champions dengan dua klub berbeda. Eks pemain Real Madrid itu sejajar dengan Ernst Happel, Jupp Heynckes, Ottmar Hitzfeld, Jose Mourinho, Ancelotti dan Guardiola.
Satu rekor Zidane lain yang bisa disamai oleh Enrique adalah menjuarai Liga Champions dua kali beruntun. Saat ini ada 11 pelatih yang mampu melakukannya. Ada Zidane, Jose Villalonga, Luis Carniglia, Bela Guttmann, Helenio Herrera, Rinus Michels, Stevan Kovacs, Dettmar Cramer, Paisley, Brian Clough dan Arrigo Sacchi.
Zidane masih tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang tiga kali beruntun menjuarai Liga Champions. Zidane melakukannya di tahun 2016, 2017 dan 2018. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar