GMNI Kabupaten Cianjur Paksa DPRD Buka Mata Segera Audit Anggaran Rp46,9 Miliar PDAM Cianjur
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Cianjur kembali bersuara dengan melakukan aksi simbolis dengan membentangkan spanduk bertuliskan “PDAM BEBAN APBD” tepat ditengah jalannya rapat pansus 3 DPRD Kabupaten Cianjur.
Aksi ini merupakan protes keras terhadap rencana penyertaan modal yang sangat fantastis sebesar 46,9 Miliar kepada PERUMDAM Tirta Mukti yang telah terbukti hanya menjadi beban keuangan daerah tanpa manfaat yang nyata bagi Rakyat.
Bersamaan dengan aksi tersebut, DPC GMNI Cianjur secara resmi kembali melayangkan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada DPRD Kabupaten Cianjur yang dijadwalkan besok tepatnya hari selasa 05 Mei 2026, sebelum dilaksanakannya rapat penyelarasan akhir Raperda tersebut.
Poin – poin pernyataan sikap GMNI Cianjur:
1. Hentikan Pembahasan Raperda Penyertaan Modal yang diwacanakan 49,6 Miliar yang cacat prosedur (Pelanggaran UU 12/2011)
2.Desakan Interpelasi dan Audit Investigatif Modal 19.6 Miliar yang Nihil kontribusi terhadap PAD
3. Melibatkan unsur akademisi, Mahasiswa, dan Masyarakat dalam uji publik
4.Pertanggungjawaban Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB)
5. Penegakan Mandat Perda Nomor 14 Tahun 2021
6.Transparansi dan Uji Publik Terbuka Dalam surat RDP yang dikirimkan
GMNI menuntut forum tersebut menjadi ajang uji publik terbuka dimana manajmen PERUMDAM Tirta Mukti dan Pemerintah Daerah harus memaparkan secara transparan.
Key performence Indicators (KPI) dan target kinerja yang jelas, termasuk pertanggung jawaban atas pelayanan dan setoran PAD Nol rupiah selama bertahun – tahun.
Satu rupiah uang rakyat yang keluar harus kembali dalam bentuk pembangunan yang nyata, bukan sekedar angka diatas kertas laporan BUMD.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar