PT. KAI Ungkap Alasan Perubahan Nama KA Argo Bromo Anggrek Pasca Tragedi Stasiun Bekasi Timur
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pengguna alat transportasi kereta api di Indonesia tentunya sudah tidak asing dengan KA Argo Bromo Anggrek sebagai mode transportasi jarak jauh dari Jakarta- Surabaya dan sekitarnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengganti nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek. Pergantian nama akan resmi berlaku mulai Sabtu, 9 Mei 2026.
Berubahnya nama KA Argo Bromo Anggrek dilakukan tak lama setelah insiden tabrakan maut dengan KRL di stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) lalu. KAI menjelaskan, filosofi ‘Anggrek’ dipilih untuk merepresentasikan keanggunan, keteguhan, serta kemampuan beradaptasi dalam setiap perjalanan.
“Sebuah penyederhanaan dari nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia,” seperti dilansir dari unggahan Instagram layanan pelanggan KAI @kai121_, Selasa (5/5/2026).
“Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Bertumpu tanpa mengambil alih. Dekat tanpa merusak. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah. Di situlah makna Anggrek menemukan bentuknya. Sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan,” sambung keterangan KAI.
Terkait penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, KAI menyebut tiket tersebut tetap bisa digunakan pada layanan KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang telah dipilih.
“Setiap penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tiket tetap dapat dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih,” jelas KAI. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar