63 Penerima Manfaat MBG di Cianjur Diduga Keracunan, Kondisinya Kini Membaik
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban, kali ini dilaporkan sebanyak 63 balita dan ibu menyusui alami gejala keracunan, hal tersebut diduga usai menyantap menu makanan MBG yang dibagikan melalui posyandu di dua desa di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Keracunan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir, mulai Rabu (15/4) hingga Jumat (17/4). Semula beberapa warga di Desa Sukasirna dan Purabaya Kecamatan Leles mengeluhkan mual dan muntah usai menyantap menu MBG yang dibagikan di posyandu.
“Awalnya ada yang datang ke bidan di desa dan ke klinik. Setiap harinya ada belasan. Puncaknya di Jumat malam sampai puluhan orang,” ujar Kepala Pukesmas Leles Tedi Nugraha, Minggu (19/4/2026).
Menurut Tedi, total ada 63 orang yang dirawat di bidan, klinik, dan puskesmas dengan gejala serupa mulai dari mual, pusing, muntah-muntah, dan diare.
“Mayoritas balita dan ibu menyusui, ada juga beberapa siswa. Gejalanya kebanyakan mual dan muntah-muntah,” katanya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat sebagian besar dari 63 balita dan ibu-ibu yang mengalami keracunan usai diduga menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua desa di Kecamatan Leles sudah kembali pulih.
“Hanya tinggal hanya beberapa yang masih menjalani perawatan,” ujar Kepala Dinkes Cianjur Made Setiwan di Cianjur, Minggu, dikutip dari Antara, Senin (20/4/2026).
Ia mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel makanan dan muntah korban untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab keracunan.
“Kami sudah mengambil sampel yang tersisa, salah satunya susu dan sampel muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab puluhan ibu dan balita di Desa Purabaya dan Desa Sukasirna keracunan,” katanya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar