Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kenaikkan Harga Minyak Dunia, Moment Memperkenalkan Mobil Listrik Sebagai Solusi Krisis Energi

Kenaikkan Harga Minyak Dunia, Moment Memperkenalkan Mobil Listrik Sebagai Solusi Krisis Energi

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Kendaraan listrik yang mulai dilirik masyarakat sebagai solusi krisis minyak justru berpotensi naik harga.

Pakar otomotif Yannes Martinus Pasaribu memperkirakan harga jual kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) bisa naik 5-15 persen imbas perubahan aturan pajak kepemilikan dan bea balik nama.

Perubahan ini dikhawatirkan menurunkan minat beli mobil listrik berbasis baterai dalam jangka pendek dan menengah.

“Kenaikan pajak langsung membuat BEV kalah bersaing dengan HEV (kendaraan listrik hibrid) yang lebih murah,” kata dia kepada media pekan lalu. HEV masih mengandalkan mesin bensin untuk menyalurkan tenaga dan mengisi baterai.

Selain itu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 18 April 2026 dinilai wajar, seiring tekanan krisis energi global dan lonjakan harga minyak dunia. Penyesuaian harga BBM ini bahkan disebut sebagai koreksi atas kebijakan sebelumnya yang dinilai tidak mengikuti mekanisme pasar.

Pakar ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, harga BBM non-subsidi pada dasarnya memang ditentukan oleh dinamika pasar global.

“Saya kira sudah tepat. Bahkan ini menjadi koreksi dari kebijakan sebelumnya yang tidak menaikkan harga BBM non-subsidi. Selama ini harga BBM non-subsidi, khususnya RON 92 ke atas, memang ditentukan oleh mekanisme pasar sesuai dengan kondisi ekonomi,” kata Fahmy Senin (20/4/2026).

Karena itu, kebijakan sebelumnya yang menahan harga BBM dinilai kurang tepat dan kini telah dikoreksi melalui penyesuaian terbaru.

Kebijakan ini sejalan dengan penjelasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menegaskan bahwa BBM non-subsidi mengikuti harga pasar sesuai regulasi.

“Jadi, kalau BBM itu kan kalau untuk yang pemerintah atur adalah BBM bersubsidi, sementara yang untuk industri sesuai dengan peraturan Menteri ESDM tahun 2022, itu mengikuti harga pasar,” ujarnya.

Dari sisi dampak, Fahmy menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan berdampak besar terhadap masyarakat luas.

Hal ini karena konsumsi BBM jenis tersebut relatif kecil dan tidak digunakan untuk distribusi kebutuhan pokok.

“Pengaruhnya terhadap masyarakat menurut saya tidak signifikan. Karena konsumen BBM non-subsidi jumlahnya tidak sebesar pengguna Pertalite dan Solar. Selain itu, BBM non-subsidi juga tidak digunakan untuk angkutan kebutuhan pokok,” katanya.

Sebaliknya, pemerintah justru menahan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar untuk menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan ini dinilai penting untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

“Kalau Pertalite dan Solar dinaikkan, itu pasti memicu inflasi dan menurunkan daya beli. Jadi keputusan menaikkan BBM nonsubsidi, tetapi menahan BBM subsidi, menurut saya sudah tepat,” ujar Fahmy.

Pandangan serupa disampaikan pakar ekonomi Universitas Negeri Manado (Unima) Robert Winerungan.

Ia menyebut konsumsi BBM nonsubsidi didominasi kelompok masyarakat atas sehingga dampaknya terhadap inflasi relatif terbatas.

“BBM non-subsidi itu dikonsumsi masyarakat kelas atas yang tidak banyak berkontribusi terhadap inflasi,” kata Robert.

Namun, ia mengingatkan potensi peralihan konsumsi ke BBM subsidi tetap perlu diantisipasi melalui pengaturan yang lebih ketat.

“Perlu ada aturan, misalnya kendaraan dengan harga di atas Rp500 juta tidak boleh mengonsumsi BBM bersubsidi. Jangan sampai ada yang memanfaatkan kebijakan ini untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan pasokan BBM subsidi tetap aman agar tidak terjadi kelangkaan dan antrean panjang, sekaligus mendorong efisiensi penggunaan energi di masyarakat.

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Israel Tolak Bertanggung Jawab Atas Gugurnya 3 Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon

    Israel Tolak Bertanggung Jawab Atas Gugurnya 3 Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dunia tengah mengecam dan meminta pertanggung jawaban Israe akibat serangannya yang membuat Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon selatan. Alih-alih bertanggung jawab, Pihak Israel justru membantah keterlibatan langsung. Mereka menolak bertanggung jawab. Kini malah menyinggung kemungkinan peran Hizbullah dan Iran. Ketiga prajurit itu merupakan bagian dari misi United Nations Interim […]

  • Peringkat FIFA Timnas Indonesia Usai FIFA Series 2026, Masih Stay Peringkat 121 Namun Posisinya Rawan Digeser Togo

    Peringkat FIFA Timnas Indonesia Usai FIFA Series 2026, Masih Stay Peringkat 121 Namun Posisinya Rawan Digeser Togo

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Usai laga Indonesia melawan Bulgaria pada Final FIFA Series 2026 yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (30/3/2026) malam WIB. Hasil akhir 1-0 yang diterima Indonesia menyebabkan tim asuhan John Herdman tersebut harus puas menjadi juara 2 dalam ajang tersebut. Penalti Marin Petkov di menit ke-38 menjadi satu-satunya gol yang […]

  • MBG Akan Ekspansi Ke Arab Saudi, BGN: Tinggal Tunggu Restu Presiden

    MBG Akan Ekspansi Ke Arab Saudi, BGN: Tinggal Tunggu Restu Presiden

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan, kali ini bukan soal keracunan dan penemuan anggaran fantastis lainnya. Demikian yang disampaikan beberapa waktu terakhir ini. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mewacanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah Indonesia Jeddah di Arab Saudi. Dadan akan melapor ke Presiden Prabowo Subianto […]

  • Bahlil Ungkap Penyesuaian Harga Pada BBM Non Subsidi, Tegaskan Akan Dilakukan Secara Bertahap

    Bahlil Ungkap Penyesuaian Harga Pada BBM Non Subsidi, Tegaskan Akan Dilakukan Secara Bertahap

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS –Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersuara terkait kenaikan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang telah diberlakukan sejak Sabtu, 18 April 2026. Penyesuaian ini terutama terjadi pada produk bensin beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo (RON 98) dan Solar non subsidi. Harga BBM non subsidi tersebut mengalami lonjakan yang […]

  • Sudah Tiga Minggu Warga Tuban Kesulitan Dapat Gas Elpiji 3 Kg, Dugaan Pertamina Ada Penimbunan

    Sudah Tiga Minggu Warga Tuban Kesulitan Dapat Gas Elpiji 3 Kg, Dugaan Pertamina Ada Penimbunan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ratusan warga di Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban harus rela berdesak-desakan hingga berjam-jam demi mendapatkan tabungan gas elpiji tiga kilogram. Sejumlah warga bahkan harus pulang dengan tangan kosong dan menelan kekecewaan usai tak kebagian gas elpiji yang dijual oleh pihak pangkalan. Selain sulit di dapat, harga tabung gas elpiji di tingkat pengecer […]

  • Imbas Konflik Timur Tengah, Filipina Deklarasikan Darurat Energi

    Imbas Konflik Timur Tengah, Filipina Deklarasikan Darurat Energi

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah Filipina pada Selasa (24/3) menjadi negara pertama yang secara resmi mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi global menyusul konflik di kawasan Timur Tengah. Konflik tersebut menyebabkan kenaikan harga dan kekurangan pasokan. Padahal, Filipina sangat bergantung pada impor bahan bakar dan sangat rentan terhadap gangguan produksi dan pengiriman. Negara Asia […]

expand_less