Iran Ultimatum Amerika Serikat Akan Tutup Laut Merah, Imbas Blokade Selat Hormuz
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Militer Iran mengancam akan memblokir jalur perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk dan Laut Oman.
Langkah tegas ini diambil menyusul blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Kepala Pusat Komando Militer Iran, Ali Abdollahi, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/4/2026), menyebut AS sudah melakukan pelanggaran gencatan senjata saat melanjutkan blokadenya dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal komersial dan kapal tanker minyak Iran.
“Angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat tidak akan membiarkan ekspor atau impor apa pun berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah,” kata Ali Abdollahi.
Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran sejak Senin.
Hal itu dilakukan setelah pembicaraan antara AS-Iran pada akhir pekan lalu di Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Namun, data yang ada menunjukkan bahwa beberapa kapal yang berlayar dari pelabuhan-pelabuhan Iran telah melintasi Selat Hormuz meskipun ada blokade tersebut.
Pada Rabu, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa pengiriman dari pelabuhan-pelabuhan selatan Iran tetap berlanjut.
Kapal-kapal komersial Iran juga dilaporkan telah berlayar ke berbagai tujuan di seluruh dunia selama 24 jam terakhir.
Pasukan angkatan laut AS dilaporkan telah melakukan blokade di sepanjang garis antara Teluk Gwadar dan Ras al Hadd, di mana lalu lintas kapal yang padat terus berlanjut sejak operasi dimulai.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade tersebut pada Minggu setelah pembicaraan damai akhir pekan di Islamabad antara AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan.
“Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS,” kata Komando
Pusat AS pada tanggal X, menambahkan bahwa enam kapal mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik arah dan kembali memasuki pelabuhan Iran.
Menurut informasi, meskipun lalu lintas kapal di Selat Hormuz terus berlanjut, beberapa kapal yang sehari sebelumnya mencapai Teluk Oman, yang menghubungkan selat tersebut dengan Laut Arab, berbalik arah kembali melalui selat tersebut.
Sekitar 15 kapal melewati jalur air strategis tersebut dalam 24 jam terakhir hingga pukul 09.00 GMT, dengan 10 di antaranya keluar dari selat tersebut. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar