Diduga Palsu, Aparat Bersama Warga Bongkar Situs Makam Keramat di Pandeglang
- account_circle Adi BIma
- calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Sejumlah makam keramat di Pandeglang yang diduga palsu akhirnya dibongkar oleh aparat yang juga dibantu warga sekitar. Kepala desa setempat menilai asal-usul makam keramat itu tidak jelas.
Makam-makam keramat itu berada di wilayah Blok Hunjuran, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalwangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.
“Benar ada kuburan, cuman kami nanya orang bersangkutan tidak jelas asal usulnya dan silsilahnya,” kata Kepala Desa Panjangjaya Saripudin di lokasi.
Saripudin mengatakan pembongkaran makam keramat itu dilakukan berdasarkan kesepakatan tokoh masyarakat dan para ulama.
Pihaknya juga telah melakukan peringatan kepada orang yang diduga membuat makam tersebut, namun tidak diindahkan sehingga dilakukan pembongkaran.
“Sampai sekarang orang yang bersangkutan belum ada kejelasan. Mangkanya pada hari ini pembongkaran makam,” ucapnya.
Saripudin belum mengetahui secara detail maksud dan tujuan keberadaan makam tersebut. Dia khawatir, jika hal ini dibiarkan, bisa timbul kemusyrikan.
“Kita kan takutnya ke arah yang negatif ke musyrik, soalnya nggak jelas, kalau jelas kami dukung, ini kan nggak jelas takut ke musyrik itu,” ujarnya.
Ketua MUI Desa Panjangjaya Suhendi menyebut hal itu terungkap berdasarkan dari laporan warga bahwa ada makam baru di lokasi. Dia kemudian melihat dan membenarkan keberadaan makam ini tidak mempunyai asal-usul yang jelas.
“Di sini Blok Hunjuran, Panjangjaya ada yang membuat makom baru, tapi setelah dua hari kemudian saya ngecek betul ada. Saya tanya siapa yang membangun satu orang pun tidak ada yang berani menjelaskan,” katanya.
Suhendi menyebut pembongkaran ini juga berdasarkan persetujuan Abuya Muhtadi. Dia menyatakan makam ini dibongkar khawatir bisa menimbulkan dampak negatif untuk generasi mendatang.
“Nggak jelas, yang kita takutkan, yang paling ngeri ke depannya anak cucu kita mau bagaimana nasibnya, karena ini kaitannya dengan akidah,” tutupnya. ***
- Penulis: Adi BIma

Saat ini belum ada komentar