Gojek Naikkan Tarif per 10 April Mendatang, Pasca Kenaikkan BBM
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Perang Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat harga minyak dunia melejit. Kenaikan ini berdampak terhadap sejumlah industri, termasuk layanan ride hailing.
Laporan Channel News Asia (CNA) menyebutkan bahwa Gojek Singapura akan menaikkan biaya layanan sementara sebesar 90 sen (sekitar Rp 11.800) untuk semua jarak perjalanan.
Langkah ini diambil untuk meringankan beban para pengemudi di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM).
Mulai 10 April hingga 31 Mei mendatang, penumpang Tada dan Gojek harus merogoh kocek lebih dalam. Kedua platform ride-hailing ini akan memberlakukan biaya tambahan sementara.
Namun tak semua layanan mengalami kenaikan harga. Tarif GoTaxi tidak naik dan tetap menggunakan argo seperti biasa, dikutip Jumat (3/4/).
Gojek menjelaskan 100% biaya akan diberikan kepada pengemudi. Perusahaan memastikan melakukan yang terbaik menjaga layanan transportasi tetap andal dan terjangkau.
Dalam laporan tersebut tidak dijelaskan apakah negara lain, seperti Indonesia mengalami kebijakan serupa.
Selain Gojek, CNA melaporkan sejumlah platform transportasi online lainnya juga melakukan hal serupa. Tada menaikkan biaya tambahan sementara sebesar 40 sen (Rp 5.200).
Grab juga melakukan penyesuaian harga pada 31 Maret. Platform itu menaikkan biaya tambahan bahan bakar menjadi 90 sen pada 7 April-31 Mei 2026, termasuk tambahan 40 sen pada tarif penumpang.
Strides Premier telah mengumumkan kenaikan 1 sen tarif taksi per jarak dan tarif unit berbasis waktu mulai 30 Maret. Sementara ComfortDelGro juga menerapkan biaya pengemudi sementara.
Hingga saat ini belum ada informasi resmi apakah kebijakan kenaikan tarif akibat harga BBM dunia juga akan diterapkan di Indonesia. Namun, jika harga minyak dunia terus mengalami kenaikan, bukan tidak mungkin penyesuaian tarif transportasi online juga akan terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kenaikan harga energi global diperkirakan masih akan mempengaruhi sektor transportasi, logistik, hingga harga barang dan jasa dalam beberapa waktu ke depan. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar