Tarik Tunai Di ATM BNI Pecahan Rp 50.000 Ini Tak Tercetak Sempurna, BNI Angkat Suara
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Seorang netizen dengan akun Threads @nra**** mengunggah sebuah postingan dimana dirinya mengaku tarik tunai uang pecahan Rp 50.000 dari salah satu mesin ATM BNI (Bank Negara Indonesia) pada Kamis, 2 April 2026.
Ia mengaku ada selembar uang Rp 50.000 tak tercetak sempurna pada bagian depan sehingga nampak polos di sana, meski tak menyebut lokasi mesin ATM tempat tarik tunai.
Normalnya, di bagian tersebut terdapat gambar pahlawan nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja.
“Barusan ambil uang di atm @bni46 deket rumah, pas dirumah ngitung lagi taunya ada uang polosan sebelah ini kalo di setor tunai bisa ga ya? Takut pedagang ga ada yg mau terima” jelasnya.
Netizen kemudian ramai-ramai mengomentari postingan itu.
Pengakuan lain dari @nra**** sudah ada yang ingin membeli uang polosan tersebut senilai 500 ribu. “Rame bgt yang DM jg udah banyak banget, ada yang udah nawar 500 ribu ga nyangka ternyata kamu berharga uang polos harus di gimanain ini warga thread” akunya.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo lantas buka suara mengenai adanya uang polos pecahan Rp 50.000 yang dikatakan ditarik tunai dari salah satu mesin ATM-nya.
Okki menegaskan jika ATM/CRM milik BNI sudah dilengkapi teknologi pengecekan secara otomatis.
“Sehubungan dengan informasi yang beredar mengenai uang pecahan Rp 50.000 yang tidak tercetak secara sempurna dan diterima melalui mesin ATM, dapat kami sampaikan bahwa BNI memastikan seluruh mesin ATM/CRM telah dilengkapi dengan sistem yang melakukan pengecekan keaslian uang secara otomatis, baik pada saat pengisian maupun saat uang disetorkan kembali oleh nasabah,” ujarnya pada dikutip pada keterangan resminya (4/4).
Selain dari BNI, pengecekan keaslian uang dilakukan pula oleh Bank Indonesia (BI). Okki menyarankan agar nasabah yang menerima kondisi uang tak sempurna bisa melakukan pengecekan lalu penukaran melalui kantor BNI atau BI terdekat.
Tentu, BNI siap membantu proses klarifikasi. “Kami menyarankan nasabah yang menerima uang dengan kondisi tidak sempurna untuk melakukan pengecekan dan atau penukaran melalui kantor cabang BNI atau loket Bank Indonesia terdekat. BNI juga siap membantu proses klarifikasi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan BI telah dihubungi untuk konfirmasi mengenai isu ini, namun belum mendapatkan pernyataan resmi dari BI.
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar