Kondisi Terkini Konflik AS-Israel vs Iran: Ratusan Korban Jiwa dan Rencana Pemakaman Ali Khamenei
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Serangan Amerika Serikatdengan sekutunya yang menyerang Israel masih terus memanas hingga hari ini kedua belah pihak masih terlihat saling jual beli serangan sejak dimulainya serangan pada akhir Februari lalu.
Iran tidak tinggal diam menerima serangan tersebut dengan mulai melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS yang ada di Timur Tengah sehingga kerusakkan tidak dapat dihindarkan.
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perang bisa berlanjut hingga empat sampai lima pekan. Sementara sekutunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut perang dengan Iran akan membutuhkan waktu.
Dampak dari perang AS dengan Iran ini dari data yang diperoleh pada Selasa (3/3) saja sudah menembus angka 747 korban jiwa.
Sejak dimulainya, kini arah serangan mulai bergeser ke tempat baru, belum lama ini dikabarkan serangan tersebut kini menyasar ke Gedung Majelis Ahli (Assembly Expert) di Kota Qom.
PSalah satu korban jiwa dari Iran yakni pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel pekan lalu, yang rencanannya akan dimakamkan di kota suci Mashhad.
Khamenei sendiri berasal dari Mashhad, kota terbesar kedua di Iran yang juga jadi tempat ayahnya dikebumikan di makam Imam Reza. Sejauh ini belum ada informasi waktu pasti pemakaman Khamenei mengingat situasi yang masih belum kondusif.
Menanggapi serangan Iran yang menyasar pangkalan militer AS sekitar teluk timur tengah, sebagai salah satu negara terdampak, Arab Saudi menyatakan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan, wilayah, dan penduduk di negara tersebut.
Sikap ini diambil di tengah serangkaian serangan Iran terhadap target-target di Saudi, termasuk serangan Iran terhadap kedutaan besar AS di Riyadh. Pihak Israel menyatakan mereka telah memulai gelombang serangan “ekstensif” baru terhadap Iran.
“Angkatan Udara kini sudah memulai gelombang serangan besar-besaran terhadap lokasi peluncuran, sistem pertahanan, dan infrastruktur tambahan rezim teror Iran,” demikian laporan media Israel mengutip militer seperti yang dilansir Al Jazeera.
Sejumlah negara-negara Arab terdampak balasan Iran yang mengincar aset dan pangkalan militer AS. Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan mereka mengalami lebih dari 1.000 serangan yang dilancarkan Iran.
UEA pun belum dapat mengambil keputusan untuk mengubah postur pertahanannya selama serangan Iran. Namun, mereka menegaskan berhak untuk membela diri. DariQatar melaporkan mereka menjadi sasaran dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran, salah satunya berhasil dicegat.
Bahrain juga melaporkan berhasil menghancurkan 74 rudal dan 92 drone sejak Iran mulai melancarkan serangan balasan. Yordania juga beberapa kali melaporkan berhasil mencegat atau menembak jatuh rudal yang diluncurkan dari Iran.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand telah meminta Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al Busaidi, untuk menggunakan wilayah udara Oman “jika perlu” guna mengevakuasi warga Kanada dari wilayah Teluk.
“Prioritas utama kami saat ini adalah 100.000 warga Kanada yang berada di wilayah tersebut,” kata Anand dal satu acara di Toronto.
Indonesia sementara itu siap mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran.
Untuk tahap awal, KBRI Teheran saat ini melaporkan ada 15 orang WNI yang siap dievakuasi, melalui Kota Baku di Azerbaijan.
“Tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera, jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,” kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Istana Kepresiden. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar