Kisah Penumpang Super Air Jet Rute Jakarta Bali, Penerbangan Terlambat 5 Jam
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 16 Feb 2026
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Liburan menjelang puasa ramadan 2026 dimanfaatkan beberapa warga Indonesia untuk berlibur bersama keluarga, kerabat atau hanya sekedar menikmati waktu di tempat yang indah. Namun ternyata maksud hati ingin menghabiskan waktu libur panjang di tempat wisata malah berubah menjadi petaka.
Seperti yang dialami penumpang yang ingin menghabiskan waktu liburan mereka bersama di pulau dewata, Bali pada jadwal keberangkatan Kamis (12/2) lalu dengan menggunakan maskapai penerbangan Super Air Jet IU-742. Keberangkatan pesawat dengan rute Jakarta – Denpasar yang umumnya dapat ditempuh selam 1 jam 50 menit berubah menjadi keterlambatan 5 jam.
Rekaman gambar yang beredar di media sosial menggambarkan situasi yang sangat tidak menguntungkan bagi penumpang, tidak sedikit dari mereka memaksa agar maskapai yang didirikan sejak 2021 tersebut bertanggung jawab atas keterlambatan itu. menurut mereka tidak ada konfirmasi dan komunikasi yang jelas dari pihak manajemen maskapai,
Selain itu ada hal miris yang diungkap putri pasangan Bobby-Novi sampai sakit lantaran tas yang berisi susu tertinggal di bagasi pesawat, tak ayal sebagai orang tua pasangan ini menuntut tanggung jawab penuh, tidak hanya pasangan Bobby-Novi beberapa dari penumpang tak kuasa menahan amarah mereka ketika melihat pegawai maskapai penerbangan tidak mau bersikap kooperatif saat para penumpang meminta untuk disambungkan ke atasan mereka.
“Kalau Mas mondar mandir, ini orang ratusan orang di sini, maksudnya kasih info, bisa atau engga pergi. Kalau emang ga bisa, ngomong, kasih kita pesawat yang lain. Lima jam, saya mau ngadain birthday party anak saya,” kata salah seorang penumpang yang merupakan ayah dari sang bayi tersebut.
Sambil menangis terisak sang ibu dalam rekaman video yang diunggah di akun media sosialnya, ia menuliskan bahwa anaknya harus terus minum air mineral karena sang anak menangis terus.
“Cempaka sampai minum air putih buat tidur, malah air putihnya tinggal segini coba ya Allah,kakak udah nangis ngantuk, susunya nggak ada coba,” isaknya dalam video itu.
Beruntungnya sang ayah dengan sigap membelikan susu di sekitar bandara untuk minuman alternatif agar anaknya bisa tidur
“Yay, nggak papa ya nak bobo ya udah ada susu,” ucap sang Ayah sambil memberikan susu tersebut kepada bayi yang sedang digendong keluarganya.
Seperti halnya yang direkam salah satu pengguna media sosial tiktok @laura***** yang mengunggah video atas sikap dari pegawai maskapai tersebut, dirinya menuntut sikap kooperatif yang harusnya ditunjukkan namun faktanya sulit diterima.
“Suruh atasan lu kesini, Suruh atasan lu kesini, , eh Suruh semua atasan lu kesini, PM juga suruh ke Sini semua, nggak apa-apa ayo hadapin semua ayo sini, atasan lu suruh ke sini,” tegasnya.
Melihat kondisi penumpang semakin tidak terkendali para pegawai maskapai tersebut hanya tertunduk sambil berusaha memenuhi tuntutan penumpang tersebut, dan ternyata semakin lama maka semakin banyak penumpang lainnya yang juga melakukan aksi menuntut tanggung jawab maskapai setelah ketidakpastian pesawat akan lepas landas.
“Di sini PECAH emosi udah 5 jam masih harus nunggu lagi ketidakpastian peswatanya total 7 jam lebih delay. Keamanan bandara hanya cuma bisa melihat ga membantu apa pun. Gatau lagi harus ngomong apa habis energi kami,” ungkap pemilik akun tersebut.
Pihak Maskapai Super Air Jet kemudian meminta maaf, memberikan penumpang kompensasi sesuai regulasi yang berlaku serta mengklarifiakasi atas insiden yang terjadi.
“Keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak berjadwal. Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan,” dalam pernyataan resminya.
Proses pemeriksaan teknis terhadap pesawat tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal itu berdampak pada rotasi pesawat.
“Dalam pelaksanaannya, pengerjaan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga berdampak pada rotasi pesawat berikutnya,” jelas pihak maskapai.
Pihak Maskapai Super Air Jet mengaku seluruh penumpang yang terdampak telah diberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sebagai bentuk perhatian, kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah dijalankan dan diberikan kepada para tamu. Kami juga terus menyampaikan perkembangan informasi selama proses penanganan berlangsung. Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama kami,” kata pihak Super Air Jet. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar