Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai keluhan sulit mendapatkan ojek online (ojol) pada waktu-waktu tertentu dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor.

Menurut Deddy, fenomena itu salah satunya terkait pilihan tarif dari pengguna yang tidak selalu menarik bagi pengemudi.

“Misalnya banyak konsumen memilih tarif hemat sehingga tidak diambil oleh driver ojol,” kata Deddy Jumat (13/3)).

Selain itu, potongan yang dikeluarkan dari perusahaan aplikasi juga disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat pengemudi menerima pesanan.

“Mungkin potongan dari aplikator yang sekitar 20 persen itu tidak menarik bagi driver ojol,” ujarnya.

Deddy menjelaskan, dalam layanan ride-hailing, pengemudi memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak pesanan yang masuk melalui aplikasi.

Di sisi lain, Deddy menilai polemik mengenai ojek online tidak bisa dilepaskan dari konteks transportasi perkotaan secara keseluruhan. Menurut dia, ojek online pada dasarnya bukan bagian dari sistem transportasi nasional, melainkan transportasi privat atau paratransit yang bersifat layanan antar-jemput.

Menurutnya, ojek online pada dasarnya bukan bagian dari sistem transportasi nasional, melainkan transportasi privat atau paratransit yang bersifat layanan antar-jemput.

Karena itu, ia menilai yang lebih penting bagi kota-kota besar adalah penguatan sistem transportasi umum yang terintegrasi antar moda.

“Transportasi perkotaan yang mutlak dibutuhkan adalah sistem integrasi antar moda. Di negara-negara yang transportasinya maju, sebenarnya tidak ada ojol, karena sejatinya ojol itu fenomena sosial, bukan kebutuhan transportasi semata,” kata Deddy.

Sebagai solusi, ia mengusulkan adanya pembatasan jumlah pengemudi ojek online agar keseimbangan antara tarif dan jumlah pengemudi dapat terjaga.

“Solusinya adalah ada batasan kuota ojol sehingga tarif ideal bisa dinikmati oleh driver ojol,” ujar dia.
Di media sosial, keluhan mengenai sulitnya mendapatkan ojol memang tengah ramai dibicarakan warganet.

Sebagian pengguna bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “krisis ojol”.

Dari berbagai informasi yang ada di media sosial maupun komunitas pengemudi, muncul dugaan bahwa fenomena ini berkaitan dengan ketidakseimbangan antara pendapatan yang diterima pengemudi dan biaya operasional yang mereka keluarkan.

Sejumlah pengemudi disebut memilih off bid atau tidak mengambil pesanan pada jam-jam tertentu, terutama saat lalu lintas sangat macet. Mereka menilai waktu tempuh perjalanan yang panjang tidak sebanding dengan tarif yang diterima. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Tips Mudik 2026 Nyaman dan Menyenangkan Sampai Kampung Halaman, dan Jadwal Cuti Bersama dari Pemerintah

    7 Tips Mudik 2026 Nyaman dan Menyenangkan Sampai Kampung Halaman, dan Jadwal Cuti Bersama dari Pemerintah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bulan ramadhan segera berakhir dalam beberapa waktu hari ke depan, setelah itu masyarakat Indonesia beramai-ramai pulang ke kampung halaman atau umumnya disebut mudik. Pemerintah telah menetapkan jadwal cuti bersama untuk Lebaran tahun 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi […]

  • Pekerja Seni Asal Karo ini Dituduh Merugikan Negara, Amsal Sitepu: Saya Pekerja Seni, Bukan Pencuri Uang Negara

    Pekerja Seni Asal Karo ini Dituduh Merugikan Negara, Amsal Sitepu: Saya Pekerja Seni, Bukan Pencuri Uang Negara

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Seorang videografer asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara harus berurusan hukum Amsal Christy Sitepu harus berurusan dengan hukum. Amsal didakwa melakukan korupsi mark-up jasanya yang disebut merugikan negara Rp 202 juta. Penyedia jasa videografi dari CV Promiseland ini dituntut selama 2 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta. Dia juga dituntut mengembalikan uang senilai […]

  • Peringkat FIFA Timnas Indonesia Usai FIFA Series 2026, Masih Stay Peringkat 121 Namun Posisinya Rawan Digeser Togo

    Peringkat FIFA Timnas Indonesia Usai FIFA Series 2026, Masih Stay Peringkat 121 Namun Posisinya Rawan Digeser Togo

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Usai laga Indonesia melawan Bulgaria pada Final FIFA Series 2026 yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (30/3/2026) malam WIB. Hasil akhir 1-0 yang diterima Indonesia menyebabkan tim asuhan John Herdman tersebut harus puas menjadi juara 2 dalam ajang tersebut. Penalti Marin Petkov di menit ke-38 menjadi satu-satunya gol yang […]

  • Oknum Guru PPPK di Sukanagara Cianjur Rampok Nenek Gegara Terjerat Judi Online

    Oknum Guru PPPK di Sukanagara Cianjur Rampok Nenek Gegara Terjerat Judi Online

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS- Seorang nenek berinisial TS (69), warga Kampung Tengah, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) yang dilakukan oleh tetangga sekaligus kerabatnya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban pada Sabtu (11/1) sekitar pukul 02.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya karena anaknya sudah […]

  • Bukan 8 Meter, Aturan Menteri PUPR Tegaskan Pelebaran Kali Krembangan 28 Meter

    Bukan 8 Meter, Aturan Menteri PUPR Tegaskan Pelebaran Kali Krembangan 28 Meter

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot Surabaya) tengah melanjutkan proyek normalisasi ruang sungai di wilayah Kecamatan Asemrowo dan Krembangan. Setelah tahap pertama rampung, kini pengerjaan memasuki tahap kedua yang berlokasi di Tambak Asri, Krembangan. Program ini merupakan kerja sama antara Pemkot Surabaya dan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atas permohonan Bantuan […]

  • Badan Gizi Nasional Jeda Operasional 9 SPPG di Gresik Imbas Sajikan Kelapa Utuh

    Badan Gizi Nasional Jeda Operasional 9 SPPG di Gresik Imbas Sajikan Kelapa Utuh

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Polemik mengenai program makan bergizi gratis nampaknya belum mereda, hal ini ditemukan Badan Gizi Nasional (BGN) di Gresik, Jawa Timur. BGN secara resmi menghentikan sementara operasional sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, setelah diketahui menyajikan kelapa utuh dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN Bidang […]

expand_less