Arsenal Sukses Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA, Kandaskan Mimpi Leverkusen
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – The Gunners sukses taklukan Bayer Leverkusen dengan pertarungan sengit demi memperoleh tiket babak perempat final liga champions musim 2025/2026, Arsenal menjamu Leverkusen dalam leg ke-2 di stadion Emirates pada Rabu (18/3) dini hari.
Sebelumnya pada pertemuan sebelumnya di kandang Leverkusen, kedua tim sama kuat dengan 1-1, Arsenal selamat dari kekalahan berkat gol dramatis di menit akhir. Penalti dari Kai Havertz pada menit ke-89 menyamakan kedudukan setelah tuan rumah unggul lebih dulu.
Dengan agregat masih seimbang, laga di London diprediksi berlangsung ketat. Arsenal mencoba memanfaatkan dukungan publik Emirates, sementara Leverkusen datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Tensi pertandingan di pertandingan leg ke-2 ini cukup sengit, kedua belah tim saling jual beli serangan, sebagai catatan Arsenal tampil impresif pada fase liga Liga Champions musim ini. Mereka memenangkan seluruh delapan pertandingan yang dijalani.
Tuan rumah langsung menekan tamunya dengan gencar sejak babak awal. Eberechi Eze membawa Arsenal unggul di babak pertama lewat sepakan spektakulernya, menaklukkan Janis Blaswich yang sempat gemilang menghalau sejumlah peluang.
Satu momen penyelesaian ciamik lainnya di babak kedua membawa Arsenal menambah keunggulan jadi 2-0. Sepakan Declan Rice menyasar sudut kanan gawang dan Blaswich tak berdaya.
Leverkusen mulai lebih menekan, tapi masih kesulitan menciptakan peluang serius. Sebuah sundulan dari Jarell Quansah menyambut umpan silang Montrell Culbreath cuma melebar saja.
Tim Meriam London itu mencium kesempatan lain pada menit ke-78, dari kaki Saka. Blaswich sigap menghalau laju bola.
Leverkusen memaksa David Raya melakukan penyelamatan pada menit ke-87. Tembakan Christian Kofane dibelokkan jadi korner saja.
Skor 2-0 bertahan hingga usai dan kemenangan ini memastikan Arsenal lolos ke perempatfinal Liga Champions. Klub Inggris itu akan menghadapi Sporting dalam perebutan tiket semifinal.
Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, menggambarkan suasana penuh kebahagiaan yang dirasakan seluruh tim setelah gol Dowman tersebut.
“Kami semua sangat bahagia. Kami berlari ke arahnya dan ke arah para suporter. Rasanya seperti bertarung dengan fan, tetapi tentu dalam arti yang menyenangkan. Dan Itu luar biasa,” ujar Calafiori.
Pelatih Mikel Arteta menegaskan bahwa timnya harus mampu menjaga momentum tersebut untuk meraih hasil maksimal di Liga Champions.
Menurut Arteta, energi positif dari kemenangan sebelumnya harus dimanfaatkan untuk menghadapi laga penting melawan Leverkusen.
Arsenal perlu meraih kemenangan untuk lolos ke perempat final setelah pada leg pertama berbagi skor 1-1 dengan Leverkusen.
“Saat Anda memiliki momentum seperti itu, Anda harus menjaganya dan meningkatkannya. Kami harus menggunakan energi dan semangat itu untuk melangkah ke perempat final,” ujar Arteta.
Meski demikian, Arteta tetap mewaspadai kekuatan Leverkusen yang dinilai memiliki kualitas individu mumpuni di berbagai lini. Tim asal Jerman tersebut datang dengan kepercayaan diri setelah meraih hasil positif di kompetisi domestik dan Eropa.
“Mereka punya banyak kualitas individu di berbagai area lapangan. Kami harus bermain di level yang lebih tinggi, baik secara kolektif maupun individu,” ujar Arteta.
Pada leg pertama, Arsenal sempat mengalami kesulitan menghadapi permainan Leverkusen, terutama dalam mengantisipasi bola mati dan serangan terbuka.
Perlu diketahui catatan itu membuat Arsenal menjadi tim ke-14 yang menyapu bersih fase awal Liga Champions. Mereka juga menjadi klub pertama yang melakukannya di format kompetisi terbaru.
Kembalinya Arsenal ke Liga Champions juga berlangsung konsisten. Setelah absen cukup lama, mereka kini tampil untuk musim ketiga secara beruntun. Musim lalu, Arsenal bahkan mencapai semifinal. Itu menjadi pencapaian terbaik klub di kompetisi ini sejak musim 2008/09.
Leverkusen datang dengan modal yang tidak buruk. Mereka hanya kalah satu kali dari delapan pertandingan Liga Champions terakhir.
Dalam periode tersebut, Leverkusen meraih empat kemenangan dan tiga hasil imbang. Mereka juga mencatat lima clean sheet.
Namun, sejarah di babak 16 besar tidak terlalu berpihak pada klub Jerman itu. Leverkusen hanya menang sekali dari 13 pertandingan di fase ini.
Bahkan, Die Werkself belum pernah mencapai perempat final Liga Champions sejak musim 2001/02, ketika mereka melaju hingga final kompetisi.
Kasper Hjulmand, pelatih Leverkusen, berbicara kepada UEFA sementara itu mengakui timnya tidak tampil maksimal.
“Di babak pertama, kami membuat terlalu banyak kesalahan dalam situasi membangun serangan. Arsenal memberi banyak tekanan pada kami, tetapi kami tidak kebobolan banyak peluang besar, hanya beberapa bola mati, dan kemudian [Eberechi] Eze mencetak gol fantastis ini,” katanya.
Meski perjalanan timnya di Liga Champions berakhir di babak 16 besar, ia mengaku bangga.
“Saya tiba pada bulan September dan memiliki 14 pemain baru di skuad. Kami mengalami awal yang agak sulit dan kemudian kami melakukan beberapa hal yang sangat baik. Saya rasa kami bermain semakin baik dari waktu ke waktu – kami pergi ke Benfica dan menang, kami pergi ke [Manchester] City dan menang, dan mengalahkan Olympiacos 2-0 di babak play-off fase gugur,” ujarnya.
“Saya rasa kita bisa bangga dengan pencapaian kita di musim persiapan seperti ini. Kita juga melihat ada perbedaan antara kita dan tim-tim terbaik di Eropa dan kita mengincar hal itu, sehingga kita bisa kembali ke turnamen yang indah ini dan mencoba untuk bersaing lagi. Itulah fokus kita,” tandasnya.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar