Akibat Selat Hormuz Ditutup, Presiden Prabowo Subianto Minta Bahlil Cari Minyak ke Semua Negara
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Seiring belum ada tanda meredanya ketegangan konflik yang terjadi di timur tengah, Presiden Prabowo Subianto segera menugaskan ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mencari pasokan minyak mentah dari hampir semua negara.
Penugasan itu diberikan di tengah gejolak energi global akibat perang di Timur Tengah.
Perang yang melibatkan Iran melawan agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel itu, memaksa negara timur tengah tersebut untuk menutup Selat Hormuz oleh Teheran, sehingga memberi dampak siginifikan pada arus perdagangan Minyak Mentah di seluruh dunia.
Kondisi tersebut turut memengaruhi Indonesia karena sebagian impor energi RI melewati jalur tersebut. Ia menyebut sekitar 20 persen impor komoditas energi Indonesia melalui Selat Hormuz.
“Bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita,” ujar Bahlil di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3), dalam rekaman suara yang diterima awak media dari Kementerian ESDM.
Bahlil turut menjelaskan cadangan BBM Indonesia hingga saat ini memiliki kapasitas penyimpanan minimal selama 21 hingga 28 hari.
Namun demikian, meskipun terdapat angka kapasitas tersebut, pergerakan stok bersifat dinamis. Sebagai contoh, ketika terjadi penyaluran selama tiga hari, pasokan energi baru akan kembali masuk untuk mengisi cadangan.
“Kita mengoptimalkan kilang-kilang kita yang ada di Indonesia dan impor kita di negara-negara lain,” ujar Bahlil.
Untuk solar, Bahlil menilai Indonesia lebih diuntungkan dari negara-negara lain karena tidak lagi melakukan impor.
“Saya menyampaikan di kesempatan ini bahwa sekalipun negara-negara lain, negara tetangga sebagian, sebagian negara di Asia udah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara, dalam hal ini darurat, saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi clear,” ujar Bahlil.
Sementara itu, untuk bensin sekitar 50 persen masih dipenuhi dari impor dan sisanya dari produksi dalam negeri. Adapun LPG masih bergantung pada impor sekitar 70 persen dari total kebutuhan nasional.
Kendati demikian, Bahlil memastikan secara keseluruhan kondisi pasokan energi nasional tetap aman untuk beberapa hari ke depan.
“Saya yakinkan kepada bapak ibu semua, insyaallah kita juga dalam kondisi yang sampai dengan beberapa hari, itu insyaallah dalam kondisi yang baik,” ucap Bahlil.
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar