Eksekusi Penalti Sempurna Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan Kontra Leverkusen
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Leverkusen vs Arsenal berlangsung di Bay Arena pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/6/2026). Laga sengit tapi minim peluang berbahaya tersaji sepanjang babak pertama.
Tuan rumah mengancam di awal laga lewat percobaan Christian Michel Kofane. Tembakannya tapi masih mengarah ke pelukan David Raya.
Arsenal berusaha memegang kendali laga. Peluang emas datang pada menit ke-19.
Mendapatkan umpan dari Viktor Gyokeres Gabriel Martineli melepas tembakan dari sisi kiri kotak penalti. Percobaannya tapi masih menerpa tiang.
Sisi kiri kembali jadi tumpuan serangan Arsenal. Piero Hincapie menusuk lalu melancarkan sepakan di menit ke-24. Upayanya masih bisa diamankan Janis Blaswich.
Tim tamu dominan tapi mereka kesulitan membongkar lini pertahanan Leverkusen. Laga kemudian minim peluang hingga menit ke-35.
Kondisi ini tak berubah hingga babak pertama tuntas. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.
Leverkusen langsung menggebrak selepas jeda. Raya bikin penyelamatan gemilang dengan menepis sundulan Martin Terrier menyambut umpan Alejandro Grimaldo.
Gol!!! Sepak pojok hasil tepisan Raya berbuah gol untuk Leverkusen. Kiriman bola Grimaldo ditanduk Robert Andrich yang tak terkawal di tiang jauh untuk jadi gol di menit ke-46.
Arsenal berusaha merespon cepat gol. Martinelli punya kesempatan saat bisa menyundul umpan silang Eberichi Eze. Sundulannya tapi masih melebar.
Setelahnya, Arsenal mengurung lini belakang Leverkusen. Namun, lini depan mereka kurang tajam hingga buntu.
Leverkusen yang banyak tertekan mencuri peluang lewat serangan balik di menit ke-77. Kofane mengawali serangan balik cepat tuan rumah.
Ia menyodorkan bola ke Aleix Garcia. Sepakan Garcia dari depan kotak penalti tapi masih melambung.
Gempuran Arsenal berbuah penalti di menit ke-89. Noni Madueke menusuk dari sisi kanan ke kotak penalti.
Kaki Madueke sedikit menyentuh Malik Tillman yang melakukan tekel. Wasit dan VAR tetap menganggap pelanggaran meski sentuhan Tillman tak keras.
Kai Havertz yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Tembakannya ke pojok kanan gawang tak terjangkau Blaswich yang sudah menebak arah bola.
Hasil seri ini menuntut Leverkusen dan Arsenal harus menang di leg kedua untuk ke perempatfinal. Leg kedua bakal berlangsung di Emirates Stadium (18/3).
Pelatih Bayer Leverkusen, Kasper Hjulmand, mengkritik keras penalti kontroversial di menit-menit akhir yang memungkinkan Arsenal lolos dengan hasil imbang 1-1 dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
“Ini bukan penalti” tukas Pelatih Bayer Leverkusen marah atas tendangan penalti Arsenal di menit akhir pada laga imbang Liga Champions, sambil menegaskan bahwa “tekanan” sepenuhnya ada di pihak Mikel Arteta menjelang leg kedua
Meskipun pelatih asal Denmark itu memuji penampilan disiplin timnya melawan Arsenal di BayArena, ia mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap keputusan wasit, menggambarkan kekalahan di menit-menit akhir sebagai pil pahit yang harus ditelan dalam pertandingan pembuka babak tersebut.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta menyinggung peluang emas Gabriel Martinelli yang membentur mistar gawang serta dampak positif yang diberikan Noni Madueke setelah masuk sebagai pemain pengganti.
“Pertandingan ini memiliki periode yang sangat berbeda. Kami memulai dengan cukup baik, memiliki peluang besar melalui Martinelli yang membentur mistar gawang. Pada momen-momen seperti itu, jika Anda mencetak gol, permainan akan berubah sepenuhnya dan kami memiliki dominasi tertentu, tetapi kami tidak menyelesaikan cukup banyak peluang dan itu memungkinkan serangan balik dan mereka cukup berbahaya dengan hal itu,” katanya.
Ia mengakui timnya sempat kehilangan kontrol permainan. Padahal, menurutnya The Gunners tampil dominan sepanjang laga.
“Kami sebenarnya mengendalikan permainan dengan baik, tapi tidak mencetak gol. Lalu kami membiarkan pertandingan lepas dari kendali. Itu tidak perlu,” kata Arteta dikutip dari laman resmi UEFA.
Gol penyelamat Arsenal datang pada menit-menit akhir lewat penalti Kai Havertz. Momen tersebut terasa semakin dramatis karena Havertz pernah lama membela Leverkusen sebelum merantau ke Inggris.
“Sepak bola sering menciptakan cerita gila. Kai kembali ke stadion ini setelah bertahun-tahun, lalu mencetak penalti untuk membuat skor 1-1. Itu kisah yang luar biasa,” tutup Arteta.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar