BEM UGM Bersuara, Soroti Program MBG dan Insiden Siswa dalam Surat ke UNICEF
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Belum lama ini masyarakat Indonesia sedang ramai memperbincangkan surat yang ditulis oleh badan eksekutif mahasiswa universitas gajah mada (BEM UGM) ke organisasi perdamaian dunia (PBB) melalui UNICEF.
Surat yang ditulis memuat peristiwa yang terjadi di Indonesia, dari tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur yang disebut terkait kesulitan ekonomi.
Selain itu surat yang tertulis dengan bahasa inggris tersebut BEM UGM tidak lupa memasukkan program presiden Indonesia yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG), mereka mempertanyakan efektivitas dan arah kebijakan tersebut jika dibandingkan dengan kebutuhan perbaikan akses pendidikan serta pengentasan kemiskinan.
Surat tersebut kemudian disebar diberbagai media sosial dan menuai beragam tanggapan dari publik.
Tidak lupa dalam surat tersebut tercantum pula memuat kritikan terhadap gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto. Beberapa bagian terlihat menggunakan diksi yang dinilai keras dan sehingga menjadi sorotan di ruang digital.
BEM UGM mendesak agar UNICEF untuk turun tangan dengan meningkatkan perhatian dan peran dalam isu perlindungan anak di Indonesia.
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku dirinya menerima sejumlah pesan ancaman dari pihak tak dikenal. Ia menyebut ada intimidasi dan dugaan penguntitan.Menurut pengakuannya, keluarganya kini pun turut mendapat tekanan yag kurang lebh serupa.
Meski demikian, Tiyo menegaskan sikap organisasinya akan tetap pada substansi isu yang diangkat, yakni perlindungan hak anak dan pemerataan akses pendidikan, khususnya dalam membaca arah program pemerintah Indonesia. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar