Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Ini Lho Teknik Memasak Jeroan Sapi Anti Amis

Ini Lho Teknik Memasak Jeroan Sapi Anti Amis

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Masih dalam momen Idul Adha memasak hewan sembelihan kurban akan selalu dinantikan oleh masyarakat, namun tentunya tidak jarang mengolah hewan sembelihan perlu dicermati betul agar tidak mengalami gagal masak.

Jeroan sapi menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diolah saat Idul Adha. Mulai dari paru, babat, usus hingga limpa kerap dijadikan soto, gulai, sate sampai sambal goreng favorit keluarga.


Namun, banyak orang masih mengeluhkan aroma amis atau prengus yang tetap muncul meski sudah memakai banyak rempah. Padahal, rahasia mengolah jeroan bukan hanya soal jahe atau serai, tetapi juga terletak pada teknik penanganannya sejak awal.

Beberapa metode berikut cukup umum digunakan untuk membantu mengurangi bau amis sekaligus membuat tekstur jeroan lebih empuk dan nyaman disantap.

Langsung Merebus Jeroan Adalah Kesalahan yang Sering Terjadi
Sebagian orang langsung merebus jeroan setelah dicuci. Padahal, teknik perebusan bertahap sering digunakan saat mengolah jeroan untuk membantu mengurangi aroma menyengat.

Teknik blanching atau perebusan awal juga cukup umum dipakai untuk membantu membersihkan sisa kotoran dan lemak yang masih menempel pada jeroan.

Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah memasukkan jeroan saat air masih dingin atau hangat, lalu memanaskannya perlahan hingga mendidih. Setelah direbus sekitar 10-15 menit, air rebusan pertama biasanya dibuang karena cenderung mengandung lemak dan aroma yang cukup kuat.

Uap Rebusan Bisa Membuat Aroma Menyengat Bertahan
Hal ini jarang diperhatikan saat memasak jeroan. Sebagian orang memilih tidak menutup panci terlalu rapat ketika perebusan pertama berlangsung agar aroma tajam dapat keluar bersama uap panas.

Cara ini memang bukan aturan wajib, tetapi cukup sering dipakai saat mengolah jeroan agar bau prengus tidak terlalu kuat.

Penggunaan Garam Sebaiknya Tidak Berlebihan di Awal
Menambahkan garam sejak awal sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Namun, sebagian orang memilih menambahkan garam setelah perebusan pertama selesai agar rasa dan tekstur jeroan tetap terjaga.

Penggunaan garam berlebihan di tahap awal juga dapat membuat rasa jeroan menjadi terlalu tajam sebelum bumbu lain meresap sempurna.

Jeruk Nipis dan Cuka Digunakan Secukupnya
Jeruk nipis atau cuka cukup populer digunakan untuk membantu mengurangi aroma amis pada jeroan. Kandungan asamnya dapat membantu menetralisir bau yang kuat.

Meski begitu, penggunaan berlebihan juga kurang disarankan karena bisa memengaruhi tekstur dan rasa alami jeroan.

Biasanya, jeroan cukup dilumuri jeruk nipis selama beberapa menit sebelum dibilas kembali menggunakan air bersih.

Teknik yang Sering Dipakai Penjual Soto
Sejumlah penjual soto memilih merebus jeroan secara terpisah sebelum dicampurkan ke kuah utama. Setelah direbus, jeroan biasanya didiamkan sejenak agar aroma tajam berkurang terlebih dahulu.

Cara ini dinilai membantu rasa kuah tetap lebih bersih dan tidak terlalu prengus.

Pendinginan yang Tepat Juga Penting
Setelah direbus, jeroan sebaiknya tidak langsung ditutup rapat saat masih sangat panas. Membiarkannya sedikit mendingin sebelum disimpan dapat membantu mengurangi kelembapan berlebih di dalam wadah.

Panduan keamanan pangan USDA juga menyarankan makanan matang disimpan pada suhu yang aman agar kualitasnya tetap terjaga.

Jika tidak langsung dimasak, simpan jeroan dalam wadah tertutup di kulkas atau freezer.

Kunci Utama Bukan pada Banyaknya Rempah
Menggunakan banyak rempah belum tentu membuat jeroan otomatis bebas bau amis. Teknik pembersihan, perebusan bertahap dan pengolahan yang tepat justru menjadi faktor yang lebih penting.

Dengan cara yang benar, jeroan sapi bisa terasa lebih gurih, empuk dan tetap nikmat disantap tanpa aroma menyengat yang berlebihan. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diplomasi “Anabul” ala Presiden Prabowo di Republik Korea, Curi Atensi Presiden Lee

    Diplomasi “Anabul” ala Presiden Prabowo di Republik Korea, Curi Atensi Presiden Lee

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Moment hangat terjadi ketika kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Republik Korea pada Rabu (01/04) kemarin tidak hanya diwarnai agenda resmi kenegaraan, tetapi juga gambaran kedekatan personal antar pemimpin. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah hadiah khas Indonesia hingga kejutan unik yang meninggalkan kesan mendalam. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra […]

  • Perkembangan Gempa Sulut, Safitri: Gempa Paling Kencang Selama Saya Tinggal Enam Tahun di Manado

    Perkembangan Gempa Sulut, Safitri: Gempa Paling Kencang Selama Saya Tinggal Enam Tahun di Manado

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Telah terjadi Gempa bumi magnitudo 7,6 yang berpusat di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pukul 06.48 WITA (atau 05.48 WIB), Kamis (02/04), guncangannya dirasakan warga di Bitung dan Manado (Sulut) hingga Ternate (Maluku Utara). Laporan terakhir gempa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya terluka di Manado akibat tertimpa […]

  • Jalan Lenteng Agung Amblas, Warga Dipaksa Menggunakan Satu Jalan

    Jalan Lenteng Agung Amblas, Warga Dipaksa Menggunakan Satu Jalan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Akibat jalan amblas berdampak pada di sekitar bus stop TransJakarta SMAN 109 Jakarta telah terjadi kemacetan tidak terhindarkan terjadi di Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sejak pukul 09.00 WIB, terlihat jalanan padat merayap dari Jalan Lontar menuju Lenteng Agung Raya arah Depok atau Universitas Indonesia (UI). Sejumlah pengguna motor nampak menyalip […]

  • Antisipasi Krisis Energi, Pemprov Jateng Buat Gerakkan Bersepeda Ke Kantor

    Antisipasi Krisis Energi, Pemprov Jateng Buat Gerakkan Bersepeda Ke Kantor

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Adi Nurahman
    • visibility 69
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah mewajibkan ASN dan Pegawai Swasta untuk melakukan efisiensi anggaran maupun energi, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi penggunaan energi, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji. Efisiensi dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi yang lebih hemat energi. […]

  • Imbas Perapihan Kedai Pedagang Puncak, Sambangi Gedung DPRD Cianjur Tuntut Penataan Ulang

    Imbas Perapihan Kedai Pedagang Puncak, Sambangi Gedung DPRD Cianjur Tuntut Penataan Ulang

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Perwakilan pedagang di lokasi Rest Area Segar Alam, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, yang lapaknya diratakan pada Sabtu (13/6/2026) lalu, mendatangi Gedung DPRD Cianjur, Kamis (18/6/2026). Saat beraudiensi dengan Komisi I DPRD Cianjur dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para pedagang mendesak agar pemerintah menata ulang kembali kios atau lapaknya yang sudah […]

  • Indonesia Perkokoh Hubungan Bilateral Dengan Singapura Melalui Nongsa-Changi Cable

    Indonesia Perkokoh Hubungan Bilateral Dengan Singapura Melalui Nongsa-Changi Cable

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Indonesia dan Singapura punya jalur penghubung baru. Sebuah kabel bawah laut bernama Nongsa-Changi Cable (NCC) terbentang sepanjang 50 Km yang menghubungkan Batam dengan Singapura.NCC memiliki kapasitas 1,6 petabit per detik dengan latensi di bawah 2 detik. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan NCC menjadi komitmen kedua negara ntuk memajukan ekoistem digital.Infrastruktur itu dibangun […]

expand_less