Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Heboh Fenomena Lagu Mas Bahlil Ganteng, Antara Sindiran atau Candaan Terhadap Menteri ESDM

Heboh Fenomena Lagu Mas Bahlil Ganteng, Antara Sindiran atau Candaan Terhadap Menteri ESDM

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan lagu dengan berbasis Artificial Intelegence (Ai) yang turut membawa nama menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dengan alunan musik jazz yang cukup ramah sehingga mudah diterima masyakarat dari berragam usia, liriknya yang sederhana dan menggelitik, lagu tersebut terbukti dengan mudah menjadi tren di tengah masyarakat, Sebelumnya istilah “MBG” sebelumnya telah dikenal luas sebagai akronim Program Makan Bergizi Gratis, program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Lagu ini memang diberikan judul My Little Bolu Ketan, namun ketika singkatan tersebut dipelesetkan menjadi “Mas Bahlil Ganteng” yang merujuk pada Bahlil Lahadalia, terjadi pergeseran makna yang menarik: simbol kebijakan publik berubah menjadi bagian dari budaya hiburan digital.

Fenomena Sosial dan Menurut Pakar

Fenomena ini menunjukkan bagaimana komunikasi politik Indonesia semakin bergerak ke arah politik populer, ketika simbol, citra, dan viralitas lebih cepat diterima masyarakat dibanding substansi kebijakan.

Dalam perspektif Agenda Setting Theory yang diperkenalkan Maxwell McCombs dan Donald Shaw, media memiliki kemampuan membentuk isu yang dianggap penting oleh masyarakat. Di era media sosial, fungsi tersebut tidak lagi hanya dijalankan media arus utama, tetapi juga oleh algoritma digital.

Ketika lagu “Mas Bahlil Ganteng” ramai diperbincangkan, perhatian publik berpotensi bergeser dari evaluasi kebijakan menuju konsumsi hiburan politik. Diskusi mengenai program makan bergizi, tata kelola energi, pertambangan, hingga isu lingkungan dapat tersisih oleh narasi yang lebih ringan, lucu, dan mudah dibagikan.

Fenomena ini juga dapat dibaca melalui teori framing. Media dan ruang digital membentuk cara masyarakat memahami realitas melalui sudut pandang tertentu. Dalam konteks ini, sosok Bahlil tampil sebagai figur santai, ekspresif, dekat dengan rakyat, sekaligus cocok dengan kultur media sosial.

Akibatnya, perhatian publik lebih banyak tertuju pada persona dan gaya komunikasi dibanding substansi kebijakan yang dijalankannya sebagai Menteri ESDM.

Di sisi lain, teori Uses and Gratifications menjelaskan bahwa masyarakat menggunakan media untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk hiburan dan pelepasan emosi. Tidak mengherankan jika konten seperti lagu MBG mudah viral.

Di tengah tekanan ekonomi, kenaikan biaya hidup, dan dinamika sosial yang kompleks, humor politik menjadi bentuk hiburan yang mudah diterima publik. Konten ringan cenderung lebih cepat menyebar dibanding diskusi serius mengenai kebijakan energi atau program pangan nasional.

Fenomena tersebut juga mencerminkan gejala personalization of politics, yakni kecenderungan politik modern yang lebih menonjolkan figur individu dibanding gagasan atau program.

Dalam budaya media sosial, pejabat publik dituntut memiliki karakter personal yang kuat agar mudah dikenal dan dibicarakan. Gaya bicara Bahlil yang spontan dan ekspresif membuatnya selaras dengan logika algoritma digital. Publik pun lebih mudah mengingat sosoknya melalui lagu, meme, atau video viral dibanding memahami rincian kebijakan yang dijalankannya.

Lebih jauh, fenomena ini sejalan dengan konsep political spectacle dari Douglas Kellner, yang memandang politik modern semakin menyerupai industri hiburan. Dalam lanskap komunikasi digital, pejabat publik tidak cukup hanya bekerja, tetapi juga dituntut tampil menarik secara visual, emosional, dan komunikatif.

Viralitas pun menjadi bentuk legitimasi baru. Namun, popularitas di media sosial tidak selalu identik dengan keberhasilan kebijakan publik.

Melalui perspektif Teori Hegemoni Antonio Gramsci, budaya populer seperti lagu viral dan meme politik bahkan dapat menjadi instrumen dominasi budaya yang bekerja secara halus. Publik merasa sedang menikmati hiburan, tetapi tanpa disadari turut memperkuat citra kekuasaan.

Pada akhirnya, perubahan makna “MBG” dari Makan Bergizi Gratis menjadi Mas Bahlil Ganteng bukan sekadar humor internet biasa. Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam komunikasi politik Indonesia di era digital, ketika kebijakan publik, budaya populer, algoritma media sosial, dan personal branding saling berkelindan membentuk politik hiburan.

Dalam situasi seperti ini, kesadaran kritis masyarakat menjadi penting agar demokrasi tidak hanya dipenuhi viralitas dan pencitraan, melainkan tetap berorientasi pada evaluasi kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.

Pakar Kajian Budaya dan Media Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Radius Setiyawan, menilai fenomena “Mas Bahlil Ganteng” (MBG) menarik dibaca sebagai bagian dari dinamika politik digital kontemporer di Indonesia.

Menurutnya, sosok Bahlil memiliki rekam jejak panjang dalam perdebatan media sosial, mulai dari gaya komunikasi politik, cara membangun kedekatan dengan publik, hingga berbagai kontroversi yang kerap memantik diskusi warganet.

“Karena itu, kemunculan MBG (Mas Bahlil Ganteng) tidak lahir di ruang kosong, melainkan bertemu dengan memori kolektif netizen terhadap figur yang memang sudah lama menjadi objek perhatian digital,” ujar Radius dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).

Dalam penilaian Radius, jingle ini awalnya muncul sebagai bentuk satire politik di media sosial. MBG menjadi humor, meme, dan parodi untuk menertawakan figur kekuasaan sekaligus membongkar aura kesakralan elite politik.

“Humor digital dalam konteks ini berfungsi sebagai bahasa kritik publik terhadap penguasa,” katanya.

Dalam hal ini, secara eksplisit sosok yang disasar adalah Bahlil Lahadalia yang memang kerap dijadikan meme oleh netizen, baik ekspresi wajah, gestur tubuh, dan terutama sekali karena pernyataan-pernyataan kontroversialnya. Namun, dalam perkembangannya, satire tersebut berpotensi mengalami pergeseran fungsi menjadi glorifikasi citra personal melalui kerja algoritma digital.

“Apa yang semula lahir sebagai ejekan atau ironi dapat berubah menjadi alat reproduksi popularitas karena terus diputar, dibagikan, dan diulang di berbagai platform. Di titik inilah algoritma digital memainkan peran penting,” jelas Radius.

Lanjutnya, kondisi tersebut menghadirkan dua kemungkinan sekaligus. Di satu sisi, meme dan parodi tetap dapat menjadi ruang subversif untuk menelanjangi kesakralan kekuasaan dan menertawakan elitisme politik.

Namun di sisi lain, terdapat paradoks ketika ruang digital mengalami over-eksposur. Viralitas yang terus berulang justru dapat dimanfaatkan untuk membangun citra personal. “Figur yang terus muncul di linimasa, bahkan dalam bentuk satire, tetap memperoleh keuntungan berupa eksposur dan kedekatan emosional dengan publik,” kata Radius.

Tapi ini lah yang terjadi. Fenomena kritik satire MBG Mas Bahlil Ganteng yang berubah menjadi humor media sosial semata menunjukkan bagaimana politik digital saat ini bergerak dalam logika algoritma, perhatian, dan percepatan viralitas. “Ini adalah ruang ketika batas antara kritik, hiburan, dan pencitraan menjadi semakin tipis,” tutupnya.

Tanggapan Golkar: terdengar cute dan merasa dihargai

Penjelasan Radius tersebut dibuktikan dengan respons Partai Golkar terhadap jingle yang mencatut nama Ketua Umum Golkar tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji mengatakan, partainya merasa diapresiasi atas jingle “MBG Mas Bahlil Ganteng” yang viral di media sosial. Ia menilai, lagu yang menyebut nama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia itu adalah bentuk kreativitas dan penghargaan atas kerja keras Bahlil.

“Itu, kan, justru berasal dari kreativitas netizen sebagai salah satu bentuk penghargaan netizen atas kerja keras Pak Bahlil. Kalau ada akun Golkar yang ikut meramaikan, ya wajar saja, mereka bagian dari netizen juga,” kata Sarmuji kepada awak media, Rabu (27/5/2026).

Sarmuji menegaskan, Partai Golkar tidak ambil pusing atas jingle yang viral tersebut. Justru, baginya, jingle tersebut terkesan menghibur dan tidak perlu dipandang secara berlebihan.

“Lagunya sendiri cukup ‘cute’ dan menghibur. Bagi kami kalau rakyat senang, Golkar juga senang. Nggak masalah. Kalau orang lain happy, kita happy,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sarmuji bahkan menyebut bahwa sebenarnya masih banyak kinerja Ketum Partai Golkar yang tidak terpublikasikan, seperti capaian lifting, istrik desa sampai ke daerah tertinggal, sumur minyak rakyat, dan lain-lain.

Pernyataan tersebut seolah menjawab analisis Radius perihal MBG Mas Bahlil ganteng: satire yang kemudian dijadikan sebagai alat reproduksi popularitas, sehingga mengaburkan esensi dari kritik satire yang termuat.

Untuk diketahui bersama Sepanjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak semua politisi di tanah air dicantumkan dalam sebuah karya lagu, pada perjalanan awalnya baru presiden pertama Ir.Soekarno yang namanya tercantum dalam lagu Bersuka RIa pada awal dekade 60-an sebagai bentuk propaganda politik kala itu.***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh! Dugaan Rencana Tersembunyi Gianni Infantino untuk Pemilu FIFA di Balik Prestasi Timnas Indonesia

    Heboh! Dugaan Rencana Tersembunyi Gianni Infantino untuk Pemilu FIFA di Balik Prestasi Timnas Indonesia

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Nama Presiden FIFA Gianni Infantino kini mendadak ramai diperbincangkan di publik, dirinya disebut tengah membangun dukungan dari negara-negara Asia Tenggara menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027. Beum lama ini setelah FIFA ASEAN Cup 2026 dengan Timnas Indonesia keluar sebagai juara. Skuad Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga babak […]

  • Dua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur di Sukaresmi Cianjur Ditangkap Polisi

    Dua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur di Sukaresmi Cianjur Ditangkap Polisi

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dua terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Sukaresmi ditangkap aparat kepolisian, Jumat (10/4). Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial F (30) dan E (15) diamankan pada Kamis (9/4) malam di kediaman mereka, di mana sebelumnya kedua terduga pelaku usai melakukan pelecehan seksual pada korban berinisial Bunga (12) nama disamarkan. […]

  • Masjid Istiqlal Resmi Menjadi Masjid Pertama yang Memanfaatkan Instrumen Pasar Modal

    Masjid Istiqlal Resmi Menjadi Masjid Pertama yang Memanfaatkan Instrumen Pasar Modal

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan Masjid Istiqlal memiliki sejumlah program yang berfokus pada penguatan ekonomi umat, salah satunya melalui Istiqlal Global Fund (IGF). “Istiqlal Global Fund menjadi semacam business center dan memberikan pelatihan kepada pengusaha-pengusaha muslim, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Nasaruddin pada Jumat […]

  • Menkeu Suahasil Tegaskan Tidak Ada Anggaran Khusus Untuk Pendidikan Sekolah Negeri Gratis

    Menkeu Suahasil Tegaskan Tidak Ada Anggaran Khusus Untuk Pendidikan Sekolah Negeri Gratis

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan tak ada anggaran khusus untuk program sekolah negeri gratis. Menurutnya, program ini tetap akan memakai alokasi anggaran pendidikan yang ditetapkan 20% atau sebesar Rp 820,9 triliun dalam RAPBN tahun 2027. Hal ini ditegaskannya setelah rapat dengan Presiden Prabowo Subianto kemarin, Rabu (24/9/2026). Suahasil menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan […]

  • Taklukan Bali United Skor Tipis 3-2, Persib Jaga Rekor Sempurna Taklukan Bali United

    Taklukan Bali United Skor Tipis 3-2, Persib Jaga Rekor Sempurna Taklukan Bali United

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Hasil positif kembali didapatkan Persib saat menjamu Bali United dalam lanjutan Super League 2025-2026, Minggu (12/4/2026) malam WIB, berakhir dengan keunggulan tipis skor 3-2. Pertandingan memasuki pekan ke-27 Super League 2025-2026 antara Persib vs Bali United digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung. Kemenangan klub berjulukan Maung Bandung itu didapatkan berkat […]

  • Peringatan BMKG Untuk Waspada Perubahan Cuaca Ekstrem Hingga Rob Untuk Wilayah Ini

    Peringatan BMKG Untuk Waspada Perubahan Cuaca Ekstrem Hingga Rob Untuk Wilayah Ini

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 2
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di berbagai daerah untuk mewaspadai potensi cuaca buruk, hujan dengan berbagai intensitas, ancaman gelombang tinggi, hingga banjir rob yang dapat terjadi pada Rabu (28/10/2026). Prakirawan BMKG Zen Putri menjelaskan bahwa kondisi atmosfer tersebut dipicu oleh sirkulasi siklonik yang terpantau terbentuk di wilayah perairan utara Aceh […]

expand_less