Oknum TNI Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Pada Anak Mendadak Buron Ketika Hendak Diperiksa
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kasus kekerasan seksual pada anak dibawah umur hingga saat ini masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di Indonesia.
Mirisnya jika mengetehaui perbuatan keji itu dilakukan oleh seorang yang harusnya mengerti betul tentang keamanan masyarakat justru malah berbuat yang melanggar batas sebagai seorang manusia.
Berdasarkan laporan yang diterima aparat hukum ada Oknum TNI di Kendari, Sertu MB yang diduga sebagai pelaku pencabulan kepada seorang siswi di sekolah dasar negeri (SDN) hingga kini masih buron.
Tim gabungan yang terdiri dari Korem 143/Haluoleo Kendari, Kodim 1417/Kendari, dan anggota Polresta Kendari masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku pencabulan anak tersebut.
hingga kini kondisi korban masih mengalami trauma dan depresi hingga nyaris melukai dirinya atas tindakan asusila yang dialaminya.
Setelah diselidiki Sertu MB bukanlah orang lain. Ia masih kerabat korban.
Tante korban inisial VN mengungkapkan fakta bahwa dugaan tindakan asusila tersebut sudah beberapa kali dilakukan Sertu MB kepada keponakannya.
Namun, kejadian terakhir pada 14 April 2026 dengan temuan yang menyedihkan.
Saat itu, lanjut VN, keponakannya pulang terakhir dari sekolah sekitar pukul 12.30 Wita. Biasanya, korban pulang bersama-sama adiknya dan sepupunya yang merupakan anak Sertu MB karena mereka masih satu sekolah.
Menurut VN, pada hari itu korban pulang agak terlambat, adik dan sepupunya pulang duluan dijemput pelaku.
Dalam penuturannya, saat itu, korban sedang menunggu jemputan orangtuanya di sekolah, namun di depan sekolah tiba-tiba muncul pelaku.
“Terus dia suruh ponakanku naik mobilnya tapi dia bilang nanti dijemput papaku, terus pelaku bilang lagi ‘bapakmu lagi ada urusanya di Kemaraya’. Akhirnya dengan ragu-ragu korban naik mi di mobil, mobil yang dipakai menjemput itu hari mobil Alphard-nya, korban duduk di belakang,” ungkapnya VN, Rabu (6/5/2026)
Lebih lanjut VN menyampaikan, keponakannya tersebut tidak diantar pulang ke rumahnya. Akan tetapi malah dibawa ke rumah pelaku di Konawe Selatan. Sehingga aksi kekerasan seksual yang dialami korban terjadi di garasi mobil milik oknum TNI itu.
“Rumahnya lantai 2. Di bawah garasi mobilnya, ponakan saya mengalami perlakuan tidak pantas yang dilakukan oleh terduga pelaku berdasarkan keterangan korban setelah kejadian,” ujarnya.
Saat kejadian korban sempat berteriak dan berusaha menyelamatkan diri, kemudian menghubungi keluarganya untuk dijemput dalam kondisi syok.
Saat itu, keluarga korban langsung melakukan visum di RS Bhayangkara Kendari. Hasilnya, ditemukan adanya luka robek pada bagian tubuh sensitif korban.
Selanjutnya, keluarga korban melapor ke Markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari dan Kodim 1417/Kendari, dan laporan tersebut langsung diterima.
Sehari kemudian pada Rabu (15/4/2026), Sertu MB diperiksa di Kodim 1417/Kendari.
Namun, ia meminta izin kepada personel yang memeriksa untuk makan malam di sekitar markas dan setelah itu Sertu MB kabur hingga jadi buron. “Ini yang kami sesalkan. Saat dia izin makan, mengapa tidak ada anggota yang mendampingi? Mengapa tidak dibelikan makan dan dilakukan di ruang pemeriksaan saja? Apakah SOP TNI seperti itu,”terangnya.
VN menambahkan, pihak keluarga berharap agar pelaku segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, apalagi hingga kini korban masih trauma dan nyaris melukai dirinya.
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar