Ratusan Warga Tumpah Ruah Memadati Jalannya Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cianjur
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pemerintah Kabupaten Cianjur (Pemkab) telah menutup sejumlah jalur protokol selama kegiatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar pada Rabu (6/5/2026) mulai pukul 16:00 sampai pukul 22:00 WIB, arus kendaraan diarahkan ke jalur alternatif.

Ruas jalan yang ditutup mulai dari Jalan Pangeran Hidayatullah, Jalan Siliwangi, Jalan A Sucipta, Jalan Mangunsarkoro, dan berakhir di Jalan Siti Jenab.
Sejak pukul 19.30 Masyrakat Cianjur dari segala sisi telah memenuhi beberapa titik yang akan dilalui oleh peserta pawai banyak dari mereka yang menggendong anaknya yang masih kecil untuk dapat menyaksikan secara jelas pawai tersebut.
Salah satunya ada Handi Subagya (35) yang tengah menggendong anaknya, yang tampak sangat bahagia menikmati momen dengan melihat kegiatan pawai tersebut.
“Nya a senang banget bisa lihat kegiatan ini, jadi saya bisa memperkenalkan kebudayaan asli sunda ke anak saya,” ujarnya.
Tidak hanya Handi, ada juga rombongan ibu-ibu yang juga tampak memenuhi ruas jalan sambil memegang telepon selulernya, tampak dirinya tengah bersiap mengambil foto dan video.
Hal yang menarik dalam kirab budaya kali ini Kabupaten Cianjur mendapat kesempatan dengan turut menampilkan salah satu kebudayaan lokal dalam hari kelima kirab budaya Milangkala Tatar Sunda bertajuk ‘Ajeg Dangiang Cianjur’
Tidak hanya memiliki kebudayaan Kuda Kosong yang umumnya ditampilkan dalam peragaan kebudayaan asli sunda di CIanjur, ada kebudayaan lainnya yang dimiliki Kabupaten Cianjur, yakni ngagrak posong.
Perlu diketahui Ngarak Posong merupakan rangkaian pertama yang ditampilkan dari banyaknya kebudayaan lain di Jawa Barat.
Dalam penampilannya, belasan gadis membawa posong atau alat untuk menangkap belut di lahan persawahan. Tampak juga di belakangnya terdapat mobil hias dengan boneka belut raksasa sebagai penghiasnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cianjur Heri Kurniawan mengatakan ngarak posong merupakan salah satu dari banyaknya budaya di Cianjur.
Kebudayaan ini berasal dari Kecamatan Cibeber yang terinspirasi dari aktivitas masyarakat di wilayah tersebut yang kerap menangkap belut di tengah panen raya.
“Ngarak posong berasal dari Kecamatan Cibeber, terinspirasi dari Cibeber sebagai sentra kuliner belut dan posong sebagai alat penangkap belut yang ramah lingkungan. Biasanya momen menangkap belut dilaksanakan setelah panen raya,” kata Heri, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, budaya ngarak posong merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. “Sebagai bentuk rasa syukur, panen melimpah serta ditambah dengan tangkapan belut sebagai lauk, maka kebiasaan ini menjadi kebudayaan,” jelasnya.
Dia menambahkan, ngarak posong tidak hanya ditampilkan dalam Kirab Budaya di Cianjur, tapi juga di lokasi lain di Jawa Barat.
“Melalui kirab budaya Milangkala Tatar Sunda, kita bisa mengenalkan keanekaragaman budaya di Cianjur. Jadi tidak hanya memberikan hiburan pada warga, tetapi juga pengenalan serta pelestarian budaya,” ungkapnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar