Waspada Banjir Susulan, Petugas Gabungan Siaga Penuh di Bantaran Sungai Cibolang
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Akibat guyuran hujan deras yang mengakibatkan sejumlah titik di Cianjur, Jawa Barat kini mengalami banjir dan longsor selama akhir pekan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur telah mencatat, sedikitnya 12 kejadian bencana di empat kecamatan, yakni Cibeber, Cipanas, Campaka, dan Mande.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat menyampaikan, empat rumah warga di Desa Cidadap, Kecamatan Campaka mengalami kerusakan akibat longsor.
Selain itu, material longsoran sempat menutup badan jalan hingga akses kendaraan terputus.
Sementara itu, kata dia, banjir akibat luapan sungai Cikondang di Kecamatan Cibeber, mengakibatkan jembatan rawayan Pasirsireum terputus.
“Termasuk pagar lapang yang berada di seberang Istana Kepresidenan di Cipanas, juga terdampak banjir, jebol,” ujar Asep di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2026).
Asep menyebutkan, bencana yang terjadi selama dua hari terakhir atau sepanjang akhir pekan lalu itu mengakibatkan 95 warga terdampak. Sebagian di antaranya sempat mengungsi ke lokasi aman sebelum kembali ke rumah masing-masing.
“Untuk data rumah yang terdampak dan mengalami kerusakan sudah kami dilaporkan ke pihak dinas terkait, Dinas Sosial dan Perkim untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Menurutnya, bencana yang terjadi dipicu curah hujan tinggi serta kondisi lingkungan yang turut memperbesar risiko bencana, seperti saluran air tersumbat dan alih fungsi lahan di kawasan lereng.
“Hasil asesmen menunjukkan banyak saluran air tersumbat sampah sehingga saat hujan deras turun, air meluap ke jalan hingga permukiman warga,” ucapnya.
Asep mengatakan, pemerintah daerah memperpanjang sekaligus menaikkan status bencana hidrometeorologi menjadi siaga darurat hingga 1 Juni 2026.
Langkah tersebut diambil karena cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
“Sebelumnya, status siaga bencana yang diberlakukan sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Kini masa penetapannya diperpanjang sekaligus ditingkatkan menjadi darurat,” ujar Asep.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di tengah kondisi cuaca yang masih ekstrem.
Ia juga mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Temuan kami di lapangan menunjukkan kejadian banjir kemarin di beberapa lokasi itu, salah satu faktornya dipicu kondisi saluran air yang tersumbat sampah,” ucap Asep.
Selain itu di lapangan Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi memimpin langsung penanganan dampak banjir akibat luapan Sungai Cibolang di Desa Jamali, Kecamatan Mande.
Respons cepat tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan warga yang rumahnya terendam luapan air.
Penanganan di lapangan melibatkan lintas instansi, mulai dari Polres Cianjur, Polsek Mande, Koramil Cikalongkulon, PMI, BPBD, Satpol PP, Damkar, Basarnas, hingga Tagana.
Sinergi ini difokuskan pada upaya evakuasi serta pemberian bantuan darurat bagi warga terdampak.
Penanganan bencana ini dimulai dengan apel kesiapan. Tak lama berselang, kapolres beserta jajaran tiba di lokasi untuk meninjau langsung kondisi pemukiman dan mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar berupa beras, makanan instan, dan minuman.
Berdasarkan data sementara, tercatat sekitar 30 rumah atau kurang lebih 35 kepala keluarga terdampak akibat meluapnya air Sungai Cibolang.
Selain penyaluran logistik, petugas di lapangan juga melakukan pembersihan lingkungan dan evakuasi barang-barang milik warga untuk meminimalisir kerugian materiil.
“Penanganan ini kita lakukan bersama-sama, melibatkan berbagai instansi dan elemen masyarakat. Untuk jangka pendek, fokus kami adalah evakuasi, pembersihan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga,” ujar Alexander dalam keterangan yang diterima, Sabtu (2/5/2026).
Lebih lanjut pihak kepolisian juga mengapresiasi inisiatif pemerintah desa yang telah bergerak cepat mendirikan dapur umum sementara sebagai pusat distribusi bantuan.
Terkait solusi permanen, Alexander menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merencanakan langkah jangka panjang agar bencana serupa tidak terulang kembali.
“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah jangka panjang, termasuk normalisasi Sungai Cibolang agar kejadian serupa dapat diminimalisir,” tutupnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar