Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sport » Torino Tahan Imbang Inter Milan 2-2, Dua Assist Dimarco Dinilai Belum Cukup

Torino Tahan Imbang Inter Milan 2-2, Dua Assist Dimarco Dinilai Belum Cukup

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pasukan Cristian Chivu menjalani pekan ke-34 Liga Italia dengan bertamu ke Stadion Olimpico di Torino, Minggu (26/4/2026). Inter Milan membidik misi empat poin tambahan guna mengunci scudetto secepatnya pekan depan jika ingin menentukan nasib sendiri.

Proyeksi tiga angka dicanangkan saat bertandang ke Torino. Adapun satu keping lagi ditargetkan ketika menjalani agenda pekan 35 saat menjamu Parma, Minggu (3/5/2026). Akan sempurna momennya karena pesta scudetto Inter minggu depan bisa digelar di depan publik sendiri, Stadion San Siro.

Namun hasil dilapangan berkata lain, Inter Milan gagal mengunci langkah menuju Scudetto setelah hanya bermain imbang 2-2 saat bertamu lawan Torino di Turin. Sempat unggul dua gol, Nerazzurri justru kehilangan kendali di 20 menit akhir dan harus puas membawa pulang satu poin.

The Internazionale berhasil membuka keunggulan lewat tandukan Marcus Thuram memanfaatkan umpan Federico Dimarco di babak pertama. Inter kemudian menggandakan skor melalui Yann Bisseck, lagi-lagi dari servis Dimarco yang tampil dominan di sisi kiri.

Meski begitu, Torino bisa bangkit. Giovanni Simeone memperkecil ketertinggalan sebelum Nikola Vlasic menyamakan skor lewat penalti setelah VAR menilai Carlos Augusto melakukan handball. Gol Henrikh Mkhitaryan sempat memberi harapan kemenangan bagi Inter, tetapi dianulir karena offside dalam prosesnya.

Di tengah hasil mengecewakan itu, Dimarco tetap mencuri perhatian. Dua assist yang ia catatkan membuatnya menembus rekor baru sebagai pemain dengan assist terbanyak dalam satu musim Serie A sejak 2004/2005.

Chivu Ungkap Penyebab Gagalnya Raih Poin Penuh, Kurang Percaya Diri dan Takut

“Ada penyesalan. Kami sudah menguasai pertandingan, dan kami kebobolan karena tekanan mereka di menit-menit terakhir,” kata Chivu kepada Sky Sport Italia.

“Gol pertama membuat kami takut, dan gol kedua adalah konsekuensinya. Kami mencoba bereaksi, tetapi Anda juga berisiko kalah dalam pertandingan seperti ini, jadi pujian untuk Torino: mereka tidak menyerah dan percaya sampai akhir,” sambungnya.

Inter sedang diterpa tuduhan terlibat dalam skandal pengaturan wasit. Hal itu seiring kabar bahwa penanggung jawab keputusan wasit, Gianluca Rocchi, telah dikenai penyelidikan resmi atas tuduhan kecurangan olahraga.

Di antara tuduhan terhadapnya adalah bersekongkol untuk menugaskan wasit yang disukai Inter daripada wasit lain, dengan mendukung Andrea Colombo daripada Daniele Doveri selama babak krusial Serie A musim lalu.

“Saya berbicara tentang sepakbola; saya adalah pelatih, dan saya dibayar untuk mempersiapkan pertandingan dengan cara terbaik, memberikan ketenangan dan motivasi,” kata Chivu.

“Rupanya, saya tidak menjalankan tugas saya dengan benar ketika kami unggul 2-0. Saya bertanggung jawab, tetapi itu tidak banyak mengubah keadaan. Kami membutuhkan tiga poin, dan kami ingin memastikan kemenangan secepat mungkin,” tegasnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less