Pasca Penembakan Trump: Presiden Segera Dievakuasi, Ibu Negara Amerika Serikat Alami Trauma
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kepolisian setempat masih berupaya memeriksa secara intensif pelaku penembakan saat Gala Makan Malam Koresponden Gedung Putih di Washington DC, Sabtu (25/4/2026) malam. Satu orang telah ditangkap atas nama Cole Tomas Allen (31).
Hasil interogasi sementara, pelaku melepaskan tembakan dari senapan jenis gentel (shotgun). Pelaku juga membawa beberapa pisau.
“Ia bersenjata senapan gentel, pistol, dan beberapa pisau. Saat ia berlari menuju pos pemeriksaan, penegak hukum dari Dinas Rahasia AS mencegatnya,” kata Kepala Kepolisian Washington, Jeff Carroll, dalam konferensi pers.
Diduga Kuat Tamu Hotel
Dugaan sementara pelaku penembakan beraksi seorang diri. Saat ini, yang bersangkutan sudah ditahan.Sementara Jaksa AS, Jeanine Pirro, mengatakan tersangka akan dihadapkan ke pengadilan pada Senin.
Berdasarkan informasi awal menunjukkan, tersangka merupakan tamu hotel. Dia merupakan warga Torrance, California, yang bekerja sebagai guru.
Sang Presiden Segera Dievakuasi
Presiden AS Donald Trump dievakuasi setelah terjadi penembakan di acara makan malam Koresponden Gedung Putih di Washington DC yang dihadirinya pada Sabtu (25/4) malam waktu AS. Agen Secret Service yang berjaga di lokasi acara terdengar berteriak ‘tembakan’. Ballroom yang menjadi lokasi acara langsung dikunci.
Orang-orang yang hadir di dalamnya diarahkan untuk sembunyi di bawah meja atau merebahkan tubuh di lantai. Agen secret service langsung berlarian ke arah Trump dan Melania yang ada di atas panggung.
Mereka langsung mengevakuasi keduanya. Selain Trump, Wapres AS JD Vance juga langsung dievakuasi.
Agen keamanan juga tampak mengevakuasi Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F Kennedy dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Mereka dibawa ke lokasi aman.
Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump Dikabarkan Trauma
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (25/4) malam waktu setempat, Trump harus dievakuasi dari Hotel Washington Hilton saat acara gala White House Correspondents’ Association setelah tembakan terjadi di dalam lokasi acara.
Melalui akun media sosialnya di Truth Social, Trump menyatakan bahwa aparat keamanan bertindak cepat dalam menangani situasi tersebut. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, katanya, Ibu Negara Melania Trump begitu trauma atas insiden tersebut.
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat enggan meninggalkan lokasi saat insiden terjadi. Namun, ia akhirnya mengikuti arahan petugas keamanan.
“Saya berjuang keras untuk tetap tinggal,” katanya.
“Tetapi saya diberi tahu bahwa sesuai protokol, saya harus pergi karena belum jelas apakah pelaku hanya satu orang.” tandasnya.
Trump: Penembakan Washington Tak Akan Cegah Saya untuk Menang Perang atas Iran
Setelah peristiwa yang tidak mengenakan tersebut, kepada media Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkomentar tentang peran melawan Iran setelah insiden penembakan mengguncang acara “White House Correspondents’ Dinner” di Washington Hilton Hotel pada Sabtu malam waktu setempat. Dia tidak tahu apakah kedua hal itu berhubungan atau tidak.
“Itu tidak akan mencegah saya untuk memenangkan perang melawan Iran,” kata Trump, tak lama setelah insiden penembakan tersebut terjadi Minggu (26/4/2026).
“Saya tidak tahu apakah ada hubungannya, saya benar-benar tidak berpikir begitu, setidaknya dari apa yang kita ketahui. Tetapi kita akan terus melakukan pekerjaan yang sangat baik, hanya itu yang bisa saya lakukan,” ujarnya.
Ia pun melanjutkan, “Kita tidak dapat membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir. Apa pun selain itu akan menjadi hal yang kecil dibandingkan dengan itu. Jika mereka pernah memiliki senjata nuklir, mereka juga akan menggunakannya tanpa ragu-ragu sama sekali. Kita tidak dapat membiarkan itu terjadi.”
Trump telah membagikan video tersangka di balik insiden penembakan tersebut. Video berdurasi 24 detik itu menunjukkan aksi tersangka menuju pos pemeriksaan keamanan hingga dikerumuni para agen Secret Service.
Tersangka penembakan telah diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31). Dia tercatat sebagai warga Torrance, California.
Dirinya juga membagikan foto-foto tersangka yang menunjukkan dia tergeletak di lantai tanpa baju dikelilingi para petugas penegak hukum. Trump, selama konferensi pers Gedung Putih, mengatakan tersangka dipersenjatai dengan beberapa senjata sebelum diatasi Secret Service.
“Dia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat, dan rompi anti-peluru itu berhasil melindunginya,” kata Trump, mengacu pada petugas yang terkena tembakan.
Presiden Amreika itu selama konferensi pers, mengatakan motif penembakan itu tidak jelas.
“Dia adalah orang yang tampak sangat jahat ketika dia terjatuh.” tutupnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar