Akibat Aktivitas Pemudik dan Wisatawan, Jalur Bandung Ke Cianjur Padat Merayap Hingga Tembus Rajamandala
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 23 Mar 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kepadatan terlihat di sepanjang jalur Bandung ke Cianjur yang dipadati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, sepnajang jalan kendaraan dari arah Bandung menuju Cianjur mengalami kepadatan signifikan pada Minggu (22/3). Antrean panjang terlihat mengular hingga kawasan Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Kepadatan lalu lintas terjadi sejak pagi hingga menjelang petang. Meningkatnya volume kendaraan yang melaju dari Bandung menuju Cianjur menjadi penyebab utama kemacetan di jalur tersebut.
Seorang pengendara asal Padalarang, Asep (37), mengaku terjebak kemacetan selama berjam-jam saat melintas di Jalan Raya Bandung–Cianjur, tepatnya di kawasan Cipeuyeum, Haurwangi.
“Dari Rajamandala sampai sini macet. Baru sampai sini saja sudah dua jam karena macet,” ujarnya.
Menurutnya, kemacetan diperparah oleh adanya perlintasan kereta api serta aktivitas keluar-masuk kendaraan dari jalan menuju perkampungan warga di sepanjang jalur tersebut.
Hal serupa dirasakan pemudik asal Tangerang yang hendak kembali setelah mudik dari Garut. Ia mengaku membutuhkan waktu hingga satu jam untuk menempuh perjalanan dari Rajamandala menuju Cianjur.
“Ini mau balik mudik dari Garut ke Tangerang, dari Rajamandala ke sini satu jam,” katanya.
Tak hanya dari arah Bandung menuju Cianjur, antrean panjang juga terjadi dari arah sebaliknya. Kepadatan terpantau di sejumlah titik, seperti Sukaluyu, Ciranjang, hingga Haurwangi.
Sementara itu, Satlantas Polres Cianjur menyebut lonjakan volume kendaraan dipicu meningkatnya aktivitas wisatawan serta pemudik yang masih melakukan perjalanan, baik arus berangkat maupun arus balik.
Petugas kepolisian terus berupaya melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan guna mengurai kepadatan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan dan mengembalikan kondisi lalu lintas menjadi normal. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar