Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Penyakit Campak masih ditemukan di masyarakat dan berpotensi membahayakan. Infeksi ini disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular melalui udara maupun kontak dekat antarindividu, sehingga penyebarannya sulit dikendalikan jika tidak diwaspadai sejak dini.

Di kalangan masyarakat Makassar, campak atau morbili dikenal dengan sebutan “sarampa”. Pada tahap awal, gejala penyakit ini kerap disalahartikan sebagai kondisi ringan karena ditandai munculnya ruam merah di kulit.

Imunisasi menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran Campak di masyarakat. Upaya ini dinilai paling efektif karena mampu membentuk kekebalan tubuh sekaligus menekan penularan penyakit yang sangat mudah menyebar melalui udara.

Program imunisasi campak sendiri tersedia secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu. Pemerintah telah menjadikannya bagian dari program wajib karena campak termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

“Campak bisa dicegah dengan imunisasi dan program ini tersedia gratis,” ujar dr. A. Husni Esa Darussalam saat berbincang di Pro 1 RRI Makassar, Minggu (26/4/2026)

Pemberian imunisasi dilakukan sejak usia bayi hingga anak sekolah. Jadwal imunisasi campak dimulai pada usia sembilan bulan, kemudian diberikan dosis lanjutan atau booster pada usia 18 bulan serta saat anak memasuki usia sekolah dasar.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan orang tua dalam mengikuti jadwal vaksinasi anak. Namun, menurutnya sempat terjadi penurunan minat imunisasi setelah pandemi, yang diperparah oleh beredarnya informasi keliru di media sosial.
“Untuk mencapai herd immunity, lebih dari 90 persen populasi harus diimunisasi,” jelas dr. Husni. Tanpa cakupan tersebut, risiko penyebaran penyakit akan meningkat dan memicu terjadinya wabah di lingkungan masyarakat.

Selain anak-anak, orang dewasa juga berisiko terkena campak, terutama saat daya tahan tubuh menurun akibat kelelahan atau penyakit tertentu. Penanganan campak umumnya bersifat simptomatik karena disebabkan virus, sementara antibiotik hanya diberikan jika terjadi komplikasi infeksi bakteri.

Masyarakat diimbau tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa indikasi medis dan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta menjaga daya tahan tubuh sebagai langkah pencegahan.

Senada dengan itu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya serius penyakit campak, terutama bagi anak-anak yang menderita gizi buruk.

Ketua IDAI Jabar, Anggraini Alam mengungkapkan, kombinasi antara malnutrisi dan infeksi campak disebut sebagai faktor utama yang memicu tingginya angka kematian pada kasus campak di berbagai daerah.

Ia menekankan bahwa status gizi memegang peranan vital dalam pertahanan tubuh anak saat melawan virus. Anak dengan gizi buruk memiliki sistem imun yang lemah, sehingga ketika terinfeksi campak, dampaknya menjadi sangat fatal dibandingkan anak dengan gizi baik.
“Gizi buruk tentu saja, bilamana dia gizi buruk, daya tahan tubuhnya kurang, terkena campak bukan main (dampaknya). Inilah yang menyebabkan kematian,” ujar Anggraini dalam webinar Media Briefing IDAI, Sabtu (28/2/2026).

Anggraini memaparkan bukti nyata dari beberapa kasus KLB campak yang pernah terjadi di Indonesia. Ia mencontohkan kejadian di Timika, Papua, pada tahun 2017, serta kasus serupa di Mimika, Baduy, dan Sumenep, di mana angka kematian melonjak akibat kondisi gizi anak yang memprihatinkan.

“Kami itu sudah ke Timika. 70 (anak) meninggal di sana karena gizi buruk dan campaknya. Di tahun berikutnya di Mimika, demikian juga. Baduy, ketemu. Kemarin di Sumenep ternyata banyak yang meninggal, banyak kasusnya,” ungkap Anggraini.

Meski anak dengan gizi baik cenderung mengalami gejala yang lebih ringan jika tertular campak, terutama jika sudah pernah diimunisasi, Anggraini mengingatkan bahwa risiko komplikasi jangka panjang tetap mengintai.

Ia menyoroti risiko Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), sebuah komplikasi radang otak mematikan yang bisa muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal, terutama jika anak terinfeksi campak di usia di bawah dua tahun.
“Orang Inggris, gizi anaknya baiknya bukan main. Ternyata next 15 tahun ke atas terkena SSPE,” jelasnya.

Karena itu, dalam penanganan campak, IDAI juga menyoroti pentingnya pemberian Vitamin A dosis tinggi. Anggraini menjelaskan bahwa virus campak secara agresif menurunkan kadar Vitamin A dalam tubuh anak.

Hal ini seringkali disalahpahami orang tua yang mengira konsumsi sayuran biasa seperti wortel sudah cukup untuk penanganan.

Menurut Anggraini, dosis yang dibutuhkan untuk terapi campak sangat besar, yakni antara 100.000 hingga 200.000 International Unit (IU), jumlah yang tidak bisa didapatkan hanya dari konsumsi wortel.

“Betul sekali virus campak itu memang menurunkan vitamin A. (Tapi) saya jadi ingin tahu berapa wortel itu sama dengan 100 ribu atau 200 ribu IU? Tentu kita tidak minta satu pikap wortel untuk dimakan anaknya,” kata dia.

Oleh karena itu, IDAI mengimbau agar pencegahan melalui imunisasi dan perbaikan gizi tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.

“Wajib imunisasi. Kalau begitu terus rasanya masyarakat bakal ikut deh, dan bisa menghilangkan mindset bahwa campak itu ringan-ringan saja,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Berhari Raya Idul Fitri Sesuai Tuntunan Rasulullah

    Panduan Berhari Raya Idul Fitri Sesuai Tuntunan Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Mendekati momentum hari raya idul fitri, sebagai musim hendaknya memperhatikan dirinya dalam melaksanakan ibadah bulan syawal tersebut. Secara bahasa, ‘Ied ialah sesuatu yang kembali dan berulang-ulang. Sesuatu yang biasa datang dan kembali dari satu tempat atau waktu. Kemudian dinamakan ‘Ied, karena Allah kembali memberikan kebaikan dengan berbuka, setelah kita berpuasa dan membayar zakat […]

  • Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.179  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan

    Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Presiden Indonesia ke-8, Prabowo Subianto pada Jumat, 13 Februari 2026 menghadiri peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Pemeuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan serta groundbreaking 107 SPPG Polri di seluruh Indonesia. Dalam peresmian tersebut Presiden Prabowo disambut oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan Polri, serta para undangan mengikuti peresmian dan groundbreaking secara hybrid yang berasal […]

  • Hilang Konsentrasi, Meriam London Ditahan Imbang di Kandang Pasukan Serigala

    Hilang Konsentrasi, Meriam London Ditahan Imbang di Kandang Pasukan Serigala

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 72
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ambisi Arsenal untuk mengamankan gelar juara liga inggris kembali gagal setelah tim yang dijuluki meriam london itu ditahan imbang 2-2 dalam melawan Wolverhampton di Stadion Molineux pada Kamis (19/2) dini hari waktu indonesia barat. Secara kualitas Arsenal seharusnya bisa meraih poin penuh, justru kehilangan dua poin di menit akhir akibat hilangnya konsentrasi di […]

  • Les multiples options de rechargement disponibles sur Gratorama aujourd’hui

    Les multiples options de rechargement disponibles sur Gratorama aujourd’hui

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Jafar Sidik
    • visibility 3
    • 0Komentar

    En tant que rédacteur SEO avec une décennie d’expérience dans l’iGaming, je vous propose une analyse détaillée des solutions de dépôt proposées par Gratorama, une plateforme qui se distingue par sa variété et sa simplicité. Pour chaque joueur, la rapidité et la sécurité des paiements sont essentielles : sur gratorama casino, cette priorité se ressent […]

  • Awas Tertipu! Ini Cara Mengenal 3 Gejala Awal Campak

    Awas Tertipu! Ini Cara Mengenal 3 Gejala Awal Campak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Meningkatnya kasus campak dalam beberapa waktu terakhir ini, sehingga masyarakat kini harus mulai mewaspadai penyebaran dan penularan penaykit ini. Campak selama ini identik dengan ruam merah di kulit. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa gejala campak justru sering menyerupai flu biasa. Akibatnya, kondisi ini kerap terlambat dikenali dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Dokter Spesialis […]

  • Gol Tunggal Manchester United Hari Ini, Benjamin Sesko Benamkan The Toffess

    Gol Tunggal Manchester United Hari Ini, Benjamin Sesko Benamkan The Toffess

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – The Red Devils asuhan Michael Carrick kembali mencatatkan tren positif usai menang tipis 1-0 melawan Everton dalam lanjutan liga inggris pekan ke-27 pada Selasa (24/2) dini hari WIB. Di laga ini, Lammens kembali dipercaya Carrick untuk mengawal gawang Setan Merah. Menjamu Manchester United di Hill Dickinson, Everton telah menurunkan skuad terbaiknya, kedua belah […]

expand_less
content-1701

article 898100101

article 898100102

article 898100103

article 898100104

article 898100105

article 898100106

article 898100107

article 898100108

article 898100109

article 898100110

article 898100111

article 898100112

article 898100113

article 898100114

article 898100115

article 898100116

article 898100117

article 898100118

article 898100119

article 898100120

article 898100121

article 898100122

article 898100123

article 898100124

article 898100125

article 898100126

article 898100127

article 898100128

article 898100129

article 898100130

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800051

article 878800052

article 878800053

article 878800054

article 878800055

article 878800056

article 878800057

article 878800058

article 878800059

article 878800060

article 878800061

article 878800062

article 878800063

article 878800064

article 878800065

article 878800066

article 878800067

article 878800068

article 878800069

article 878800070

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

content-1701